Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Hadiah Dari Murid Di Masa Lalu


__ADS_3

Setelah Madika berhasil membuka segel yang ada di pintu itu, kini pintu itu pun langsung terbuka dengan sendiri-nya.


Lalu Madika pun langsung berjalan santai masuk ke dalam ruangan itu.


ruangan itu sangat gelap dan tak ada sedikit-pun cahaya penerang di sana.


"hmm.... apa jangan-jangan pemilik kekaisaran ini sebelum-nya adalah murid-ku satu-satunya itu?" batin Madika sambil berjalan masuk.


Kini Madika pun berjalan masuk ke ruangan itu, dan saat Madika menginjak-kan kaki-nya ke lantai yang terbuat dari sebuah kristal, tiba-tiba seluruh ruangan itu langsung berubah menjadi terang.


hal itu pun membuat Madika sedikit terkejut saat melihat ke seluruh ruangan itu.


Ruangan itu terlihat cukup luas dan memanjang ke depan.


sementara di depan sana tampak ada dua tugu yang di atas-nya terdapat satu pecahan tongkat kaisar rotan api dan di atas tugu yang satu-nya terdapat sebuah kotak yang cukup besar dengan ukuran 30 X 30 cm yang mana isi-nya masih belum di ketahui.


Madika yang melihat hal itu kini langsung penasaran untuk masuk ke sana.


namun entah kenapa firasat Madika saat ini sedang tidak enak.


ia merasa seolah diri-nya terus di buntuti oleh sesuatu.


Perasaan ini sebenar-nya sudah terjadi sangat lama, namun selama ini Madika terus mengabaikan-nya.


akan tetapi, entah kenapa kini Madika merasa bahwa ini saat-nya bagi dia untuk tidak boleh mengabai-kan hal itu lagi.


"rasa-nya ini sudah sangat buruk.... aku tak boleh membiar-kan diri-ku merasa-kan hal ini terus menerus.... aku tidak tahu apa penyebab-nya, akan tetapi...." ucap Madika menggantung-kan perkataan-nya sambil menoleh ke belakang tepat ke arah pintu masuk itu, dan saat ia melihat ke arah pintu masuk itu, kini ia pun bisa melihat sekelompok kupu-kupu dengan bermacam-macam variasi warna sedang beterbangan di depan pintu itu.


"apa mungkin kupu-kupu itu penyebab-nya?" batin Madika yang kini menatap kupu-kupu itu dengan curiga.


"tentu saja sialan!.... lagi pula bagaimana mungkin di tempat ini bisa ada kupu-kupu sebanyak itu!" bentak Madika dalam hati yang menekan-kan sebuah fakta pada diri-nya sendiri.

__ADS_1


Lalu dengan cepat Madika langsung mengangkat tangan kanan-nya dan menembak-kan jarum angin ke arah para kupu-kupu itu hingga seluruh kupu-kupu itu langsung mati.


setelah itu, Madika pun langsung menghempas-kan seluruh kupu-kupu itu dan membuat seluruh mayat kupu-kupu terhempas jauh dari pintu masuk itu.


Madika yang melihat hal itu kini menghela nafas lega saat seluruh kupu-kupu itu telah tersingkir dari pintu masuk.


"baik-lah, waktu-nya mengambil kembali pecahan tongkat kaisar rotan api milik-ku." ucap Madika sambil tersenyum tipis.


******


Saat ini, di sebuah tempat di mana Kindo dan Gupo serta para rekan mereka berada tampak langsung kesal saat melihat bahwa sekelompok kupu-kupu milik mata-mata rahasia mereka itu kini di bunuh oleh Madika.


hal itu pun membuat mereka tak bisa mengetahui apa yang sedang Madika lakukan setelah itu.


"sial!.... bocah itu mengetahui pemantauan-ku!" ucap pemilik kupu-kupu tersebut.


"bocah itu sebenar-nya sudah lama tahu tentang kupu-kupu mu atau dia baru tahu saat ini?" ucap si Kindo dengan ekspresi kesal.


"sudah-lah.... lagi pula sudah terlanjur ketahuan.... sebaik-nya kita bergerak sekarang juga jika ingin mendapat-kan tongkat itu." ucap Gupo menengahi pembicaraan orang bertopeng itu dan Kindo.


"kau benar kak Gupo!.... ayo kita pergi sekarang!" ucap Kindo dengan semangat dan rasa kesal yang saling campur aduk.


"hmm...." gumam Gupo sambil mengangguk sekali.


Setelah itu kini mereka semua pun langsung mulai bergerak.


"semua-nya, ayo kita bergerak sekarang!" ucap Kindo sambil menoleh pada para rekan-nya.


"siap kak Kindo!" ucap rekan Kindo dengan serentak dan kemudian langsung berlari lebih dulu mendahului kelompok Gupo.


Sementara itu, kini Gupo pun langsung menoleh ke arah para rekan-nya, dan setelah itu ia langsung mengangguk.

__ADS_1


Seketika itu juga para rekan Gupo langsung mengangguk dengan serentak dan setelah itu mereka pun juga langsung bergerak.


Sementara itu, pria bertopeng itu pun juga kini mengikuti Gupo dan yang lain-nya.


Sambil mereka berlari, kini si pria misterius itu mulai membuka topeng-nya dan menunjuk-kan wajah asli-nya pada Gupo dan Kindo.


"aku yakin kalian sudah mengerti rencana kita saat ini." ucap orang itu yang ternyata seorang gadis.


Seketika itu juga Gupo dan Kindo pun langsung terpesona pada kecantikan gadis itu.


wajah mereka berdua bahkan langsung memerah saat melihat sosok gadis tersebut.


"tentu saja kami mengerti!" jawab Kindo dan Gupo dengan serentak.


********


Saat ini, di ruang tempat pecahan tongkat kaisar rotan api itu berada, kini Madika terlihat susah berdiri di depan pecahan tongkat itu.


ia kemudian melihat ada sebuah tulisan di tugu tersebut, dan tulisan itu kemungkinan di tulis oleh murid-nya di masa lalu.


Kutipan tulisan.


'guru, jika suatu saat anda benar-benar berhasil bereinkarnasi ke masa depan, maka aku yakin hanya anda seorang-lah yang bisa membuka segel ini dan masuk ke dalam ruangan ini, karena itu aku memilih menyimpan salah satu senjata kesayangan anda di sini yakni pecahan tongkat kaisar rotan api.... namun sebelum-nya aku minta maaf karena aku hanya bisa menyimpan satu pecahan tongkat anda.... aku sudah mencoba mencari pecahan tongkat lain-nya, akan tetapi aku tak bisa menemukan-nya hingga akhir hayat-ku.... jadi, sebagai permohonan maaf karena tak dapat menyimpan semua pecahan tongkat kaisar rotan api yang sangat anda sayangi ini, maka aku menyiap-kan satu senjata pusaka untuk anda.... anda bisa melihat senjata pusaka itu di dalam kotak yang ada di sebelah pecahan tongkat ini.... semoga anda menyukai hadiah dari-ku.... yang ada di dalam kotak itu adalah pusaka raja kera, dengan mengguna-kan pusaka itu, maka anda bisa mengendali-kan ribuan pasukan kera yang memiliki kekuatan setara dengan hewan monster tingkat elit ke bawah.... ku harap pusaka ini bisa membantu anda di kemudian hari.... salam hangat dari murid mu satu-satunya.... Julian.'


Setelah membaca tulisan itu, kini Madika sedikit merasa-kan nostalgia terhadap murid satu-satunya itu.


Setelah beberapa saat bernostalgia, kini Madika pun mulai memutus-kan untuk segera mengambil dan menyatu-kan pecahan tongkat kaisar rotan api itu.


lalu Madika pun langsung membuang tongkat yang ada di tangan-nya itu ke udara, setelah itu ia mengguna-kan energi Saga milik-nya untuk menahan tongkat-nya itu agar tetap melayang di udara.


Sesudah itu, kini Madika pun langsung mengangkat tangan kiri-nya ke arah pecahan tongkat kaisar rotan api yang ada di atas tugu tersebut, lalu ia pun segera mengguna-kan Saga dari tangan kiri-nya itu untuk mengambil pecahan tongkat kaisar rotan api itu dan kemudian mulai mendekat-kan pecahan itu pada dua pecahan tongkat yang sudah saling menyatu.

__ADS_1


__ADS_2