Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mengalah-kan Riko


__ADS_3

Saat ini tempat bertarung Madika dan Riko telah di penuhi oleh kepulan debu bagai asap tebal.


Setelah beberapa saat kemudian, angin yang berhembus di sekitar tempat itu langsung membuat kepulan debu yang sangat tebal itu kini perlahan menjadi tipis dan mulai lenyap.


Sementara itu, Riko yang merasa kalau serangan-nya barusan telah mengenai Madika dengan telak kini langsung tersenyum puas.


ia merasa bahwa diri-nya sudah berhasil membalas-kan dendam tuan-nya.


Namun, tak lama setelah itu, kini debu tebal itu lenyap.


lalu Riko pun menatap ke bawah tepat di tempat ia menyerang Madika.


Saat ia melihat ke tempat itu, betapa terkejut-nya Riko saat melihat Madika yang ternyata masih hidup meski-pun mengalami sedikit luka yang cukup dalam di bagian bahu kanan-nya.


Namun, bukan tentang Madika yang masih hidup itu yang membuat Riko terkejut. melain-kan ia terkejut karena di depan Madika melayang seekor naga kuno legendaris yang sudah menjadi legenda sepanjang masa.


Naga kuno legendaris itu adalah Bunggu yang masih sempat Madika panggil ketika diri-nya hampir terkena serangan telak.


Tampak Bunggu yang saat ini mengguna-kan wujud naga-nya langsung menatap tajam ke arah Riko.


ia menatap Riko dengan penuh intimidasi.


Hanya dengan melihat tatapan tajam dari Bunggu, kini Riko yang tentu-nya mengetahui tentang sosok Bunggu tentu-nya jadi sedikit panik.


"hoi-hoi-hoi.... yang benar saja!.... apa itu naga kuno legendaris yang asli?" ucap Riko yang berusaha untuk tidak percaya meski-pun ia merasa yakin kalau naga itu memang naga kuno legendaris.


"DIAM KAU MANUSIA SIAL@N!" ucap Bunggu dengan suara yang menggema di telinga sambil mengguna-kan aura Nosa milik-nya untuk menekan Riko.


Seketika Riko pun langsung terjatuh dengan sangat cepat dari ketinggian.


ia jatuh seolah-olah gravitasi di tempat-nya sangat-lah kuat sehingga ia jatuh dengan cepat dan langsung menghantam tanah hingga tanah di sekitar-nya itu langsung hancur dan menghasil-kan beberapa retakan yang membentuk lingkaran.


"si.... sial!.... naga itu benar-benar naga kuno legendaris yang asli!" ucap Riko yang berusaha menatap ke atas tempat Madika dan Bunggu yang sedang melayang di udara.


Sementara itu, Bunggu yang melihat Madika yang sedang terluka kini langsung membantu Madika untuk mengobati tubuh-nya.

__ADS_1


Bunggu mengalir-kan sedikit energi Nosa-nya ke tubuh Madika untuk membantu meregenerasi-kan luka yang di alami oleh Madika.


"tuan, sebaik-nya anda segera gunakan penyamaran agar tak ada orang lain selain pria itu yang mengetahui identitas anda." ucap Bunggu menyaran-kan.


"kau benar." balas Madika. "jika kau muncul dengan wujud ini orang-orang pasti akan bertanya-tanya tentang siapa tuan-mu, dan jika mereka melihat-mu dengan-ku maka mereka bisa saja langsung mencurigai bahwa aku adalah reinkarnasi dari ksatria legendaris.... itu tak boleh sampai terjadi." timpal-nya.


Kemudian Madika pun langsung menghilang-kan sayap angin-nya itu karena sudah banyak yang tahu tentang sayap itu.


lalu dengan segera ia mengguna-kan sebuah jubah penyamaran yang menutupi hampir seluruh tubuh-nya.


Setelah itu Madika pun kini langsung mendarat di atas kepala Bunggu.


Saat Madika berpijak di atas kepala Bunggu, kini Bunggu pun langsung membuat sebuah kursi yang cukup mewah di atas kepala-nya mengguna-kan elemen api milik-nya.


kursi itu tampak seperti terbuat dari lahar, namun ia tidak panas atau-oun membakar benda yang terkena kursi itu.


Melihat kursi mewah yang muncul di kepala Bunggu itu, kini Madika pun langsung duduk santai di atas kursi itu sambil menopang dagu-nya.


Lalu Madika pun langsung menatap ke bawah, tepat ke arah Riko yang tampak tergeletak dan kesulitan bergerak karen aura Nosa tingkat legendaris kini sedang mengekang diri-nya.


"Bunggu, tolong balas-kan perbuatan orang ini untuk-ku." ucap Madika dengan ekspresi yang terlihat dingin.


"tenang saja tuan, orang ini akan segera ku singkir-kan!" jawab Bunggu patuh.


"apa selain dia masih ada lagi yang sudah mengetahui identitas anda saat ini?" tanya Bunggu.


"tidak ada." jawab Madika singkat.


"baiklah kalau begitu." bala Bunggu dengan tenang.


Lalu Bunggu pun terbang mendekati Riko.


setelah itu ia pun terbang memutar-mutar di atas tubuh Riko.


Saat Bunggu berhenti tepat di hadapan Riko, kini Riko terlihat memandangi Madika dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


Riko kini seolah tidak peduli kalau saat ini naga kuno legendaris itu memihak Madika. ia tetap memandang Madika dengan ekspresi yang penuh amarah.


Bunggu yang melihat hal itu tentu-nya langsung murka.


"berani-nya mahluk rendahan seperti-mu memandang tuan-ku seperti itu!" ucap Bunggu dengan tegas sambil memperkuat aura-nya.


hal itu pun membuat Riko langsung langsung mengalami tekanan aura yang sangat kuat hingga diri-nya pun mengalami luka dalam.


Seketika Riko pun langsung memuntah-kan darah segar dari dalam mulut-nya.


"HOEEKKK!!"


"UHHUKKK!!"


Riko terus memuntah-kan darah segar dari mulut-nya.


jika seandai-nya darah yang keluar dari mulut Riko itu di liter-kan, maka kemungkinan jumlah-nya bisa mencapai satu setengah atau bahkan dua liter banyak-nya.


"kau sudah berani melukai tuan-ku, siksaan-mu harus lebih besar lagi dari ini!" tegas Bunggu lagi.


Setelah itu kini di atas tubuh Bunggu muncul ribuan jarum api yang melayang di udara.


ribuan jarum itu memiliki besar seperti lidi kelapa, dan panjang-nya kira-kira lebih dari 20 cm.


Lalu kini jarum api itu langsung menyala dan tampak api kecil berkobar di jarum-jarum api yang tampak seperti lahar itu.


Setelah itu, Bunggu pun ingin melesat-kan seluruh jarum api itu, namun Bunggu mengurung-kan niat-nya karena ia tiba-tiba merasa-kan keberadaan orang-orang lain yang bergerak ke arah mereka saat ini.


"tchi, aku merasa-kan ada pengganggu yang bergerak ke tempat ini." ucap Bunggu sambil menoleh ke arah datang-nya orang-orang itu.


"hmm.... aku juga merasa-kan keberadaan mereka, jumlah mereka cukup banyak, dan tiga di antara-nya sudah mencapai tingkat grand master, sementara yang satu-nya berada di tingkat Epic." ucap Madika menimpali ucapan Bunggu.


"apa kita akan melawan mereka tuan?" tanya Bunggu.


"untuk saat ini kita lihat saja dulu situasi-nya, lagi pula belum tentu mereka akan berani terang-terangan menyerang kita, apa lagi saat ini kau yang sudah di kenal sangat kuat muncul di tempat ini." jawab Madika dengan santai-nya.

__ADS_1


"baik tuan." ucap Bunggu dengan patuh.


"untuk saat ini, akan ku lanjut-kan dulu penyiksaan untuk orang ini." ucap Bunggu sambil menunjuk-kan senyum menyeram-kan ke arah Riko yang sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi.


__ADS_2