
Saat ini sedikit kegaduhan terjadi karena Natalia menolak ungkapan perasaan dari Axel.
Axel yang merasa bahwa itu adalah sebuah penghinaan bagi keluarga kerajaan kini langsung marah dan kesal. Ia bahkan tidak ragu-ragu untuk membawa-bawa status orangtua-nya di depan umum dan di depan Natalia.
Namun karena saat ini guru pemandu siswa akademi Walawatu telah turun tangan, kini kegaduhan pun bisa sedikit di redakan.
Namun sayang-nya hal itu masih belum cukup untuk meredam kekesalan Axel saat ini.
Hingga akhir-nya guru pembina Axel datang dan membela Axel.
Dari udara tampak seorang pria yang berusia sekitar 70an tahun tampak sedang terbang mendekat ke arah Axel dengan mengguna-kan sebuah pedang sebagai alat terbang-nya.
Pria itu adalah guru pembimbing Axel, dan Axel saat ini telah resmi ia jadi-kan sebagai salah satu penerus kekuatan-nya saat ini.
"Guru!" Ucap Axel sambil memberi hormat pada guru-nya itu.
"hmm." Si guru hanya bergumam sambil mengangguk sekali saat mendengar ucapan serta hormat yang di berikan oleh murid-nya itu.
Setelah itu, kini si guru yang bernama Sugali itu pun mendarat ke lantai arena dan berdiri di samping Axel.
Ia kemudian menatap sinis ke arah guru pemandu dari akademi Walawatu itu.
"Sebaik-nya kau jangan membela siswa-mu itu... Apa kau tidak mengerti? Gadis itu sudah membuat masalah dan telah membuat penghinaan terhadap keluarga kerajaan!" Ucap Sugali sambil menatap Natalia dan guru pemandu itu dengan tatapan merendah-kan.
"Penghinaan kata-mu?!" Ucap si guru pemandu itu yang mencoba memberani-kan diri-nya untuk membalas dengan nada tinggi.
"Kau pikir ini akan jadi penghinaan bagi keluarga bocah itu hah?!... Justru sebalik-nya! menerima orang yang hanya bergantung pada orangtua-nya saja adalah hal yang akan menjadi penghinaan besar bagi nona Natalia!" Ucap si guru pemandu itu mencoba mengguna-kan kata nona di awal nama Natalia agar mereka bisa sedikit lebih peka dengan situasi saat ini.
__ADS_1
Namun yang terjadi justru sebalik-nya, Sugali malah langsung kesal dan wajah-nya terlihat begitu sangar.
Ia kemudian menghentak-kan tubuh-nya dan seketika itu juga terjadi ledakan energi di sekitar tubuh-nya yang kini mengakibat-kan guru pemandu serta Natalia jadi terdorong sedikit ke belakang.
"Berani-nya kau membentak-ku!" Balas Sugali membentak si guru pemandu itu.
"Apa kau mau mati di tangan-ku hah?!" ucap-nya lagi dengan nada mengancam.
Mendengar ucapan angkuh Sugali, Natalia pun langsung kesal.
"Seperti-nya sudah tidak ada pilihan lain lagi sekarang!" Ucap Natalia.
Lalu Natalia pun mulai melangkah ke depan. Saat berada dekat dengan guru pemandu itu, Natalia pun langsung memberi isyarat pada guru pemandu itu agar berhenti merespon ucapan Sugali dan murid-nya itu.
"Seperti-nya aku masih belum memperkenal-kan diri dengan benar ya!" Ucap Natalia dengan ekspresi datar namun terkesan mengintimidasi.
Saat Natalia berada di depan Sugali dan Axel, Natalia pun langsung mengguna-kan sebuah jurus yang di ajarkan oleh kakek-nya pada diri-nya, yakni salah satu jurus legendaris yang hanya akan di turun-kan pada para generasi tertentu di keluarga kekaisaran.
Aura itu langsung di rasa-kan oleh Axel dan guru-nya. Tidak hanya mereka saja, bahkan semua orang yang ada di tempat itu kini bisa merasa-kan aura membunuh yang sangat menakut-kan dan mengeri-kan itu.
Tak lama setelah itu, kini beberapa meter di belakang Natalia tampak wujud dari aura membunuh berwarna ungu langsung berkumpul dan membentuk sebuah singgasana yang tampak sangat mewah dan elegan.
Selain singgasana itu, kini di belakang Natalia tepat-nya sekitar 3 atau 4 cm dari punggung Natalia terbentuk-lah sebuah pola melingkar dengan ukuran yang cukup besar beserta beberapa variasi bentuk pola lain-nya menghiasi pola melingkar itu.
Pola yang merupa-kan simbol tersebut terbentuk dari aura membunuh milik Natalia itu sendiri dan pola itu bukan hanya sekedar pajangan saja kerena pola itu juga merupa-kan sebuah senjata yang bisa ia guna-kan kapan-pun ia mau.
Seketika semua orang langsung terkejut melihat simbol serta singgasana yang di hasil-kan oleh aura Natalia itu.
__ADS_1
Bahkan para tetua yang sedang menyaksi-kan pertarungan dan kejadian itu kini langsung terbelalak karena jelas sekali mereka mengetahui tentang jurus yang di guna-kan oleh Natalia saat ini.
"Anak ini?!" Ucap salah satu tetua yang kini langsung berdiri karena saking terkejut-nya.
"Ini benar-benar di luar dugaan! Gadis ini ternyata bukan dari kalangan orang biasa!" Timpal salah satu tetua lain-nya yang juga sedang terlihat terkejut.
Sementara itu, Sugali dan Axel yang melihat hal itu juga kini ikut terkejut bukan main. Bahkan Axel yang juga mengetahui tentang singgasana dan simbol itu kini langsung berdebar-debar melihat semua itu di miliki oleh Natalia.
Axel kini berdebar-debar, namun bukan karena cinta, melain-kan karena rasa takut yang memuncak secara tiba-tiba saat mengetahui bahwa diri-nya kini telah menyinggung orang yang berasal dari keluarga terkuat di kekaisaran ini.
"Di... Dia ternyata berasal dari keluarga kekaisaran!!" Ucap Axel terbata-bata dengan ekspresi wajah yang tampak syok serta mental yang langsung ciut seketika.
"Ini benar-benar di luar dugaan! Tidak ku sangka kita malah berurusan dengan orang yang berbahaya!" Timpal Sugali tanpa menoleh ke arah Axel.
Sementara itu Natalia yang sudah menunjuk-kan satu jurus-nya itu langsung berbalik badan.
Ia kemudian berjalan ke arah singgasana itu dan setelah itu ia pun duduk dan berpangku kaki di singgasana itu.
"Perkenal-kan! Nama-ku Natalia Taunaroso! Aku-lah Satu-satunya cucu dari sang kaisar! yakni Samon Taunaroso!" Ucap Natalia dengan lantang sambil menyebar-kan aura membunuh milik-nya itu ke seluruh tempat itu.
Seketika semua orang yang ada di tempat itu langsung terkena tekanan aura yang sangat kuat, kecuali mereka yang berasal dari akademi Walawatu serta dari akademi lain-nya yang datang dari kerajaan Sumba.
Seketika semua orang yang terkena tekanan itu langsung merasa-kan berat yang teramat sangat sampai-sampai mereka semua tak sanggup lagi untuk berdiri.
Semua-nya langsung bertekuk lutut akibat tekanan aura tersebut. Bahkan para tetua sekte ini sekali-pun tampak tidak berdaya menghadapi jurus yang satu ini.
"Ini-kah kekuatan dari jurus legendaris itu?!" Ucap salah satu tetua yang saat ini juga ikut tertunduk lutut akibat tekanan aura Natalia.
__ADS_1
Jurus yang satu ini adalah jurus yang sangat istimewa karena jurus ini, mampu mengabai-kan segala tingkatan, kecuali tingkat legendaris dan tingkat absolute.
Oleh karena itu, jurus ini pun bisa menunduk-kan semua orang yang berada di tingkat Epic ke bawah.