
Kini Madika yang sedang menebas-kan pedang-nya pada Kindo tampak terus menekan pedang-nya karena saat ini Kindo telah berhasil memblokir tebasan-nya mengguna-kan pedang milik Kindo.
Madika terus berusaha untuk menekan pedang-nya, dan hingga akhir-nya Madika pun langsung menghentak-kan pedang-nya dengan sangat kuat sambil melepas-kan sejumlah energi Saga dalam jumlah besar untuk mencipta-kan hentakan angin yang kini berhasil membuat Kindo tersentak dan terdorong ke belakang akibat kuat-nya hentakan angin yang Madika keluar-kan.
Kini Kindo terdorong ke belakang, namun karena ia masih bisa menyeimbang-kan tubuh-nya, maka kini ia pun masih tetap dalam keadaan berdiri saat terdorong ke belakang.
"jangan senang dulu bocah!" ucap Kindo dengan tegas karena melihat ekspresi Madika yang terlihat seperti orang yang sedang kegirangan.
Setelah itu kini Kindo kembali mengayun-kan pedang-nya itu ke udara, dan seketika itu juga sebuah petir berujung runcing langsung melesat ke arah Madika.
Madika langsung menangkis serangan itu mengguna-kan pedang pusaka raja semut milik-nya.
Sementara itu, si Kindo kini kembali melesat-kan serangan yang sama.
ia kini terlihat menebas-kan pedang-nya sambil memutar tubuh-nya dengan posisi tubuh yang agak miring di udara, dan setelah selesai menebas dengan putaran, kini ia langsung menurun-kan tubuh-nya sambil melakukan tebasan lurus rendah untuk menyerang dari bawah.
Tidak hanya itu saja, kini Kindo terus melakukan tebasan dengan berbagai variasi dan membuat arah tebasan itu berbeda-beda dan sangat acak agar membuat Madika kebingungan dan bisa terkena salah satu dari petir runcing yang ia lesat-kan.
Namun sayang sekali semua serangan itu berhasil di hindari Madika.
tampak Madika melangkah ke samping sambil memutar tubuh-nya sehingga salah satu petir runcing yang tadi-nya tepat lurus ke tubuh-nya kini malah bergerak melewati diri-nya.
lalu Madika langsung kembali memutar tubuh-nya ke samping karena masih ada petir runcing yang lain-nya yang harus dia hindari.
Saat berhasil menghindar sambil berputar, kini dengan cepat ia langsung menebas satu petir runcing yang tak sempat ia hindari dan hal itu membuat petir runcing itu meledak, namun ledakan-nya tidaklah kuat, hanya ledakan kecil yang melepas-kan beberapa energi saja.
setelah itu Madika kembali menebas beberapa petir runcing yang melesat ke arah-nya dengan beberapa variasi tebasan, dan hal itu membuat diri-nya tidak terkena satu pun serangan dari Kindo.
__ADS_1
Kindo kini kemudian berlari ke arah Madika dengan sangat cepat sambil memegang pedang-nya di samping-nya dan agak sedikit ke belakang tubuh-nya untuk bersiap melakukan tebasan yang kuat ke arah Madika.
"sebelum ku tunjuk-kan kekuatan asli-ku mari pemanasan dulu!" ucap Kindo yang tampak penuh rasa kesal sambil menebas-kan pedang-nya dari kejauhan sehingga kini tampak sebuah lengkungan petir melesat ke arah Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung menghindar dengan cara menggerak-kan bahu kiri-nya kek kanan dan kemudian sedikit melangkah-kan kaki-nya kebelakang dengan santai-nya.
Sementara itu, kini Kindo telah melompat ke udara sambil memegang pedang-nya mengguna-kan dua tangan dengan posisi pedang tegak lurus di atas kepala-nya.
"terima ini!!" teriak Kindo yang kemudian mendarat tepat di depan Madika sambil menebas-kan pedang-nya secara vertikal ke bawah.
Madika kini langsung melangkah ke samping sambil memutar tubuh-nya untuk menghindari serangan itu, dan sambil memutar tubuh-nya, kini Madika pun langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Kindo yang saat ini telah mendarat-kan kaki-nya ke lantai.
namun Kindo yang melihat tebasan itu kini langsung mengangkat pedang-nya dengan satu tangan, ia memposisi-kan pedang-nya tegak lurus ke bawah dan mengarah-kan pedang-nya ke samping untuk memblokir tebasan Madika.
Tebasan pedang Madika berhasil terblokir.
ia menendang Madika dengan sangat kuat, namun belum saja kaki-nya menghantam tubuh Madika, kini Madika sudah lebih dulu melompat ke belakang untuk menghindari tendangan itu.
Begitu Madika mendarat dengan cepat di lantai, kini Madika langsung maju sambil menebas-kan pedang-nya secara horizontal ke arah kiri.
namun tebasan itu berhasil di tahan oleh pedang Kindo.
Kemudian dengan cepat Madika memutar tubuh-ya sambil menunduk untuk memutar arah tebasan berikut-nya.
sehingga kini Madika kembali melesat-kan tebasan ke arah Kindo dengan posisi yang agak sedikit ke bawah.
Kindo pun dengan segera melangkah-kan kaki kiri-nya ke belakang dan kemudian mengangkat kaki kanan-nya yang kini hampir terkena tebasan pedang Madika.
__ADS_1
Setelah tebasan pedang Madika melewati kaki kanan yang sudah di angkat itu, kini Kindo segera menurun-kan kaki kanan-nya ke belakang sambil melakukan tebasan ke depan dengan arah vertikal ke bawah.
Madika yang melihat tebasan itu kini langsung melompat dan berguling ke arah kiri dengan cepat.
sesudah itu ia langsung berdiri.
Baru saja Madika berdiri, kini Kindo langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Madika yang cukup jauh dan tidak berada dalam jangkauan pedang-nya.
Namun tebasan itu ternyata bukan tebasan biasa, sehingga kini tampak sebuah lengkungan petir melesat ke arah Madika dari jarak yang terbilang cukup dekat.
Madika yang melihat hal itu kini langsung mengangkat tangan kiri-nya dengan sangat cepat untuk mengaktif-kan perisai angin.
Perisai angin terbentuk dengan cepat dan tampak lengkungan petir langsung menghantam perisai angin dan membuat lengkungan petir itu langsung meledak dengan daya ledak yang tidak seberapa.
Baru saja lengkungan petir itu meledak, kini Kindo sudah berada di depan Madika sambil menebas-kan pedang-nya derai arah bawah dan agak sedikit menyamping.
Madika yang melihat hal itu langsung mundur dua langkah dan setelah itu dengan cepat ia langsung menusuk-kan pedang-nya ke wajah Kindo.
namun dengan refleks Kindo langsung memutar tubuh-nya sambil melangkah ke samping dan di saat itu juga ia langsung menebas ke arah leher Madika.
Madika tidak diam saja, ia kini menarik pedang-nya dan dengan cepat langsung memblokir pedang Kindo yang mengarah ke leher-nya.
di saat yang hampir bersamaan, Madika dengan cepat langsung menendang dua telur serta satu sosis milik Kindo.
hal itu pun membuat Kindo langsung merasa kesakitan dan dengan refleks ia menekuk pinggang-nya ke belakang sehingga tubuh-nya kini sedikit merendah.
Sementara itu, Madika dengan segera langsung melangkah cepat mendekati Kindo sambil memutar tubuh-nya dan kemudian melakukan serangan siku tepat mengenai rahang bawah Kindo sehingga kini wajah Kindo langsung menghadap ke atas dengan di sertai darah yang langsung muncrat keluar dari mulut dan hidung-nya karena serangan siku Madika sangat-lah kuat.
__ADS_1