
Saat ini, si monster kadal itu telah berhasil membuat sangat banyak tombak api yang bersinar.
tombak-tombak api itu kini melayang-layang di atas si monster itu.
Sementara itu, Madika yang melihat hal itu pun langsung memperkuat kedua pedang di tangan-nya.
"serangan monster kadal ini seperti-nya tidak akan bisa ku tahan mengguna-kan perisai angin-ku!" batin Madika.
setelah itu Madika pun mengayun-kan kedua pedang-nya dengan beberapa variasi gerakan.
setelah itu ia pun langsung menghentak-kan kedua pedang-nya itu di sisi kiri dan kanan tubuh-nya.
seketika pedang angin itu mengalami sedikit perubahan.
panjang pedang-nya sedikit bertambah, dan bentuk gagang-nya juga berubah.
yang sebelum-nya gagang-nya berbentuk polos kini memiliki bentuk seperti dua taring di bagian yang tersambung dengan mata pedang-nya.
di saat yang bersamaan angin yang cukup kuat langsung berhembus dari arah pedang itu.
angin itu membuat rambut dan jubah yang di gunakan oleh Madika bergerak-gerak mengikuti arah angin yang sangat acak.
Setelah Madika berhasil memperkuat kedua pedang-nya, kini si monster kadal itu pun langsung melancar-kan serangan-nya.
Madika yang melihat hal itu kini langsung mengeluar-kan semua keterampilan berpedang-nya untuk menangkis serangan bertubi-tubi dari tombak api milik si monster kadal itu.
"monster kadal ini ternyata tau cara membuat orang kerepotan!" batin Madika.
Tak lama setelah itu, Madika pun tiba-tiba langsung mendapat-kan ide agar bisa melakukan serangan balik.
"pedang ini telah ku perkuat, jadi meski-pun aku hanya menangkis menggunakan gerakan biasa, maka aku tetap bisa menahan serangan-nya.... di lain sisi, karena aku tak butuh jurus untuk menggunakan pedang ini, maka itu berarti aku bisa menggunakan langkah angin sekarang!" batin Madika.
lalu Madika pun langsung mengguna-kan langkah angin untuk bergerak ke sana kemari saat menghindari serangan dari tombak-tombak api itu.
kini langkah angin Madika itu pun langsung menghasil-kan gelombang angin dengan tekanan yang cukup kuat untuk membuat si monster kadal itu terdorong mundur.
kini gelombang angin itu menghantam si monster kadal dan membuat monster kadal itu terdorong mundur.
__ADS_1
"hahahaha.... ternyata berhasil!" ucap Madika dalam hati sambil pasang ekspresi senang.
lalu Madika pun langsung berlari ke arah monster kadal itu sambil terus mengguna-kan jurus langkah angin.
Saat Madika tiba di depan si monster kadal itu, kini Madika pun langsung melompat ke atas monster itu.
setelah itu ia pun melakukan tebasan memutar di udara.
tebasan memutar itu pun kini membuat kepala si kadal itu terlepas dari tubuh-nya.
kini monster kadal itu langsung berhenti bergerak.
tak lama setelah itu kepala-nya langsung jatuh dan menggelinding di tanah.
Melihat hal itu, tuan Mawata pun langsung tersenyum puas melihat potensi yang di miliki oleh Madika.
"dia bisa menyelesai-kan pertarungan-nya dengan cepat.... bagus-bagus." ucap tuan Mawata dengan ekspresi wajah yang tampak puas dengan pencapaian Madika.
Tak lama setelah itu, kini Madika mendarat di depan tuan Mawata.
"aku sudah mengumpul-kan tiga, sekarang hanya tersisa empat lagi." ucap Madika pada tuan Mawata.
"uhm.... " gumam tuan Mawata menanggapi sambil mengangguk.
Setelah itu tuan Mawata pun langsung membalik-kan tubuh-nya ke arah samping.
setelah itu ia langsung melambai-kan tangan-nya.
"sebaik-nya kita tak perlu buang-buang waktu, sekarang, lawan-mu selanjut-nya adalah mahluk ini." ucap tuan Mawata sambil melambai-kan tangan-nya.
di saat yang bersamaan, kini dari bawah tanah muncul sebuah kurungan api yang sama seperti sebelum-nya, dan kini di dalam kurungan api itu tampak seekor monster banteng terlihat sedang berdiri layak-nya manusia dengan tatapan yang sangar di mata-nya.
banteng itu memiliki otot tubuh yang sangat besar, ia memiliki otot perut dan otot dada yang tersusun dengan sangat baik, serta diri-nya memiliki kedua tangan yang juga memiliki otot-otot yang perkasa.
hal itu pun menambah kesan sangar pada diri monster banteng itu.
"monster banteng ini akan jadi lawan-mu selanjut-nya, tapi untuk melawan monster banteng ini yang harus kau waspadai bukan-lah kekuatan dari si banteng itu, melain-kan kekuatan sebuah kapak besar yang saat ini sedang berada di tangan kanan-nya." ucap tuan Mawata memberi saran.
__ADS_1
Mendengar saran itu, Madika pun langsung melihat ke arah kapak besar yang ada di tangan monster banteng itu.
saat ini monster banteng itu tampak tidak banyak bergerak karena hampir seluruh tubuh-nya terikat oleh rantai yang muncul dari lantai kurungan yang ia tempati.
"apa kapak-nya itu memiliki kekuatan khusus?" tanya Madika memasti-kan.
"uhm..." gumam tuan Mawata sambil mengangguk-kan kepala-nya. "kapak besar itu adalah sebuah senjata energi tingkat 5, dengan kata lain, kekuatan dari kapak itu tidak berbeda jauh dari monster tingkat elite." ucap tuan Mawata menjelas-kan.
"itu arti-nya, meskipun si banteng ini masih tingkat veteran, namun dengan ada-nya kapak besar itu, maka si banteng ini bisa di bilang sudah setara dengan tingkat elite begitu?" ucap Madika menanggapi sambil memasti-kan.
"ya benar sekali." ucap tuan Mawata. lanjut-nya, "baik-lah, dari pada berlama-lama, bagaimana kalau langsung di mulai saja.... apa kau sudah siap?" tanya tuan Mawata sambil menoleh pada Madika.
"aku siap kapan pun anda mau melepaskan-nya." ucap Madika dengan penuh percaya diri.
Mendengar ucapan Madika, kini tuan Mawata pun langsung melepas-kan banteng itu dari kurungan-nya, dan rantai-rantai yang sebelum-nya mengikat banteng itu kini terlepas.
Saat banteng itu terlepas, kini si banteng itu pun langsung meluap-kan amukan-nya.
ia berteriak dengan keras dan membuat udara di sekitar-nya bergetar.
Madika yang melihat hal itu tentu tidak bisa diam saja. ia merasa sebaik-nya segera menyelesai-kan semua ujian ini dengan cepat agar Natalia tidak khawatir menunggu diri-nya di rumah.
"berisik!" ucap Madika sambil berlari ke arah banteng itu sambil mengguna-kan jurus langkah angin.
kini si monster banteng itu terkena gelombang angin yang di hasilkan oleh langkah angin Madika.
gelombang angin yang cukup kuat itu kini menghantam banteng itu dan membuat-nya sedikit terdorong berkali-kali ke belakang.
Si banteng kini menjadi risih karena baru keluar dari kurungan langsung di serang bahkan sebelum diri-nya siap untuk bertarung.
hal itu pun membuat si banteng langsung mengeluar-kan suara keras, dan kemudian menghentak-kan kaki-nya ke tanah.
seketika itu juga sebuah perisai es transparan terbentuk.
perisai es transparan itu memiliki bentuk setengah lingkaran, dan kini si banteng itu berada di dalam perisai setengah lingkaran tersebut.
hal itu pun membuat serangan gelombang angin Madika kini bisa di blokir oleh si banteng.
__ADS_1