
Kini semua budak bayangan milik Madika sudah masuk ke dalam bayangan mereka sendiri.
Setelah itu Madika pun mulai mengaktif-kan jurus budak bayangan milik-nya untuk mencipta-kan sosok bayangan yang menyerupai Rukadu dan seluruh anggota-nya yang saat ini sudah tak bernyawa.
Madika mulai menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan lalu setelah itu ia mendorong tangan kanan-nya ke depan dengan hentak-kan yang cukup kuat, sementara tangan kiri-nya tampak berada di samping dada dengan posisi telapak tangan terbuka sama seperti tangan kanan-nya.
Sesudah itu Madika pun menarik kembali tangan kanan-nya dan setelah itu menyatu-kan kembali telapak tangan-nya.
Setelah itu ia mulai menarik lagi kedua tangan-nya dan kemudian memutar kedua tangan-nya.
Sesudah itu, Madika pun langsung menunduk-kan tubuh-nya sambil mendorong tangan kanan-nya ke bawah dengan posisi telapak tangan terbuka.
Seketika itu juga terbentuk-lah lingkaran energi yang sangat besar di bawah tangan kanan Madika.
Lingkaran itu sangat besar sehingga Rukadu dan para bawahan-nya kini berada di dalam lingkaran energi itu.
"Bangkit-lah! Wahai para Budak-ku!" Ucap Madika dengan suara yang menggema di udara.
Seketika itu juga, dari tubuh Rukadu dan para bawahan-nya tampak aura berwarna hitam pekat bermunculan dan keluar dari tubuh mereka.
Aura hitam itu pun perlahan membentuk gumpalan di atas tubuh Rukadu dan para bawahan-nya itu hingga akhir-nya gumpalan-gumpalan aura itu pun berubah wujud menjadi wujud manusia yang ada di bawah kaki mereka saat ini.
Setelah itu kini para budak bayangan yang sedang melayang di atas tubuh Rukadu dan para bawahan-nya itu kini langsung turun dan berkumpul di depan Madika.
Kemudian dengan serentak mereka langsung berlutut dan menunduk-kan kepala-nya di depan Madika.
"Terima-lah hormat dari kami tuan!" Ucap Para budak bayangan yang baru itu.
"uhm..." gumam Madika sambil mengangguk sekali.
"Kembali-lah ke dalam bayangan!" ucap Madika sambil mengibas-kan tangan kanan-nya dengan santai.
__ADS_1
"Siap tuan!" ucap mereka serentak.
Setelah itu kini para budak bayangan itu pun langsung berubah menjadi aura hitam dan langsung masuk ke dalam bayangan mereka masing-masing.
Setelah semua-nya masuk ke dalam bayangan masing-masing, kini Madika pun kembali melanjut-kan perjalanan-nya.
"Kali ini aku akan lewat jalur udara saja!" ucap Madika dalam hati yang kemudian langsung melesat cepat ke udara mengguna-kan sayap angin di punggung-nya.
*******
Saat ini, di kerajaan Tambolo, tepat-nya di kerajaan yang di pimpin oleh paman Madika yang bernama Kiono Rosompodapala tampak sedang mengalami sedikit kegaduhan.
Hal itu di karena-kan sebuah kabar yang sedang beredar di kalangan para masyarakat di ibukota serta di beberapa wilayah kekuasaan kerajaan Tambolo lain-nya.
Kabar itu mengenai kehancuran klan petir.
Meski-pun klan petir sudah hancur beberapa hari yang lalu, namun kabar ini baru mulai beredar di kalangan para masyarakat yang ada di kerajaan tersebut.
Namun yang membuat kabar ini menjadi sangat heboh di karena-kan satu nama. Yakni 'Madika'.
Entah siapa yang telah membocor-kan informasi dari kerajaan, namun inti-nya saat ini banyak orang-orang yang berasumsi bahwa pria yang bernama Madika itu adalah sosok putra dari raja sebelum-nya, yakni raja Herman Rosompodapala yang di nyata-kan meninggal namun kematian-nya masih terbilang sangat misterius.
Informasi ini sangat mudah di terima oleh banyak masyarakat secara luas, baik itu informasi tentang kematian Madika Rosompodapala yang misterius itu bahkan sampai informasi tentang nama orang yang menghancur-kan klan petir itu.
Meskipun para masyarakat itu tidak tahu kebenaran pasti-nya, namun mereka tampak sadar bahwa saat ini mereka telah menerima satu informasi, yakni kemungkinan bahwa Madika Rosompodapala itu memang masih hidup.
*******
Di sebuah ruangan singgasana raja, kini terlihat raja Kiono sedang duduk dengan ekspresi kesal di wajah-nya.
Ia mulai mengepal-kan tangan-nya dengan sangat kuat dan seketika itu juga jari-jari tangan-nya mengeluar-kan bunyi 'Kretek-kretek' layak-nya bunyi ranting patah.
__ADS_1
"Sialan!" Ucap Kiono dengan kesal sambil memukul penopang tangan di singgasana-nya itu.
"Bagaimana bisa informasi itu sampai ke telinga semua masyarakat?!" Bentak-nya.
"Ka... Kami juga tak tahu tuan! Tiba-tiba saja informasi kita bocor dan seluruh masyarakat kini sudah mengetahui tentang hal itu." Jawab salah satu ksatria Saga yang datang melapor pada Kiono.
"Tuan!"
Salah satu petinggi kerajaan kini maju selangkah dan kemudian sedikit menunduk-kan tubuh-nya dan kepala-nya di hadapan Kiono.
Setelah itu ia pun mulai bicara.
"Tuan, apa-kah anda sadar akan sesuatu saat ini?" Tanya si petinggi itu yang masih menunduk seolah tak berani menatap raja-nya.
"Sebenar-nya Ada sesuatu ya g mengganggu pikiran-ku mengenai masalah ini!" Jawab Kiono namun tak memberi penjelasan lebih lanjut.
Sementara itu, si petinggi yang mendengar jawaban Kiono kini langsung mengangkat kepala-nya dan menatap Kiono.
"Tuan! Apa anda tidak berpikir kalau kejadian ini sama seperti kejadian beberapa tahun lalu saat kita menyatakan kematian Madika?" Ucap petinggi itu mencoba mengingat-kan Kiono.
"Kau benar! Aku juga sedikit kepikiran ke arah itu." Balas Kiono.
Mendengar balasan dari Kiono, kini petinggi itu mulai mencerita-kan kembali kejadian di masa lalu dengan singkat.
Berdasar-kan cerita-nya, dahulu saat raja Kiono berhasil menyingkir-kan raja Herman, kini yang tersisa hanya-lah Madika seorang.
Namun singkat cerita, Madika tiba-tiba menghilang dari kerajaan, dan Setelah melakukan pencarian selama beberapa hari, akhir-nya beberapa ksatria pulang ke istana dan memberi laporan bahwa Madika Rosompodapala telah terbunuh! Ia sudah mati di makan oleh seekor monster yang ada di hutan.
Informasi itu pun kini di sebar-kan ke khalayak umum, namun cerita-nya telah di ubah dengan oleh pihak kerajaan yang merupa-kan pendukung Kiono.
dalam cerita yang mereka sebar, di nyata-kan bahwa Madika saat ini telah terbunuh bersama orangtua-nya.
__ADS_1
Namun, setelah kabar itu beredar di seluruh wilayah kerajaan, tiba-tiba satu hari berikut-nya tersebar pula kabar bahwa kematian Madika dan keluarga-nya itu sangat-lah tidak masuk akal, dan kabar itu bisa di terima secara luas oleh para masyarakat.
hanya dalam kurun waktu satu hari saja, kini rumor tentang Madika yang masih belum jelas kematian-nya itu kini sudah tersebar kemana-mana.