Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pencarian Raja Kiono


__ADS_3

Ketika pria itu telah di kalahkan, para penonton tampak diam dengan mulut menganga.


mereka takjub dengan apa yang baru saja terjadi. sebuah pertarungan adu kekuatan yang luar biasa. tampak efek dari pertarungan-nya terlihat sangat mengerikan namun membuat mereka merasa takjub.


hingga akhir-nya beberapa dari mereka mulai membuka suara.


"lu... luar biasa!!"


"benar-benar hebat!!"


"Freon!..."


"Freon!...."


"Freon!..."


Mendadak banyak siswa yang menonton langsung menyoraki nama Freon, hingga suara sorakan itu menggelegar di stadion itu arena pertarungan itu.


Freon yang kini mendapat sorakan itu pun langsung besar kepala.


dari raut wajah-nya bisa terlihat bahwa saat ini dia sedang berbangga diri.


ia tersenyum puas menikmati kemenangan itu.


lalu ia mulai menegak-kan tubuh-nya sambil tersenyum dengan angkuh.


ia kemudian menatap ke arah Madika.


lalu dengan menggunakan jari telunjuk-nya ia menunjuk Madika, setelah itu ia menggerak-kan jari-nya itu ke arah leher-nya dan memberi isyarat 'gerek leher' pada Madika.


Madika yang melihat tingkah Freon itu pun kini tampak bingung dan heran dengan apa yang di lakukan oleh Freon.


"ehmm?... apa aku pernah bermasalah dengan pria itu?" ucap Madika sambil menoleh pada Ariel dan menunjuk ke arah Freon.


"entahlah, aku juga tidak tahu, mungkin dia menganggap-mu sebagai lawan yang patut di perhitungkan?" jawab Ariel yang juga masih ambigu.


"hah.... makin lama makin banyak masalah saja yang menghampiri-ku." ucap Madika sambil menghela nafas dengan ekspresi malas.


Setelah itu, kini guru yang bertugas memimpin pertarungan langsung mengumumkan pemenang pertarungan kali ini.


setelah itu Freon pun langsung keluar dari arena pertarungan itu


Setelah itu kini pertarungan di lanjutkan, dua siswa berikut-nya kini langsung bersiap dan mulai memasuki arena pertarungan.


Saat ini di kerajaan yang berbeda, tepat-nya di kerajaan Tambolo, tampak seorang raja yang sedang berdiri di sebuah taman kerajaan.


raja itu adalah Kiono Rosompodapala yakni paman Madika yang telah mencelakai orangtua Madika.

__ADS_1


di belakang Kiono tampak dua pengawal yang sedang berdiri menemani Kiono.


tak lama setelah itu Kiono pun mulai bertanya.


"bagaimana hasil pencarian bocah itu? apa ada perkembangan?" tanya Kiono tanpa menoleh pada dua pengawal-nya itu.


"ampun yang mulia, kami masih belum mendengar kabar terbaru dari tim pencari, hanya saja, berdasarkan laporan sebelum-nya, hingga kini Madika masih belum di temukan.... bocah itu seperti-nya bersembunyi di kerajaan lain." jawab salah satu pengawal-nya sambil sedikit membungkuk dan menangkupkan tangan-nya.


"hmm.... anak itu benar-benar membuatku khawatir!.... kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika ingatan-nya telah kembali." ucap Kiono dengan suara yang tenang.


Mendengar ucapan tuan Kiono, kini kedua pengawal-nya hanya diam dan saling menatap satu sama lain karena bingung harus berkata apa.


Setelah itu, kini salah satu pengawal pun langsung menangkupkan tangan-nya dan langsung membuka mulut dan berbicara.


"yang mulia, kami akan mencoba mengirim beberapa tim pencari ke beberapa kerajaan untuk mencari keberadaan bocah itu." ucap pengawal itu.


Mendengar ucapan pengawal-nya itu, kini tuan Kiono pun langsung memutar tubuh-nya dan menghadap ke arah dua pengawal-nya itu.


"kalau begitu segera berikan mereka perintah secepat mungkin untuk melakukan pencarian."


"baik yang mulia!" ucap salah satu pengawal yang menganjurkan pencarian itu dengan nada patuh.


setelah itu si pengawal pun langsung mohon undur diri dan pergi melakukan tugas-nya.


Saat ini Kiono memang merasa sedikit gelisah. hal itu di karenakan Madika adalah sosok anak yang cukup berbakat.


tidak menutup kemungkinan Madika bisa menjadi sosok yang hebat di masa depan, dan jika saat itu tiba dan ingatan Madika tentang kebenaran bahwa diri-nya dulu-nya adalah seorang putra mahkota, maka bisa di pastikan Madika akan berusaha menyerang kerajaan Tambolo untuk mengambil kembali apa yang harus ia miliki.


Setelah berkata demikian, Kiono pun langsung berjalan maju.


ia mulai menyusuri Selasar kerajaan.


pengawal yang tertinggal itu kini langsung mengikuti-nya dari belakang.


saat sedang berjalan menyusuri Selasar itu, kini tuan Kiono mulai membahas tentang kemampuan putra-nya yang terus berkembang dengan sangat baik.


putra dari raja Kiono itu bernama Kalindo Rosompodapala. saat ini Kalindo masih berumur 15 tahun namun diri-nya sudah berada di tingkat atas level 15.


"saat ini Kalindo sedang berusaha berlatih di akademi FEMRILL yang ada di ibukota kerajaan ini." ucap tuan Kiono mulai membahas tentang putra-nya.


"tuan muda Kalindo adalah anak yang sangat berbakat, bahkan di usia-nya yang masih 15 tahun dia sudah bisa menduduki kelas dua tingkat atas... sementara siswa yang seumuran dengan-nya kebanyakan masih berada di kelas satu tingkat atas." ucap pengawal memuji pangeran Kalindo.


"hahaha.... tentu saja berbakat! dia adalah putra kesayangan-ku." ucap Kiono membanggakan putra-nya.


"oh iya, tidak akan lama lagi kaisar akan mengadakan ulang tahun-nya yang ke 72 tahun, dan dia akan mengundang para raja serta para bangsawan yang tersebar di beberapa wilayah kerajaan yang ia pimpin." ucap Kiono dengan ekspresi yang bersemangat. lanjut-nya, "ini adalah kesempatan yang bagus!... aku akan membawa Kalindo di acara itu, dari yang ku dengar-dengar cucu tuan Samon adalah seorang gadis yang berbakat, kemampuan-nya tidak jauh berbeda dari Kalindo, jika bisa, aku akan menjodohkan mereka berdua.... aku yakin bakat Kalindo pasti akan menarik perhatian tuan Samon.... dengan begitu, hubungan-ku dengan kaisar akan semakin dekat, dan putra-ku bisa saja mendapat-kan warisan kaisar dari tuan Samon, hahahaha!!" ucap Kiono dengan semangat yang berapi-api kemudian tertawa kegirangan membayangkan jika hal itu menjadi kenyataan.


"ide anda benar-benar brilian tuan Kiono, aku juga sependapat dengan anda." ujar si pengawal pribadi itu membenarkan tuan-nya.

__ADS_1


Saat ini author membuat beberapa pembaruan terhadap tingkatan Saga maupun tingkatan Nara.


yang sebelum-nya tak ada level sekarang author tambahin level untuk setiap tingkatan-nya.


Saga


-Tingkat dasar. [ LV 0-10 ]


-Tingkat menengah. [ LV 0-20 ]


-Tingkat atas. [ LV 0-30 ]


-Tingkat tinggi. [ LV 0-40 ]


-Tingkat profesional. [ LV 0-50]


-Tingkat Elit. [ LV 0-60 ]


-Tingkat master. [ LV 0-70 ]


-Tingkat Grandmaster. [ LV 0-80]


-Tingkat Epic [ LV 0-90]


-Tingkat legendaris. [ LV 0-100 ]


-Tingkat Absolute. [ LV 0-tak terhingga ]


Nara


- Tingkat Songu (dasar)


- Tingkat Rongu (menengah)


- Tingkat Tolongu (atas)


- Tingkat Ampa (tinggi)


- Tingkat Alima (profesional)


- Tingkat Aono (elit)


- Tingkat Papitu (master)


- Tingkat wawalu (Grandmaster)


- Tingkat Sasio (Epic)

__ADS_1


- Tingkat Sampulu (Legendaris)


- Tingkat Absolute. (Absolute)


__ADS_2