Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menemukan Tongkat Kaisar Rotan Api


__ADS_3

Saat ini Madika sudah berada di lantai ke tiga.


saat Madika tiba di lantai tiga itu kini Madika pun langsung tertegun ketika melihat begitu banyak senjata energi tingkat 8 hingga 9.


Namun yang membuat Madika sempat tertegun bukan karena tingkat senjata tersebut, melain-kan jumlah harga untuk satu senjata tersebut yang sangat-lah mahal.


"ya ampun, tempat ini benar-benar hanya bisa di datangi oleh orang kaya saja." batin Madika sambil tersenyum hambar dan mengedut-kan mata-nya berkali-kali.


Setelah itu Madika pun kembali berjalan mengelilingi lantai tiga yang juga terbilang luas itu.


hingga akhir-nya berhasil menemu-kan pecahan tongkat kaisar rotan api itu.


"tidak salah lagi!.... ini tongkat kaisar rotan api!" batin Madika sambil


Tak lama setelah itu, kini seorang pria yang bertugas menjaga sederet senjata energi yang di hampiri Madika saat ini melihat Madika yang tampak tertarik dengan tongkat kaisar rotan api.


Pria itu dengan pun langsung menghampiri Madika.


"ada yang yang bisa saya bantu?" tanya pria itu menyapa Madika dengan sopan.


"aku mau senjata energi ini!"


Ucap Madika serentak dengan seorang gadis yang saat ini berada di samping-nya.


kedua-nya menunjuk ke arah tongkat kaisar rotan api.


Si penjaga yang bertugas itu pun kini hanya bisa tersenyum bingung.


"waduh.... semoga saja tidak terjadi masalah di sini." batin pria itu sedikit khawatir karena biasa-nya jika ada yang memperebut-kan senjata seperti ini pasti akan berujung pada pertarungan.


"heh?.... kau juga mengingin-kan senjata unik ini?" ucap gadis itu bertanya sambil menatap Madika dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"hahahaha....."


gadis itu langsung tertawa mengejek saat selesai memperhati-kan penampilan Madika yang pakaian-nya terkesan biasa saja.


"sebaik-nya kau sadar diri dulu sebelum mengingin-kan sesuatu." ucap gadis itu dengan angkuh sambil memandang rendah Madika.


Madika hanya diam dan tidak mempeduli-kan ucapan serta perlakuan gadis itu.


"aku ingin membeli benda ini." ucap Madika menyembunyi-kan nama tongkat tersebut.


"baik tuan, saya akan mengurus-nya untuk anda." ucap pria yang mengawasi tempat itu.

__ADS_1


Kemudian pria itu pun langsung membuka kaca lemari tempat senjata itu berada.


lalu ia mengeluar-kan tongkat berukuran 30 cm itu dari tempat-nya.


"harga-nya sesuai dengan yang tertera di sini." ucap pria itu sambil menunjuk sopan ke arah harga yang terpampang di lemari kaca tersebut.


Belum saja Madika menjawab, kini gadis itu kembali tertawa.


"hahahaha.... memang-nya orang seperti dia ini bisa membeli-nya?" ucap gadis itu dengan angkuh meremeh-kan Madika.


Gadis itu kemudian berjalan mendekati pria yang saat ini memegang tongkat.


dengan langkah yang sok anggun gadis itu berjalan sambil memain-kan rambut-nya mengguna-kan jari telunjuk-nya.


"bocah ini tidak akan mampu membeli-nya.... jadi biar aku saja yang membeli-nya." ucap gadis itu merayu si pria.


Madika yang mendengar ucapan gadis itu kini hanya mendecak-kan lidah-nya dengan kesal.


"bocah?!.... apa gadis ini tidak sadar kalau dia sendiri juga masih bocah?!" batin Madika.


Sementara itu, si pria yang menjaga senjata energi di tempat itu kini hanya bisa tersenyum hambar karena tampak-nya Madika dan gadis itu akan segera berebutan.


"ehm.... begini saja, bagaimana kalau kalian berdua menawar-kan harga untuk tongkat kecil ini.... siapa yang bisa memberi tawaran termahal akan ku berikan pada-nya." ucap pria itu yang masih berusaha tersenyum ke arah mereka berdua.


lalu ia menoleh ke arah gadis yang berparas cantik dengan gaun indah yang ia kenakan.


"dari penampilan-nya seperti-nya gadis ini berasal dari keluarga kaya, tapi, yang membuat-ku penasaran, apa-kah dia tahu tentang pecahan tongkat ini atau dia hanya kebetulan menginginkan-nya?" batin Madika bertanya-tanya.


"apa anda yakin ingin memberi-kan ini pada penawar dengan harga tertinggi?" tanya Madika memasti-kan.


"ya, tentu saja.... hanya itu jalan satu-satunya yang bisa di lakukan untuk menengahi hal ini." jawab pria itu.


"hahahaha."


gadis kaya itu kembali tertawa.


"mudah saja, aku hanya akan membayar sesuai dengan harga yang tertera di sini." ucap gadis itu sambil tersenyum.


"lagi-pula bocah ini tidak akan mungkin bisa membeli-nya dengan harga itu." ucap gadis itu dengan ekspresi merendah-kan Madika.


"aku punya satu kilogram emas, apa ini cukup?" tanya Madika dengan ekspresi datar sambil memuncul-kan emas dari ruang penyimpanan milik-nya.


Seketika mata pria itu langsung terbelalak karena terkejut.

__ADS_1


hal itu di karena-kan emas adalah material yang sangat berharga dan langka di Agrillis.


yang membuat material itu berharga karena emas pasti akan di beli dengan harga mahal oleh perusahaan Elang Hitam yang merupa-kan perusahaan yang banyak menghasil-kan teknologi-teknologi baru di Dunia ini.


Tentu saja hal itu membuat si pria langsung terkejut saat di depan mata-nya ada sebuah emas dengan berat satu kilogram.


Di sisi lain, gadis kaya yang sebelum-nya sangat angkuh itu langsung terkejut.


namun karena ia tidak ingin terlihat kalah, ia pun segera menyembunyi-kan ekspresi-nya.


"humpp!!!.... hanya emas satu kilogram saja?.... aku juga bahkan bisa membeli emas-mu itu dengan mudah." ucap gadis itu memamer-kan kekayaan-nya.


Mendengar ucapan gadis kaya itu, pria penjaga itu pun langsung menatap si gadis.


"kalau memang begitu, maka coba-lah membeli tongkat kecil ini mengguna-kan uang yang harga-nya setara dengan emas ini." ucap pria itu dengan ekspresi malas.


Gadis itu langsung kesal mendengar ucapan si pria itu. ia merasa terpukul mundur oleh kata-katanya.


"diam kau!" ucap gadis itu dengan kesal.


Gadis itu tak tahu harus berkata apa.


ia memang sejak awal ingin membeli tongkat itu karena ingin mengoleksi-nya saja.


Berdasar-kan pandangan orang-orang yang tidak mengetahui kekuatan tongkat itu, mereka menganggap tongkat itu sebagai senjata unik yang tingkatan-nya tidak bisa di ketahui.


Namun karena tongkat kecil itu memancar-kan aura yang sangat kuat, maka mereka pun menyimpul-kan tingkatan yang mungkin cocok untuk tongkat kecil ini.


Mereka pun menyimpul-kan bahwa tongkat ini memiliki tingkatan yang sama dengan senjata energi tingkat delapan atau bahkan tingkat sembilan.


Terlepas dari aura dan perkiraan tingkatan-nya. senjata unik ini justru sulit di guna-kan karena hingga kini belum ada yang tahu bagaimana cara mengguna-kan serta apa fungsi dari tongkat kecil tersebut.


Si gadis pun kini menyerah.


ia yang hanya ingin mengoleksi saja tentu tidak mau mengambil resiko dengan membayar benda itu di luar harga-nya karena harga emas itu sangat jauh dari harga asli tongkat kecil itu.


"tchi!.... ambil saja benda tak berguna itu." ucap gadis itu dengan ekspresi kesal sambil berbalik badan.


Kemudian gadis itu pun langsung pergi dan meninggal-kan Madika bersama pria itu.


gadis itu tidak mau memperpanjang masalah karena diri-nya tidak ingin mendapat respon negatif dari pemilik toko senjata ini.


Pria itu kini hanya bisa bernafas lega saat melihat gadis itu pergi dan merela-kan tongkat kecil itu pada Madika.

__ADS_1


__ADS_2