Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tetua Kabosu Vs Rukadu


__ADS_3

Saat ini tetua Kabosu tampak berhasil menahan pedang api raksasa milik Rukadu menggunakan Golem es raksasa miliknya.


Pedang api raksasa yang melesat dengan cepat dan hampir saja mengenai tetua Kabosu kini sudah berhasil di hentikan dan tidak hanya itu saja, kini tetua Kabosu dengan segera menggerakkan jari tangannya dan seketika itu juga golem es raksasa miliknya itu pun langsung mematahkan pedang api raksasa yang sudah ia tangkap itu.


"Sepertinya aku benar-benar sudah tak punya pilihan lain selain menghadapi-mu dengan serius!" ucap tetua Kabosu.


Lalu tetua Kabosu pun segera menggerakkan kedua pergelangan tangganya dengan beberapa variasi bentuk gerakan dan setelah itu kini golem es yang melayang di udara itu langsung berlari ke arah Rukadu.


Golem es raksasa itu berlari di udara layaknya sedang berlari di permukaan tanah dan saat berada di dekat Rukadu si Golem es raksasa itu langsung mengayunkan tangan kanannya untuk memukul Rukadu.


Melihat hal itu, Rukadu pun segera mundur dan menghindari pukulan si Golem es raksasa itu.


Setelah Rukadu mundur ke belakang, kini golem itu kembali mengayunkan tangan yang satunya yakni tangan kirinya untuk menyerang sambil berjalan maju.


Namun pukulan tangan kiri itu juga berhasil di hindari oleh Rukadu.


Golem itu kini terus menyerang Rukadu dengan tinjunya.


Berbagai macam gerakan pukulan dan tendangan di lancarkan oleh Golem yang di kendalikan oleh tetua Kabosu itu, namun semua serangan itu berhasil di hindari bahkan di tangkis oleh Rukadu dengan berbagai macam gerakan dan jurus miliknya.


Setelah menghindari satu pukulan dari Golem es raksasa itu, kini Rukadu melompat ke udara dan kini ia berada tepat di depan wajah si Golem es raksasa itu.


Setelah berada di depan wajah Golem itu, kini Rukadu langsung memutar tubuhnya sambil mengayunkan kaki kanannya serta menyelimuti kaki kanannya itu menggunakan api yang berkobar-kobar.


Kini tendangan api yang sangat kuat dari Rukadu pun langsung mengenai leher Golem es tersebut dan di saat yang bersamaan terjadilah ledakan yang cukup kuat dan membuat si Golem es raksasa itu langsung terhempas cukup jauh.


Seketika tetua Kabosu langsung tersentak saat Golem es raksasa yang di kendalikannya itu terkena tendangan dari Rukadu.

__ADS_1


Tetua Kabosu yang melihat Golem miliknya terhempas kini tidak tinggal diam.


Ia kini langsung menggerakkan tangannya dengan sedikit hentakkan dan di saat itu juga golem es raksasa itu langsung hancur berkeping-keping dan kepingan-kepingan es dari Golem raksasa itu langsung membentuk pedang dalam jumlah yang sangat banyak.


"Terima ini!" Ucap tetapi Kabosu sambil mengibaskan tangan kanannya ke depan dan seketika itu juga pedang es yang sangat banyak itu langsung melesat ke arah Rukadu.


Sementara itu, Rukadu yang melihat serangan pedang es dalam jumlah banyak itu pun kini langsung memunculkan pedang api dalam jumlah banyak.


Meskipun pedangnya muncul agak sedikit lebih lambat dari pedang es milik tetua Kabosu yang kini sudah melesat itu, namun beruntungnya pedang api dalam jumlah banyak itu masih sempat di lesatkan oleh Rukadu.


Kini pedang api dalam jumlah banyak juga langsung di lesatkan oleh Rukadu.


Rukadu mengayunkan tangannya ke depan dan seketika itu pula seluruh pedangnya langsung melesat.


Kini pedang es dan pedang api saling berhantaman, namun karena esensi dari Saga milik tetua Kabosu lebih kuat, maka kini serangan Kabosu pun lebih unggul dan berhasil menghancurkan pedang api milik Rukadu dengan sedikit usaha.


Di tempat yang jauh dari lokasi pertarungan Rukadu dan tetua Kabosu, kini terlihat tetua Lagonu yang sedang bertarung dengan mantan tetua klan petir, yakni Akina.


Di sisi lain, Akina yang saat ini sedang memegang sebuah tombak petir di tangannya langsung melemparkan tombak petirnya itu ke arah tetua Lagonu yang sedang melesat ke arahnya.


Tombak petir itu pun kini melesat cepat menghampiri tetua Lagonu dan di saat tombak itu berada kira-kira 20 meter dari tetua Lagonu, kini tombak itu langsung terbagi menjadi lima tombak.


Tetua Lagonu yang melihat hal itu tampak tidak terkejut dan terus melesat.


Tetua Lagonu pun kini langsung memunculkan pedang angin miliknya dan dengan cepat tetua Lagonu memanfaatkan pedang di kakinya untuk di hantam-kan pada salah satu tombak milik Akina.


Tetua Lagonu langsung melompat ke udara dan pedang yang sebelumnya ia gunakan untuk terbang dan melesat cepat ke arah Akina kini menghantam salah satu tombak petir milik Akina itu.

__ADS_1


Setelah itu, kini tetua Lagonu pun menebas beberapa tombak yang tersisa menggunakan pedang di tangannya.


Tampak tetua Lagonu yang melompat di udara itu kini melakukan tebasan memutar untuk menghindar serta menebas tombak-tombak petir yang tersisa itu.


Setelah tetua Lagonu berhasil menangkis semua serangan itu, kini tampak Akina yang mulai melesat ke arah tetua Lagonu.


Tetua Lagonu yang sebelumnya melompat dari pedang yang ia gunakan untuk terbang itu kini langsung mengayunkan tangan kanannya ke bawah dan seketika itu juga di bawah kaki tetua Lagonu kini muncul lagi sebuah pedang angin yang besar dan bisa ia gunakan sebagai pijakan untuk terbang di udara.


Kini tetua Lagonu kembali bisa melayang dan terbang menggunakan pedang tersebut.


Sementara itu Akina kini sudah berada dekat dengan tetua Lagonu.


Dengan segera Akina pun memunculkan tombak petir miliknya dan setelah itu ia memutar-mutar tombaknya itu sambil terus bergerak cepat mendekati tetua Lagonu.


Setelah itu Akina pun langsung mengayunkan tombaknya itu ke arah leher tetua Lagonu.


Namun dengan cepat tetua Lagonu langsung menepis tebasan tombak petir itu menggunakan pedang anginnya.


Setelah itu tetua Lagonu pun langsung memutar tubuhnya sambil menunduk serta mengayun-kan pedang-nya ke arah perut Akina.


Menyadari serangan tetua Lagonu yang sangat cepat itu, kini Akina pun langsung terbang mundur ke belakang.


Namun tidak cukup sampai di situ saja, kini tetua Lagonu sekali lagi maju sambil memutar arah gerakan pedangnya dan mencoba menebas leher Akina.


Serangan cepat itu pun masih bisa di sadari oleh Akina dan dengan segera Akina memutar tombak petir milik-nya dan kemudian ia pun memblokir tebasan tetua Lagonu ke arah lehernya itu.


Lalu setelah itu Akina pun langsung membalas tebasan tetua Lagonu itu, namun serangan Akina masih bisa di blokir juga oleh tetua Lagonu.

__ADS_1


Kini tetua Lagonu dan Akina pun saling bertarung dengan sangat lincah.


Keduanya memiliki ciri khas sendiri dalam menggunakan senjata mereka dan pergerakan mereka dalam pertarungan jarak dekat itu juga cukup teratur sehingga sampai saat ini keduanya terus beradu keterampilan namun masih belum ada yang terkena serangan dari masing-masing senjata.


__ADS_2