Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Madika dan Natalia


__ADS_3

Setelah itu Natalia langsung memutar tubuh-nya ke belakang dan menatap Madika yang terus berjalan menjauh dari-nya.


"aku tahu itu!.... jika aku bertarung dengan-mu sekarang aku bisa saja kalah!.... tapi setidak-nya aku harus mencoba!" ucap natalia sedikit berteriak.


dari nada suara Natalia barusan, Madika bisa merasakan bahwa ada kegelisahan tersendiri yang sedang di alami oleh Natalia.


Madika kini berhenti melangkah. tanpa menoleh Madika pun langsung membalas ucapan Natalia.


"jika bertarung sekarang, kita tidak akan tahu siapa yang terkuat di antara kita, alangkah baik-nya jika kita bertarung saat keadaan kita sudah lebih baik dari saat ini." ucap Madika.


"tapi.... tapi aku ingin menyelesaikan ini sekarang juga!!.... aku tak mau lagi mendengar ceramah panjang dan makian orang tua-ku!!" bentak Natalia sambil menunduk-kan wajah-nya untuk menyembunyikan wajah-nya yang saat ini di basahi oleh air mata.


"sial!.... kenapa aku kelepasan di tempat umum seperti ini?!.... sial, sial, sial...." batin Natalia yang kini berusaha untuk menahan air mata-nya yang menetes itu.


Tak lama setelah itu, Natalia merasakan ada tangan yang sedang menyentuh kepala-nya dan membelai rambut-nya dengan lembut.


"kau tidak perlu merasa tertekan jika ada masalah besar yang sedang kau pikul.... ingat, berusahalah sesuai dengan kemampuan-mu, jika sesuatu berada di luar kemampuan-mu, maka bersabarlah..... karena jika kau tak bisa menggapai-nya hari ini, maka besok atau lusa kau pasti akan bisa menggapai-nya." ucap Madika sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Madika, Natalia pun langsung mengangkat kepala-nya dan menatap Madika yang tersenyum ke arah diri-nya.


saat melihat senyuman Madika, mendadak suasana hati Natalia menjadi sedikit tenang.


mata-nya kini menatap Madika dengan lekat seolah terpaku oleh perkataan serta senyuman manis Madika.


sementara itu, Madika saat ini tampak terus mengelus kepala Natalia sambil tersenyum.


hal itu membuat beberapa orang yang melihat kejadian itu kini merasa iri, terutama bagi para siswa laki-laki.


"sial!.... dia itu penakluk wanita ya?"


"tidak ku sangka Natalia yang terkenal sadis itu bisa tunduk pada pria itu."


"padahal aku ingin juga, tapi kenapa nasibku sangat buruk sampai-sampai di juluki jomblo sekarat!"


"tchi.... ku pikir akan terjadi pertarungan karena tadi Natalia menantang pria itu, tapi tidak ku sangka malah melihat pemandangan seperti ini."


Berbagai pendapat mulai muncul dari mulut-mulut para siswa yang melihat kejadian itu.


Tak lama setelah itu, saat Natalia sudah agak tenang, ia langsung mengibaskan tangan-nya dan menepis tangan Madika yang mengelus kepala-nya.


"berhentilah!.... aku tak butuh nasehat dari-mu!." ucap Natalia dengan tatapan tajam menatap Madika.

__ADS_1


Melihat reaksi Natalia yang mendadak berubah itu membuat Madika tampak sedikit kesal.


namun meskipun sedikit kesal, Madika pun mengerti mengapa Natalia melakukan hal itu pada-nya.


"dasar gadis yang tak mau jujur." batin Madika sambil melempar senyum pada Natalia.


Natalia yang melihat senyuman itu hanya membalas-nya dengan tatapan yang tampak datar.


lalu setelah itu Natalia langsung membalik-kan badan-nya dan langsung pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata-pun.


>SKIP<


Saat ini Madika telah tiba di rumah-nya dan langsung mandi kemudian ia mengganti pakaian-nya.


Setelah itu ia tidur sejenak.


tak terasa kini hari sudah malam. Madika baru saja bangun.


ia pun langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makanan karena ia merasa lapar.


setelah makan ia pun mulai melatih teknik yang di ajarkan oleh Bunggu kepada-nya.


Sementara itu, saat ini di kediaman Natalia tampak Natalia yang sedang berbaring di atas ranjang-nya sambil memeluk sebuah boneka beruang berwarna coklat dengan bulu lebat dan lembut.


ia saat ini tampak sedang mengingat kejadian di akademi saat diri-nya menantang Madika.


hal yang paling di pikirkan-nya saat ini adalah saat Madika mengelus kepala-nya sambil tersenyum manis.


ia merasa bingung apa yang membuat diri-nya mendadak merasa tenang saat Madika melakukan hal itu pada-nya.


karena terlalu banyak memikirkan hal itu, tanpa sadar wajah-nya kini memerah. ia mendadak merasa grogi sendiri saat mengingat kejadian itu.


"ini benar-benar aneh!.... aku tidak bisa tidur sama-sekali!!" ucap Natalia sambil bangun dan duduk seraya memegang kepala-nya menggunakan kedua tangan-nya.


>SKIP<


Keesokan hari, di akademi, tepat di jam istirahat.


Saat ini Madika tampak sedang berjalan di salah satu Selasar kelas di akademi itu.


Madika saat ini memiliki keperluan dengan seseorang di kelas api.

__ADS_1


ya, orang yang ingin di temui oleh Madika adalah Natalia.


Setelah beberapa saat berjalan, kini Madika tiba di kelas api.


ia kemudian berjalan ke arah pintu masuk.


di sana ia melihat ada tiga siswa perempuan yang sedang keluar dari kelas.


saat tiga siswa perempuan itu berpapasan dengan Madika, mereka tampak langsung terkejut.


"kyaaa.... itu Madika!" ucap salah satu gadis dengan gaya yang alay dan heboh.


"Madika?.... kenapa dia datang ke mari?" ucap salah satu gadis lain-nya bertanya.


"mungkinkah rumor itu ada benar-benar sebuah fakta dan bukan rumor semata?" sela salah satu gadis lain-nya menyambung ucapan gadis sebelum-nya.


Mendengar kehebohan dari tiga gadis itu, kini banyak siswa lain-nya keluar dari kelas api dan mengerumuni Madika.


bukan hanya siswa dari kelas api saja, bahkan siswa dari kelas lain yang sedang lewat di situ pun kini tertarik dengan kehebohan itu.


Sementara itu, Madika yang mendengar ucapan gadis yang terakhir itu kini tampak bingung dan tak bisa menangkap alur cerita mereka.


"rumor?..... apa maksud-nya itu?..... apa aku melakukan sesuatu?" batin Madika bertanya-tanya.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba Nina datang ke hadapan Madika dan langsung menarik kerah baju Madika.


lalu dengan ekspresi yang tampak agak kesal Nina langsung membisik-kan sesuatu pada Madika.


"setelah kau mencium-ku berani-nya kau merayu perempuan yang lain?.... kau ini benar-benar biadab.... bisa-bisa nya kau merayu teman-ku sendiri?" ucap Nina.


Mendengar penjelasan singkat dari Nina, tiba-tiba pikiran Madika bisa konek dengan rumor yang menghebohkan itu.


di otak Madika seolah ada kabel yang sudah saling tersambung.


Madika pun kini mulai bisa menebak kira-kira apa yang membuat kehebohan ini bisa terjadi.


"hadeu..... ini jadi semakin merepotkan saja." batin Madika sambil menunjuk-kan ekspresi malas.


Lalu Madika pun langsung memegang bahu Nina.


"di mana Natalia?" tanya Madika. "ada yang ingin ku katakan pada-nya." ucap Madika dengan suara kecil yang hanya bisa di dengar oleh Nina.

__ADS_1


__ADS_2