
Setelah Madika berhasil menusuk kepala seekor monster babi yang hendak menabrak tubuh-nya, kini monster babi itu kini langsung meledak.
Sementara itu, kini seekor babi yang ada di belakang babi yang di tusuk itu kini langsung melesat dan hendak menabrak Madika dengan sangat kuat.
namun Madika yang melihat hal itu langsung terbang ke atas untuk menghindari serangan itu dan akhir-nya Madika pun berhasil menghindari serangan si monster babi itu.
"untung saja aku langit-langit ruangan ini jauh lebih tinggi ketimbang langit-langit ruangan yang ada di koridor!" ucap Madika dalam hati saat berhasil menghindar dari serangan para monster itu.
Sementara itu, Kindo yang melihat Madika sedari tadi hanya terus-menerus menghindar kini langsung melesat-kan sebuah tombak petir raksasa ke arah Madika yang saat ini sedang terbang menjauh dari para monster babi yang sedang mengejar-nya.
"terima ini bocah sialan!" ucap Kindo dengan ekspresi kesal sambil melesat-kan sebuah tombak petir raksasa sedikit ke depan Madika karena ia memprediksi Madika akan terbang ke arah itu, dan berdasar-kan prediksi-nya kemungkinan Madika akan ada di tempat itu saat tombak-nya melesat di tempat itu.
Namun Madika yang saat ini baru saja berhasil menghindari semua serangan para monster babi itu kini langsung merasa-kan firasat buruk.
insting-nya seolah memberi-kan diri-nya peringatan akan ada-nya sebuah bahaya yang sedang mengintai diri-nya saat ini.
hal itu pun membuat Madika langsung menoleh ke samping dan saat ia melihat ke samping, tiba-tiba ia melihat sebuah tombak petir raksasa sedang melesat cepat.
hal itu pun membuat Madika dengan refleks langsung menghenti-kan pergerakan-nya saat ini sehingga kini tombak raksasa itu langsung melesat begitu saja lewat di depan Madika bahkan sampai-sampai salah satu percikan-percikan petir yang ada di tombak raksasa itu kini mengenai rambut Madika dan membuat beberapa helai kecil dari rambut Madika langsung terpotong.
hal itu pun membuat Madika langsung terkejut, dan setelah itu Madika dengan cepat langsung menoleh ke arah Kindo yang melesat-kan serangan itu.
Kini terlihat Kindo yang tampak pasang ekspresi kesal karena serangan-nya itu tidak terkena Madika.
"benar-benar orang yang merepot-kan." ucap Madika dengan ekspresi yang cukup tenang.
Lalu Madika pun kini langsung terbang lebih tinggi lagi dari posisi-nya saat ini, dan karena saat ini seluruh monster babi itu masih agak jauh dari Madika, kini Madika pun langsung mempersiap-kan jurus-nya dengan cepat.
__ADS_1
ia kini mengayun-kan pedang-nya ke samping dan mengangkat-nya dengan posisi horizontal.
setelah itu ia mengangkat pedang-nya itu tegak lurus di atas kepala-nya.
sesudah itu ia pun langsung memegang pedang-nya itu mengguna-kan dua tangan sambil memusat-kan banyak energi Saga-nya ke pedang itu guna mengaktif-kan jurus yang ingin ia pakai saat ini.
Kini pedang pusaka raja monster semut itu pun kini tampak memancar-kan cahaya kebiruan dan di selingi oleh angin berwarna kebiru-biruan yang tampak seperti sebuah pita yang membentuk pola spiral mengelilingi pedang tersebut hingga akhir-nya angin itu makin menempel ke pedang seolah di serap oleh pedang tersebut.
Seketika itu juga, kini di udara langsung terbentuk ribuan pasukan monster semut yang memiliki ukuran tubuh yang sama dengan monster babi milik Kindo, yakni seukuran satu mobil sedan.
Sementara itu, monster babi milik Kindo yang sedari tadi melesat ke arah Madika kini sudah berada tepat di depan Madika dan sudah sangat dekat dengan Madika.
namun karena Madika saat ini sudah selesai menyiap-kan jurus-nya, kini Madika pun langsung menebas-kan pedang-nya itu tepat ke kepala monster babi yang saat ini sudah berada di depan-nya.
Tebasan pedang Madika itu mengandung kekuatan angin yang sangat besar sehingga saat pedang Madika itu menghantam kepala salah satu monster babi itu, kini sebuah ledakan energi serta ledakan angin pun terjadi secara bersamaan dan membuat monster babi itu langsung hancur serta menghilang bagai-kan asap ya g di tiup-kan oleh angin.
Selain itu, di saat yang hampir bersamaan dengan tebasan yang di ayun-kan oleh Madika sebelum-nya kini telah menggerak-kan para pasukan monster semut milik Madika itu.
Kini para pasukan monster semut yang tercipta dengan oleh Saga tipe angin milik Madika kini langsung menyerang para monster babi milik Kindo.
Kini ribuan monster semut memenuhi ruangan tersebut dan tampak para monster semut itu sudah berdesakan di udara bahkan sudah ada yang mencapai lantai.
Monster semut Madika kini menyerang monster babi milik Kindo.
tampak lima ekor monster semut Madika menggigit seekor monster babi dan mengguling-gulingkan monster babi itu di udara.
tidak hanya itu saja, beberapa monster babi lain-nya kini ada yang susah meledak akibat di kerumunan oleh gigitan dan tusukan kaki para monster semut.
__ADS_1
Meski-pun para monster babi tampak berusaha melawan seluruh monster semut dan membuat beberapa monster semut meledak, namun hal itu sama sekali tak mengurangi jumlah monster semut.
Tampak seekor monster babi berhasil menggigit leher monster semut Madika hingga kepala monster semut terputus dari tubuh-nya serta langsung meledak.
namun baru saja meledak-kan satu monster semut itu, kini monster babi itu langsung di kerumunan lagi oleh para monster semut milik Madika.
Hal itu pun kini membuat para monster babi milik Kindo yang sedari awal hanya menarget-kan Madika kini menjadi kesulitan bergerak menyerang Madika.
mereka semua terhalang oleh para monster semut dan membuat mereka terpaksa menghadapi dan menyerang semua yang menghalangi mereka.
namun sayang-nya para monster babi itu tidaklah cukup untuk melawan ribuan Monster semut Madika karena jumlah monster babi itu hanya puluhan sementara monster semut ribuan.
Kini Kindo, Gupo, dan seluruh rekan mereka langsung terkejut melihat hal itu.
mereka kini tak bisa berkata-kata setelah melihat jurus yang sangat mengeri-kan yang Madika suguh-kan pada mereka saat ini.
"bocah ini benar-benar berbahaya!" batin Kindo sambil menelan ludah kasar.
Baru saja Kindo berkata seperti itu dalam hati-nya, kini para monster semut lain-nya langsung melesat ke arah Kindo, Gupo, serta seluruh rekan mereka.
Hal itu pun membuat Kindo langsung terlihat waspada.
sementara itu para rekan Kindo dan Gupo kini langsung membentuk beberapa kelompok kecil untuk melawan para monster semut itu.
Sementara Gupo kini hanya bisa berdecak kesal melihat kekacauan yang di akibat-kan oleh Madika saat ini.
"bocah ini memang tak boleh di remeh-kan.... seharus-nya sejak awal Kindo langsung membunuh-nya saja dan tak usah banyak bermain-main seperti ini!!.... sial!" ucap Gupo mengumpat si Kindo dalam hati.
__ADS_1