
Saat ini, Kindo dari klan petir serta Gupo dari sekte Balumba mulai merencana-kan hal jahat pada Madika.
mereka saat ini ingin tetap membiar-kan Madika melanjut-kan perjalanan-nya agar Madika bisa dengan cepat menemukan pecahan tongkat kaisar rotan api itu.
Dari gerak-gerik Gupo, tampak-nya ia dan seluruh pemuda terkuat di sekte Balumba mengetahui tentang tongkat kaisar rotan api itu.
mereka bahkan mengetahui bahwa tongkat tersebut terpecah-pecah hingga beberapa bagian, namun mereka tidak tahu pasti berapa jumlah pecahan tongkat itu dan mereka juga tidak tahu siapa pemilik pertama sekaligus pembuat tongkat tersebut.
Hal itu di karena-kan sejarah tentang empat ksatria legendaris di masa lalu tidak di jelas-kan secara rinci saat cerita sejarah itu di turunkan kepada setiap generasi selanjut-nya.
Hal itu-lah yang membuat pengetahuan masyarakat saat ini tentang ksatria legendaris sangat-lah minim.
******
Saat ini, Madika sudah tiba di suatu tempat yang terdalam di ruang bawah tanah itu, dan saat ini tampak tongkat yang ada di tangan Madika itu sedang merespon sesuatu yang ada di balik pintu yang terletak di depan Madika saat ini.
Tongkat kaisar rotan api milik Madika itu kini memancar-kan cahaya merah, lalu setelah itu cahaya itu redup kembali, dan kurang dari sedetik kemudian cahaya itu kembali memancar dengan terang.
siklus itu terus berulang-ulang terjadi sejak Madika mulai mendekati ruangan yang ada di depan-nya saat ini.
"seperti-nya pecahan lain dari tongkat ini ada di dalam sana." ucap Madika yang kini merasa sedikit penasaran.
Setelah itu Madika pun berjalan mendekati pintu itu dan ia kemudian mencoba menyentuh pintu itu untuk mendorong-nya agar terbuka.
Namun, baru 3 cm jari tangan Madika mendekat ke pintu itu, tiba-tiba Madika pun merasa-kan sesuatu yang familiar dari pintu tersebut.
__ADS_1
ia kemudian langsung menatap lurus ke arah pintu itu dan kemudian mulai memperhati-kan pintu itu dari atas sampai bawah.
"segel ini.... sama seperti segel yang ku ajar-kan pada murid-ku di masa lalu." ucap Madika dalam hati.
Saat ini Madika pun langsung mundur tiga langkah dari pintu itu, ia kemudian mengangkat tangan kanan-nya ke arah pintu itu dengan posisi telapak tangan terbuka.
Setelah itu ia mengayun-kan tangan kanan-nya dengan hentakan yang cukup kuat ke samping sambil menekuk jari manis dan jari kelingking-nya. setelah itu ia menurun-kan tangan-nya ke bawah setelah itu kembali menarik-nya ke atas tepat berada 5 cm di depan dada-nya.
Sesudah itu ia pun langsung mendorong tangan kiri-nya ke depan sambil menekuk jari manis dan jari kelingking-nya serta memposisi-kan telapak-nya ke arah pintu itu.
setelah itu kini Madika memutar telapak tangan kiri-nya itu dan memposisi-kan telapak tangan-nya itu ke atas sambil mengangkat tangan kiri-nya itu ke atas.
Setelah tangan kiri-nya berada sedikit lebih tinggi dari kepala-nya, kini ia langsung memutar kembali telapak tangan-nya ke depan dan setelah itu ia pun langsung mengibas-kan tangan kiri-nya itu ke samping dengan hentak-kan yang cukup kuat serta menghasil-kan hentakan energi di udara.
Kemudian kini ia menurun-kan tangan kiri-nya itu, lalu saat tangan kiri-nya lurus vertikal dengan dada-nya, kini ia kembali mengangkat tangan kiri-nya itu tepat di depan dada-nya sambil mengunci tangan kanan-nya yang sudah lebih dulu ada di depan dada.
lalu ia kemudian kembali menarik kedua tangan-nya ke atas dengan posisi telapak tangan yang terkunci itu menghadap atas.
Sesudah itu, kini kedua telapak tangan yang saling mengunci itu kini berada di depan dada, lalu Madika pun langsung mulai membuka kuncian pada kedua telapak tangan-nya.
ia pun kemudian menarik kedua tangan-nya untuk saling menjauhi.
namun kedua telapak tangan Madika itu kini berada dalam posisi terbuka dan saling berhadapan.
Saat kedua telapak tangan Madika saling menjauh, seketika seluruh energi di udara mulai terserap tepat di tengah-tengah kedua telapak tangan Madika yang bergerak saling menjauh.
__ADS_1
Energi itu tidak sepenuh-nya berasal dari udara, melain-kan energi itu berasal dari seluruh tubuh Madika itu sendiri, namun efek dari pengumpulan energi yang di pusat-kan ke tengah-tengah dari kedua telapak tangan itu membuat energi itu seolah berasal dari udara.
Semakin kedua telapak tangan Madika saling menjauh, semakin besar pula gumpalan energi yang tercipta.
hingga akhir-nya gumpalan energi itu mentok di ukuran sebesar dua kali ukuran bola kasti.
Setelah gumpalan energi itu selesai terbentuk, kini Madika pun langsung berjalan mendekati pintu itu.
ia kini memindah-kan bola energi itu ke telapak tangan kanan-nya.
ia menghadap-kan telapak tangan-nya ke atas dan tampak bola energi itu kini melayang di atas telapak tangan Madika.
Sesudah itu Madika pun mendorong tangan kanan-nya itu ke depan hingga jarak ujung jari-nya dengan pintu kira-kira terpisah 3 cm.
Setelah itu Madika pun kembali menarik tangan kiri-nya ke depan dada dengan posisi jari kelingking dan jari manis di tekuk, sementara ibu jari, jari tunjuk, dan jari tengah di biar-kan tegak ke atas.
"BUKA!!" ucap Madika dengan suara tegas saat jurus pembuka segel itu sudah selesai ia buat.
Seketika itu juga kini bola energi yang ada atas telapak tangan Madika itu perlahan di serap oleh pintu tersebut.
sementara pintu itu menyerap bola energi, tampak pintu itu memancar-kan aura hitam pekat yang sangat mengeri-kan.
namun, semakin banyak energi dari bola energi yang di serap oleh pintu itu, kini warna hitam pekat itu semakin memudar.
Hingga akhir-nya kini aura yang di pancar-kan oleh pintu itu kini langsung berubah warna dan menjadi warna biru cerah layak-nya warna Saga milik Madika.
__ADS_1
Sementara itu, Madika melihat bahwa jurus buka segel milik-nya itu kini bisa bekerja untuk segel yang ada di pintu itu pun tampak langsung tersenyum tipis.
"rupa-nya ini memang segel yang ku ajar-kan pada murid-ku dahulu.... segel ini adalah segel yang memanipulasi ruang yang ada di dalam-nya.... segel ini tak bisa di rusak dengan jurus perusak segel, sehingga segel ini mengharus-kan seseorang untuk membuka-nya dengan cara yang benar.... selain itu, jika ada orang yang berusaha masuk ke ruangan yang di segel itu tanpa melalui pintu ini, maka orang itu tidak akan bisa menemukan ruangan yang ada di balik pintu yang di segel ini.... contoh-nya, semisal seseorang ingin masuk namun tak tahu cara membuka segel ini, dan hal itu pun membuat orang itu langsung menghancur-kan dinding agar bisa masuk ke dalam ruangan yang pintu-nya di segel itu, maka orang itu benar-benar bisa masuk, namun ia tidak masuk ke dalam ruangan yang di segel, ia hanya akan masuk ke ruangan yang tidak ada isi-nya." ucap Madika dalam hati setelah berhasil membuka segel itu.