Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mencari Kelompok Natalia


__ADS_3

Setelah pak Wiliam sedang menjelas-kan tentang akademi Parompe kepada Madika, tiba-tiba Madika mendapat informasi dari Askila yang saat ini telah selesai mengalah-kan para Niverom yang ia hadapi sebelum-nya.


"tuan Madika.... aku kehilangan keberadaan Natalia dan yang lain-nya!" ucap Askila melalui telepati dengan nada suara yang terdengar sedikit panik.


"apa?!..... bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Madika dengan ekspresi yang tampak serius.


"sebelum-nya saat aku bertarung dengan beberapa Niverom yang berniat menyerang Natalia dan yang lain-nya, jadi aku menyuruh mereka untuk mencari tempat aman untuk bersembunyi dari konflik dengan Niverom..... namun sekarang aku kehilangan keberadaan mereka!" jawab Askila.


Mendengar hal itu, kini Madika pun tampak sedikit kesal.


"hah...." Madika menghela nafas sambil memijat kecil kening-nya.


"sekarang coba perluas lagi pencarian-mu!.... jangan sampai melewat-kan sedikit-pun tempat yang kemungkinan mereka bisa bersembunyi dengan aman!" perintah Madika tanpa banyak berpikir.


"baik tuan!" jawab Askila dengan patuh dan tegas.


lalu Askila pun mulai melakukan pencarian lagi.


Setelah Askila memutus-kan telepati-nya, kini Madika pun langsung menoleh ke arah Bu Meri dan para siswa lain-nya.


"maaf, aku tak bisa berlama-lama di sini!.... Natalia dan yang lain-nya saat ini tiba-tiba hilang kontak dengan hewan peliharaan-ku karena penyerangan Niverom ini." ucap Madika dengan ekspresi tenang.


"apa?!" tanya Bu Meri dengan ekspresi terkejut. "jadwal bukan hanya di sini saja yang di serang?" ucap Bu Meri dengan ekspresi yang masih terlihat terkejut.


"ya benar.... kelompok Niverom ini terbagi menjadi tiga..... kelompok pertama telah di kalah-kan oleh hewan peliharaan-ku, dan kelompok kedua serta pemimpin-nya telah ku kalah-kan.... sekarang hanya tersisa satu kelompok lagi yang beranggota-kan sepuluh orang..... ku harap Natalia dan yang lain-nya tidak mendekati kelompok Niverom itu." ucap Madika menjelas-kan.


Mendengar hal itu Bu Meri dan yang lain-nya pun tampak sedikit khawatir.


"kalau begitu biar aku saja yang menjaga siswa yang ada di sini, kau pergi-lah mencari Natalia dan yang lain-nya." ucap Bu Meri.


"uhm...." gumam Madika sambil mengangguk sekali.

__ADS_1


Setelah itu Madika pun langsung mengeluar-kan sayap angin milik-nya, dan tanpa basa-basi ia langsung melompat ke udara dan dengan cepat langsung terbang menjauh.


sementara itu, efek dari lompatan saat Madika mulai terbang kini menghasil-kan gelombang angin yang cukup kuat dan langsung menghantam seluruh siswa yang ada di sana.


hantaman gelombang angin itu kini membuat pakaian mereka terkibas oleh angin, begitu pula dengan rambut mereka.


Madika yang saat ini sedang terbang kini langsung mengaktif-kan jurus pendeteksian milik-nya.


"ku harap mereka baik-baik saja!" ucap Madika dalam hati sambil terus terbang dengan cepat.


*******


Saat ini, tampak perkembangan pertarungan di tempat Natalia dan kawan-kawan sagat-lah buruk.


hal itu di karena-kan banyak-nya siswa yang di kalah-kan oleh si ular berkepala tiga yang menyerang mereka.


di atas tanah tampak berserakan sisa-sisa tubuh yang sudah tercabik dan tidak lengkap lagi bentuk-nya karena telah di makan oleh si ular berkepala tiga itu.


Di sisi lain, salah satu guru akademi Narodo kini telah terbunuh, dan siswa dari akademi Narodo pun tersisa tiga orang, itu pun satu di antara tiga siswa itu telah kehilangan satu kaki serta satu tangan-nya akibat dari pertarungan melawan ular berkepala tiga itu.


"ini semua ulah para bocah sial@n itu!" ucap guru dari akademi Narodo dengan ekspresi yang sangat kesal sambil menoleh ke arah Natalia dan yang lain-nya.


"seandai-nya mereka tidak datang membawa monster itu!.... sudah pasti kami masih punya kesempatan untuk kabur dari para Niverom itu!"


Sementara itu, kelompok Natalia yang saat ini tengah sibuk melawan si ular tampak terus berfokus untuk menghindar sambil melancar-kan serangan-serangan kecil untuk meminimalisir penggunaan Saga mereka.


akan sangat berbahaya jika mereka mengguna-kan jurus yang kuat dan menguras banyak Saga namun tak mempan melawan si ular berkepala tiga itu.


Namun karena sudah terlalu lama tidak ada perkembangan dari pertarungan mereka, kini Natalia pun mengambil inisiatif untuk mencoba mengguna-kan salah satu jurus terkuat-nya untuk memasti-kan apa-kah ular itu bisa terluka oleh jurus-nya atau tidak.


"sejujur-nya aku masih kurang yakin ini akan berhasil atau tidak, yang jelas-nya aku harus mencoba.... meski-pun saat itu aku tak bisa mengalah-kan Askila yang berada di level yang jauh di bawah ular ini, tapi aku akan berusaha agar kali ini serangan-ku bisa menghabisi ular ini!" ucap Natalia dengan tegas.

__ADS_1


"apa kau ingin mengguna-kan jurus terkuat-mu?" tanya Nina yang kini mendarat di samping Natalia.


"ya benar." ucap Natalia singkat tanpa keraguan.


"teman-teman!.... berikan aku sedikit waktu, aku akan mengguna-kan jurus naga api milik-ku!" ucap Natalia dengan ekspresi yang tampak sangat serius.


Mendengar permintaan Natalia, kini Lili, Nina, dan yang lain-nya langsung menyerang ular berkepala tiga itu.


mereka mengeluar-kan senjata mereka masing-masing.


Sementara itu, Nina yang sebelum-nya berada di dekat Natalia kini langsung bergerak menjauh dari Natalia sambil memuncul-kan sebuah panah api di tangan kiri-nya.


Setelah mendarat di tanah, kini Nina pun langsung mencipta-kan anak panah yang terbuat dari api milik-nya.


setelah itu ia pun mulai menarik panah-nya.


saat panah itu di tarik, seketika kobaran api yang cukup besar langsung bergerak mengelilingi Nina.


setelah itu Nina pun langsung melepas anak panah itu.


ketika anak panah di lepas, tiba-tiba di depan Nina terjadi ledakan kecil bersamaan dengan melesat-nya anak panah itu.


ledakan kecil itu menghasil-kan gelombang angin yang bergerak meluas dan membuat rambut Nina yang terurai itu kini ter-kibas oleh angin.


Kini anak panah itu melesat dan langsung menghantam salah satu kepala si ular hingga terjadi ledakan ketika hantaman itu terjadi.


ledakan itu membuat si ular sedikit bergeming. namun setelah itu si ular pun langsung menoleh ke arah Nina dan berniat menyerang Nina.


namun baru saja menoleh kini Lili sudah berada di dekat kepala ular itu dan dengan segera Lili menebas-kan pedang-nya ke wajah ular itu secara bertubi-tubi.


hal itu pun membuat si ular menjadi risih dan dengan cepat menggerak-kan kepala-nya ke samping sehingga Lili pun langsung terhempas karena menghantam kepala si ular.

__ADS_1


__ADS_2