
Kini tuan Mawata telah lenyap dari hadapan Madika.
Madika yang melihat kepergian tuan Mawata kini hanya diam, dan tanpa membuang-buang waktu, kini Madika pun langsung menyimpan tongkat-nya ke dalam ruang penyimpanan milik-nya. setelah itu ia pun langsung duduk bersila dan mulai mengguna-kan sebuah teknik pemulihan Saga yang pernah di ajar-kan Bunggu kepada-nya.
"sebelum-nya Bunggu pernah mengajari-ku cara mempercepat pemulihan energi.... ini benar-benar sangat berguna di saat yang mendesak seperti ini." ucap Madika sambil melakukan beberapa variasi gerakan tangan. hingga akhir-nya Madika tampak membuat kedua telapak tangan-nya saling berhadapan di depan titik dari inti Saga-nya, yakni di bagian pusar.
kemudian tampak energi netral yang tersebar di udara perlahan mendekati Madika.
energi netral itu kini berkumpul di tengah-tengah telapak tangan Madika yang saling berhadapan, dan energi netral itu tampak berwarna putih, dan kini terlihat sedang terus di padat-kan di tengah-tengah telapak tangan Madika.
Setelah energi netra itu berhasil di padat-kan, kini energi netral itu memiliki bentuk bulat, dan besar-nya seperti sebuah kelereng.
Melihat energi netral itu berhasil di padat-kan, Madika pun langsung memegang energi netral itu mengguna-kan jari tunjuk dan ibu jari-nya.
energi netral padat itu tampak memancar-kan aura berwarna putih.
Madika yang melihat hal itu kini langsung tersenyum karena diri-nya bisa dengan mudah menggunakan teknik ini tanpa mengalami kesalahan sedikit-pun.
"seandai-nya teknik mempercepat kenaikan level bisa di lakukan semudah ini, maka sudah pasti tingkatan-ku saat ini bisa setara dengan Natalia atau mungkin bisa lebih tinggi dari Natalia." batin Madika.
kemudian Madika pun langsung menelan energi netral padat itu, dan kemudian ia langsung melanjut-kan semedi-nya untuk segera mengekstrak energi netral itu untuk memulih-kan Saga-nya.
note: teknik mempercepat pemulihan Saga berbeda dengan teknik mempercepat kenaikan level Saga.
Saat ini, energi netral padat yang sebelum-nya di telan oleh Madika langsung menyebar ke seluruh tubuh Madika. kemudian energi netral itu langsung di ekstrak di dalam tubuh Madika. hingga akhir-nya energi netral itu perlahan menjadi energi Saga, dan energi Saga itu pun perlahan bergerak menuju ke inti Saga Madika dan langsung tertampung di inti Saga itu.
setelah beberapa jam kemudian, kini energi Saga Madika telah pulih secara keseluruhan, dan kini Madika pun sudah siap untuk bertarung.
Madika pun perlahan membuka mata-nya dan setelah itu ia pun langsung berdiri.
__ADS_1
"akhir-nya energi Saga-ku telah pulih secara keseluruhan.... ini saat-nya untuk melanjut-kan pertarungan untuk mendapat-kan bola energi yang terakhir." ucap Madika dalam hati sambil memperhati-kan tubuh-nya sendiri.
Setelah itu Madika pun langsung memanggil tuan Mawata, dan benar saja, seperti yang tuan Mawata sebut-kan sebelum-nya, ketika diri-nya di panggil dia akan segera menemui Madika.
kini tuan Mawata pun muncul tiba-tiba di depan Madika.
"apa kau sudah siap untuk ujian yang terakhir?" tanya tuan Mawata dengan niat memastikan.
"uhm." Madika mengangguk sekali sambil bergumam. lanjut-nya, "aku sudah siap." jawab Madika dengan percaya diri.
"baiklah, kalau begitu akan ku beri tahu-kan pada-mu siapa lawan-mu selanjut-nya." ucap tuan Mawata sambil berbalik badan dan membelakangi Madika.
"apa kau ingat bagaimana kalian bisa tiba di pulau ini saat kalian masih berada di tengah lautan?" tanya tuan Mawata.
Mendengar pertanyaan itu, Madika pun langsung berusaha mengingat kembali apa yang terjadi sebelum mereka berada di pulau ini.
"lagi?" balas tuan Mawata dengan singkat meminta Madika melanjut-kan cerita-nya.
Lalu Madika pun melanjut-kan cerita-nya.
"oh iya, saat kami di serang oleh sekelompok monster ikan, tiba-tiba pulau ini mengalami gempa yang cukup kuat, sampai-sampai terjadi getaran di lautan dan mengakibat-kan gelombang terjadi di lautan yang tenang itu.... saat gempa itu terjadi, para ikan yang mengincar kami langsung melarikan diri seolah takut akan sesuatu.... dan situasi yang paling mengerikan adalah saat kemunculan seekor ikan misterius yang sangat besar.... ikan itu keluar dari dasar laut, kepala-nya sangat besar, bentuk-nya mungkin seperti belut raksasa, dan itu benar-benar sangat besar serta menakutkan.... aku bahkan sampai bisa merasa-kan aura mengerikan yang terpancar dari ikan misterius itu.... namun beruntung-nya aku dan Natalia terdorong oleh ombak yang di hasil-kan oleh ikan misterius itu, dan akhir-nya kami pun bisa sampai ke pulau ini karena ombak itu." ucap Madika menjelas-kan panjang lebar.
"bagus, kau masih mengingat-nya, kalau begitu, biar ku perkenal-kan lawan-mu selanjut-nya." ucap tuan Mawata sambil berbalik dan menghadap pada Madika.
Mendengar perkataan tuan Mawata barusan membuat Madika langsung terbelalak.
ia tiba-tiba merasa akan ada bencana besar yang harus ia hadapi.
rasa-nya diri-nya seolah sudah bisa menebak siapa yang akan menjadi lawan-nya kali ini.
__ADS_1
"jangan-jangan...." batin Madika sambil pasang ekspresi terkejut.
"lawan-mu selanjut-nya adalah pulau ini!" ucap tuan Mawata dengan ekspresi yang terlihat sangat serius.
"ehh?...." Madika mendadak bingung ketika tuan Mawata berkata bahwa lawan-nya selanjut-nya adalah pulau ini. "ehm.... apa maksud anda?" tanya Madika memastikan.
Mendengar pertanyaan Madika itu, tuan Mawata pun langsung berjalan pelan mendekati Madika.
"pulau ini asli-nya adalah seekor monster kura-kura yang sangat besar, dan ikan misterius yang kau sebut-kan dalam cerita-mu barusan adalah kepala dari si kura-kura raksasa itu." ucap tuan Mawata.
Mendengar penjelasan itu Madika pun makin terkejut, dan entah kenapa rasa percaya diri-nya yang sebelum-nya membara bagai-kan api kini perlahan padam dan menghilang.
"ba.... bagaimana mungkin aku bisa mengalah-kan monster kura-kura itu!" ucap Madika dengan ekspresi yang terlihat mulai panik.
Mendengar perkataan Madika, tuan Mawata pun langsung menepuk bahu Madika dengan pelan sambil berjalan melewati Madika.
"ini adalah ujian terakhir, kau harus menyelesaikan-nya dengan cara apa-pun.... jika tidak bisa menyelesaikan-nya, maka kau gagal dan kau tidak akan bisa mewarisi kekuatan-ku sampai kapan-pun." ucap tuan Mawata yang kemudian langsung menghilang dari tempat itu.
Madika pun langsung membalik-kan badan-nya ke arah tuan Mawata yang kini telah menghilang.
"setidak-nya berikan aku petunjuk!" teriak Madika.
Setelah itu terdengar suara yang menggema di dalam gua besar itu.
"lakukan saja dengan berbagai cara, terserah mau bagaimana, asal-kan kau bisa mendapat-kan bola energi-nya maka kau bisa mewarisi kekuatan-ku." ucap tuan Mawata. "dan juga, saat ini kau harus membawa enam bola energi itu agar kau bisa menggunakan energi saga-mu di luar gunung ini.... kau membutuh-kan setidak-nya tiga bola energi agar bisa menggunakan energi-mu di luar sana." sambung-nya.
Mendengar penjelasan singkat itu, Madika pun kini hanya bisa terdiam, ia tidak tahu harus bagaimana sekarang.
"apa aku bisa menang?" pikir Madika.
__ADS_1