Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menolong Emi


__ADS_3

"Emi!" teriak Nia yang tampak takut karena Emi akan di bunuh oleh Hongu.


Namun saat Nia sudah berpikir bahwa ini adalah akhir bagi Emi, tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari dalam kerumunan.


"perbuatan-mu itu sudah terlalu berlebihan."


ucap seorang pria yang kini berjalan mendekati Hongu sambil mengeluar-kan aura Saga milik-nya.


Nia yang sebelum-nya tidak memperhati-kan sekeliling-nya karena panik kini langsung mencari keberadaan suara itu.


Namun belum sempat menemu-kan asal suara itu ia sudah lebih dulu melihat Hongu yang saat ini sudah tidak mencekik Emi karena diri-nya saat ini tampak sedang tertunduk lutut di lantai.


Seketika Nia kebingungan melihat hal itu.


terlebih lagi saat diri-nya melihat ekspresi kesal Hongu yang tampak berusaha bangkit namun sangat sulit.


"apa yang terjadi di sini?" ucap Nia sambil mendekati Emi.


Lalu Nia pun melihat sekeliling-nya, kini ia jadi semakin terkejut ketika melihat semua orang di sekitar-nya tampak seolah di tekan oleh sesuatu yang sangat berat. sama seperti si Hongu.


hingga akhir-nya Nia pun bisa merasa-kan sebuah aura Saga tingkat elite.


"aura Saga tingkat elite?.... apa jangan-jangan ada yang mengguna-kan aura untuk menekan mereka semua?" batin Nia.


Hingga akhir-nya kini terasa angin berhembus di dalam ruangan tersebut.


angin itu cukup kuat hingga membuat rambut Nia dan Emi terkibas-kan oleh hembusan-nya.


Lalu dengan terdengar sebuah langkah yang tegas dari kerumunan orang-orang yang saat ini tertunduk lutut.


"apa cuma segini saja tingkatan orang-orang di asosiasi ini?" ucap Madika yang berjalan ke arah Emi dan Nia.


Semua orang yang mendengar ucapan Madika langsung terkejut.


mereka semua tak menyangka seorang bocah seperti Madika bisa memiliki aura bahkan tingkatan yang tidak sesuai usia-nya.


Sementara itu, saat Nia dan Emi menoleh ke arah Madika, seketika mereka berdua pun sedikit terpukau dengan kemunculan Madika yang terkesan sangat heroik bagi mereka.


pasal-nya angin yang tengah berhembus itu kini mengibas-kan jubah hitam Madika yang cukup panjang itu serta mengibas-kan rambut-nya dan membuat-nya terlihat muncul dengan gaya.


Namun Nia tidak lama terpukau dengan kemunculan Madika karena diri-nya merasa tak asing dengan wajah Madika.


"orang itu kan yang kemarin membeli tongkat mengguna-kan emas satu kilogram?" ucap Nia menerka.

__ADS_1


"APAAAA!!"


Seketika semua orang yang ada di tempat itu langsung terkejut saat mendengar tentang material langka yang bahkan berat-nya mencapai satu kilogram itu di gunakan hanya untuk membeli satu senjata.


Mendengar ucapan Nia, seketika Emi juga ikut terkejut.


namun setelah itu Emi pun langsung menoleh ke arah Nia.


"apa kau mengenali-nya?" tanya Emi penasaran.


"tidak, aku hanya kebetulan bertemu dengan-nya kemarin saat membeli sesuatu di lantai tiga toko senjata Martiga." jawab Nia dengan ekspresi malas menjelas-kan kejadian saat itu.


Mendengar tentang toko senjata Martiga terlebih lagi berada di lantai tiga, kini banyak dari mereka yang kembali terkejut.


Hingga akhir-nya kini Madika pun tiba di hadapan Nia dan Emi.


Madika pun langsung mengulur-kan tangan-nya ke arah Emi.


"maaf Emi, seperti-nya aku sedikit terlambat membantu-mu." ucap Madika.


Sementara itu, Emi yang saat ini melihat uluran tangan Madika kini hanya bisa berpaling dari Madika karena diri-nya tidak ingin Madika ikut terjerumus dalam masalah itu.


"se.... sebaik-nya kau tidak membantu-ku karena itu bisa saja akan membahaya-kan diri-mu sendiri." ucap Emi terbata-bata.


Madika pun langsung menoleh ke belakang dan menatap Hongu dengan penuh intimidasi.


"mungkin yang ingin kau kata-kan saat ini adalah kenapa aku masih hidup?" ucap Madika dengan suara dingin namun menakut-kan.


Tatapan mengancam dan penuh intimidasi dari Madika itu tampak berhasil mengguncang pikiran Hongu.


sejenak Hongu tertegun dengan kata-kata Madika barusan.


Hongu tak menyangka kalau Madika ternyata bisa mengalah-kan semua bawahan-nya itu.


"Madika, hentikan aura-mu itu.... sebaik-nya kau jangan berurusan dengan mereka, kau bisa dalam bahaya jika berurusan dengan mereka." ucap Emi memperingati Madika sambil berdiri dan merangkul tangan Madika.


Sementara itu, Nia yang melihat kedekatan Emi dan Madika tentu kini hanya bisa diam dengan ekspresi kebingungan.


ia tidak menyangka kalau orang yang dia hina kemarin ternyata berteman baik dengan sahabat-nya itu.


Madika yang saat ini mendapat-kan peringatan dari Emi tampak diam saja.


sebenar-nya Madika tak ingin bermasalah dengan orang-orang di kota Kayau, namun sejak Madika tiba di kantor asosiasi ksatria Saga ini, Madika pun melihat pemandangan mengeri-kan.

__ADS_1


Ia bisa melihat kalau semua orang di sini sebenar-nya ingin melihat seseorang segera menyingkir-kan orang-orang seperti Hongu dan keluarga besar-nya.


namun mereka semua tidak ada yang berani, mereka hanya bisa diam dan berpura-pura untuk tidak melihat.


mereka semua tampak seperti anjing yang sedang di kekang oleh majikan-nya.


Karena hal itu, Madika pun kini berani untuk melakukan hal ini.


kali ini ia merasa tidak peduli jika keluarga berpengaruh di kota Kayau ini menjadi-kan diri-nya sebagai buronan.


Setelah itu, kini Madika pun memegang tangan Emi.


lalu ia menghempas-kan tangan Emi dengan sedikit kasar.


"jangan sok akrab dengan-ku!" bentak Madika dengan ekspresi yang terlihat marah.


Emi yang melihat perubahan sifat Madika itu kini langsung terkejut.


ia langsung mundur selangkah dan langsung meletak-kan kedua tangan di dada-nya karena terkejut dengan bentakan Madika.


"kita baru bertemu kemarin! kau hanya-lah orang asing di mata-ku! jadi jangan sok akrab dengan-ku!" bentak Madika lagi.


Sementara Nia yang melihat Madika yang kini tiba-tiba berubah sikap lagi kini makin kebingungan, sebenar-nya Madika ini ada masalah apa?.


apa Madika berpihak dengan Emi atau malah sebalik-nya.


Madika benar-benar tidak jelas di mata Nia.


"jangan kau pikir aku melakukan ini untuk-mu.... aku melakukan semua ini untuk diri-ku sendiri!" ucap Madika lagi dengan tegas.


Sementara Emi hanya bisa diam sambil menatap Madika dengan ekspresi tidak percaya karena Madika yang sebelum-nya sangat lembut memperkenal-kan diri-nya kini langsung membentak dengan emosi yang berkobar-kobar.


Setelah itu Madika pun langsung menoleh ke arah Hongu dengan tatapan penuh intimidasi.


"aku ke sini karena ingin balas dendam!.... kemarin kau telah menghina-ku saat di toko senjata Martiga, dan saat malam kau menyuruh bawahan-mu untuk membunuh-ku.... jadi, sekarang aku datang untuk membalas semua perbuatan-mu pada-ku!" ucap Madika dengan tegas.


Saat mendengar ucapan Madika barusan, kini semua orang yang ada di tempat itu pun langsung terpengaruhi oleh kata-kata Madika tentang balas dendam.


akhir-nya kini semua orang di sana pun tidak lagi mengira bahwa Madika datang karena ia ada hubungan tertentu dengan Emi.


Dengan begitu, kini yang terjadi adalah kebalikan dari yang di kata-kan Emi.


kini madika-lah yang berusaha membuat Emi tidak terjerumus dalam masalah antara Madika dan keluarga si Hongu karena saat ini Madika telah membulat-kan tekad-nya untuk membunuh Hongu yang sudah terlalu angkuh dan sombong sebagai manusia

__ADS_1


__ADS_2