
Saat ini sekelompok Niverom yang sedang bersembunyi di dalam gua tampak-nya sedang merencana-kan sesuatu.
"aku sudah mendapat informasi lain-nya tentang para siswa akademi ksatria Saga itu.... rata-rata dari mereka semua hanya berada di tingkat atas, dan guru-guru mereka hanya berada di tingkat profesional dan Elite.... itu pun guru yang berada di tingkat Elite hanya ada satu orang." ucap si pemimpin kelompok itu dengan tenang.
Saat ini, sekelompok Niverom itu sedang menarget-kan Madika, namun, karena Madika sejak tadi tidak menunjuk-kan kekuatan-nya, jadi-nya para Niverom yang memata-matai diri-nya tidak bisa menebak tingkatan Madika, jadi mereka berpikir bahwa Madika juga masih bagian dari siswa dan masih berada di tingkat atas.
Sementara itu, sekelompok Niverom yang saat ini berkumpul di dalam gua tampak memiliki tingkatan yang sama dengan tingkat profesional, yakni tingkat Alima.
sementara dua Niverom lain-nya berada di tingkat Aono, atau setara dengan tingkat elite, dan si pemimpin kelompok itu sendiri berada di tingkat Papitu, atau setara dengan master.
"jumlah kita saat ini sudah cukup untuk melawan para bocah itu!" ucap si pemimpin.
"saat ini, kita bagi kelompok menjadi tiga! yang satu melawan siswa akademi Parompe dan Walawatu, yang satu-nya lagi melawan siswa akademi Narodo, dan yang ke tiga melawan kelompok akademi Walawatu yang bersama si target.... sementara itu, untuk melawan si target, cukup aku sendiri saja yang melakukan-nya.... kalian bersenang-senang lah dengan lawan kalian!" ucap si pemimpin kelompok sambil melompat turun dari batu yang ia duduki sebelum-nya.
Mendengar perintah si pemimpin, kini seluruh anggota Niverom itu langsung mematuhi pimpinan mereka, dan dengan segera mereka membentuk tiga kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok berisi-kan sepuluh orang.
lalu mereka pun segera bergerak dan mulai berpencar ke dalam hutan.
"ini saat-nya untuk membalas dendam kematian saudara-ku!..... HAHAHAHA." ucap si pemimpin kelompok itu dan kemudian tertawa jahat.
******
Saat ini Madika sedang melesat cepat ke tempat Bu Meri.
ia tampak bergerak dengan lincah saat melompat dari satu pohon ke pohon lain-nya.
"ku harap mereka tidak melakukan hal yang berbahaya." batin Madika.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba Madika menerima informasi dari kloning Askila.
"tuan! aku melihat ada sekelompok Niverom di sini!"
"aku juga melihat sekelompok Niverom!"
__ADS_1
"di sini juga ada!"
"hah?.... Niverom?" Madika sedikit terkejut mendengar tiga kloning memberi laporan tentang tiga kelompok Niverom saat ini.
"coba kalian deteksi berapa tingkatan para Niverom itu, serta jumlah mereka dalam kelompok itu!" perintah Madika.
"di tempat-ku saat ini ada sepuluh orang! mereka semua berada di tingkat Alima.... mereka bergerak ke arah para siswa akademi Narodo!" ucap salah satu kloning, dan seketika di depan Madika muncul layar yang menunjuk-kan situasi sekelompok Niverom yang sedang bergerak saat ini.
"di tempat-ku ada sepuluh orang.... salah satu dari mereka berada di tingkat Aono, sementara yang lain-nya berada di tingkat Alima."
"di tempat-ku juga sama!.... ada sepuluh orang, sembilan dari mereka tingkat Alima, sementara satu-nya lagi tingkat Aono.... mereka tampak-nya bergerak ke arah akademi Parompe dan kelompok Bu Meri!"
"apa?!" seketika Madika terkejut saat mendengar kalau salah satu kelompok sedang bergerak ke arah kelompok Bu Meri.
"bagaimana dengan kelompok yang satu-nya?!" tanya Madika.
"kelompok yang ku pantau saat ini seperti-nya sedang bergerak ke arah Natalia dan kawan-kawan."
"apa?!" sekali lagi Madika terkejut, dan kali ini ia langsung berhenti melesat dan langsung hinggap di salah satu dahan pohon.
"iya tuan, seperti-nya begitu." jawab kloning Askila.
"tchi!.... ini tak bisa di biar-kan!" ucap Madika yang langsung tampak kesal
"Askila!.... perioritas-kan perlindungan pada Natalia dan kawan-kawan!.... aku akan pergi ke tempat Bu Meri untuk memperingati mereka soal kelompok Niverom itu!" ucap Madika memerintah.
"baik tuan! aku akan segera menemui Natalia dan yang lain-nya." ucap Askila dengan patuh.
lalu Askila pun langsung melompat turun dari tubuh Madika.
setelah Askila mendarat ke tanah, kini Askila pun langsung berubah wujud dan langsung membesar.
"baiklah.... aku pergi dulu!.... jaga diri anda baik-baik." ucap Askila.
__ADS_1
"tenang saja!.... untuk sekarang fokus-lah dengan tugas-mu!" ucap Madika meyakin-kan.
"baik tuan." ucap Askila yang kemudian langsung melesat dan menjauh dari Madika
"hah.... semoga saja aku masih sempat." batin Madika sambil menoleh ke arah kelompok Bu Meri yang masih jauh dari-nya.
"waktu-nya berang...."
Ucapan Madika mendadak berhenti karena saat ini sosok seorang Niverom muncul dari balik pohon yang ada di depan-nya.
melihat kemunculan pria yang merupakan seorang Niverom itu membuat Madika langsung menatap dengan ekspresi waspada.
"siapa kau?" tanya Madika dengan tenang.
"kau tak perlu tahu siapa aku..... lagi pula tak ada guna-nya memperkenal-kan diri pada orang yang akan segera mati." ucap Niverom itu sambil tersenyum licik.
Mendengar ucapan Niverom itu, kini Madika pun langsung paham dengan situasi-nya saat ini.
"seperti-nya kau tak bisa di ajak bicara baik-baik ya." ucap Madika sambil menatap Niverom itu dengan tatapan yang tajam dan penuh intimidasi.
Saat ini, Niverom yang berdiri di depan Madika adalah Niverom yang menjadi pimpinan dari sekelompok Niverom di gua sebelum-nya.
Niverom itu tampak-nya sudah lama menunggu datang-nya hari ini. hal itu bisa di lihat dari senyum licik-nya yang tidak berhenti sejak tadi.
setelah itu ketua Niverom itu pun langsung mengeluar-kan aura energi Nara yang sangat kuat dari tubuh-nya.
ia mengarah-kan aura mencekam itu kepada Madika dengan niatan untuk mengintimidasi Madika karena saat ini Niverom itu memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari Madika.
Madika yang merasa-kan aura Saga itu kini langsung mengetahui tingkatan dari Niverom itu.
"hah...." Madika menghela nafas dengan ekspresi malas. "tingkat Papitu ya.... seperti-nya ini akan menjadi pertarungan yang sengit." ucap Madika dalam hati. "semoga Bu Meri dan yang lain-nya bisa mengatasi kelompok Niverom itu.... jika tak bisa mengatasi-nya, ku harap setidak-nya mereka bisa kabur dari situasi ini." ucap Madika
Saat ini Madika tidak terlalu khawatir dengan kelompok Natalia karena saat ini ada Askila di sana, selain itu, Natalia sendiri juga memiliki kemampuan yang bisa di gunakan untuk melawan para Niverom itu.
__ADS_1
hal itu di karena-kan beberapa jurus yang di pelajari Natalia adalah jurus tingkat tinggi yang di turun-kan oleh kedua orangtua-nya pada diri-nya.