
Saat ini tak satupun orang yang bisa bertahan di sekitaran Madika.
semua-nya terhempas oleh gelombang angin dari jurus langkah dewa angin Madika.
Sementara itu, tempat Madika berdiri sebelum-nya tampak banyak pepohonan di sekitar-nya kini langsung tampak bersih.
tak satu pun pohon berada di sekitar-nya saat ini, bahkan puing-puing pohon itu pun tidak ada karena semua-nya terhempas oleh gelombang angin yang sangat kuat itu.
Madika kemudian menoleh ke arah Liga dan para rekan-nya yang saat ini berada jauh dari posisi diri-nya berdiri.
"seperti-nya aku terlalu berlebihan." ucap Madika dalam hati saat melihat Liga dan para rekan-nya itu kini sudah tidak sadar-kan diri.
Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun langsung berbalik badan dan langsung melangkah ke depan.
"Askila, kembali-lah ke tempat-mu." ucap Madika sambil membuat lingkaran energi yang akan di masuki Askila.
Lalu Askila pun kembali ke tempat-nya sebelum-nya.
Saat Askila telah masuk ke dalam lingkaran energi itu, kini Madika pun langsung mengeluar-kan sayap angin-nya.
setelah itu ia langsung melompat dan melesat cepat di udara.
Di sisi lain, Liga dan rekan-nya yang saat ini telah pingsan kini di datangi oleh beberapa ksatria penjaga dari kediaman keluarga Nemosu.
"ayo bawa mereka semua!" perintah seorang pimpinan ksatria penjaga menyuruh para bawahan-nya untuk segera membawa Liga dan para rekan-nya itu ke penjara bawah tanah di kediaman keluarga Nemosu.
Lalu para ksatria penjaga yang di perintah-kan itu langsung patuh.
mereka berbondong-bondong membawa Liga dan yang lain-nya ke dalam gerobak yang di tarik mengguna-kan kuda.
Setelah itu mereka pun langsung bergegas kembali ke kediaman keluarga Nemosu untuk memberi laporan tentang pertarungan Madika dengan Liga serta para rekan Liga.
******
Saat ini Madika sedang berada di sebuah hutan yang tidak begitu jauh dari kota Kayau.
__ADS_1
untuk saat ini diri-nya memilih untuk bersembunyi terlebih dahulu dari kota Kayau.
Di dalam hutan itu, kini Madika tampak melepas-kan seekor burung yang membawa sebuah surat.
Burung itu adalah burung yang di temu-kan oleh Madika saat dia melakukan petualangan sebelum-nya.
karena diri-nya merasa bahwa burung itu sangat-lah penting untuk di gunakan dalam bertukar informasi, maka Madika pun mengambil seekor burung yang ia temui di hutan dan kemudian di jadikan-nya burung itu sebagai hewan peliharaan-nya.
Kebetulan burung itu memiliki kecepatan terbang yang lebih cepat ketimbang burung-burung pada umum-nya, jadi Madika tertarik mengambil-nya.
burung yang menjadi peliharaan Madika itu bukan-lah burung biasa karena ia adalah masuk dalam jenis salah satu hewan monster.
dengan kata lain, burung itu memiliki kemampuan untuk mengguna-kan energi Nosa, dan itu-lah yang membantu diri-nya untuk terbang dengan sangat cepat.
Setelah Madika melepas-kan burung itu, kini burung itu pun langsung terbang dengan cepat menuju ke tempat tujuan-nya yang di beritahu-kan oleh Madika pada-nya.
"semoga saja pesan-ku bisa sampai dengan cepat." batin Madika.
"untuk saat ini sebaik-nya aku mulai melakukan penyelidikan terlebih dahulu mengenai masalah yang ku alami saat ini." batin Madika
******
Saat ia mendarat di salah satu tempat di kota Kayau, ia pun langsung pergi ke kantor asosiasi ksatria Saga untuk memasti-kan apa-kah Liga ada di tempat atau tidak.
Madika yang saat ini sedang menginjak-kan topeng penyamaran tentu-nya jadi tidak di kenali oleh orang-orang di sekitar-nya.
Saat Madika tiba dan masuk ke dalam kantor asosiasi ksatria Saga pun tampak semua orang menatap-nya karena mereka merasa asing dengan Madika.
Namun karena kemarin bawahan Liga yakni Sigo menyambut Madika dengan baik, kini orang-orang di sekitar pun berhenti menatap-nya dengan aneh.
"hei, apa kalian sudah mendengar berita heboh hari ini?" ucap seorang gadis yang baru datang dan langsung ingin membeber-kan informasi yang baru saja ia dapat-kan dari luar.
"berita heboh?"
tanya yang lain-nya yang saat ini tampak penasaran.
__ADS_1
"ya!.... kata-nya pemimpin asosiasi kota Kayau, yakni Liga dan beberapa ksatria Saga terkuat di asosiasi ini akan di eksekusi mati besok karena mereka telah menyerang dan berniat membunuh seluruh keluarga Nemosu tanpa ada-nya alasan yang jelas." ucap gadis itu membeber-kan informasi yang ia miliki.
"apa?!!"
Seketika semua orang yang mendengar-kan gadis itu langsung terkejut bukan main.
"sialan, satu-satunya harapan untuk menyingkir-kan orang-orang kotor di negri ini kini sudah lenyap!" ucap seorang pria yang mendengar-kan ucapan gadis sebelum-nya.
"benar sekali!.... padahal hanya tinggal mereka satu-satunya yang bisa, tapi tidak ku sangka mereka akan kalah!" timpal pria yang lain-nya.
Saat ini, banyak dari mereka yang menyesali kekalahan dari kelompok yang di bentuk oleh Liga.
Sebenar-nya orang yang menjadi musuh keluarga Nemosu memang sudah sangat banyak karena mereka adalah keluarga bangsawan yang memimpin kota ini dengan cara yang arogan dan mereka juga jarang sekali peduli dengan masyarakat-nya.
Masyarakat yang susah akan mereka buat semakin susah. hal itu yang membuat banyak orang yang tidak suka dengan kepemimpinan mereka.
namun apalah daya para masyarakat yang tidak bisa melakukan apa-apa.
dan apalah daya para ksatria Saga yang kalah jumlah dari ksatria penjaga keluarga Nemosu yang di penuhi oleh ksatria-ksatria Saga yang sangat kuat.
"ternyata dugaan-ku benar!.... mereka sudah di tahan saat ini!" batin Madika saat mendengar-kan informasi tentang Liga dan yang lain-nya.
"harus-nya semalam mereka ku bawa kabur bersama-ku, setidak-nya dengan begitu mereka bisa selamat."
Lalu Madika pun mulai melangkah keluar dari kantor asosiasi ksatria Saga itu.
Saat Madika tiba di luar, tampak di halaman kantor itu terjadi keributan.
keributan itu di akibat-kan oleh para ksatria penjaga dari keluarga Nemosu yang kini datang merusuh di tempat itu.
"kalian semua!.... siapa lagi di antara kalian yang mau membela Liga hah?!!" tanya salah satu ksatria penjaga dari keluarga Nemosu itu sambil mencekik leher Emi dan mengangkat-nya ke udara.
Nia yang saat ini bersama dengan Emi kini tampak sudah di pakai-kan alat penekan Saga.
entah karena hal apa para ksatria penjaga itu kini sudah menahan Nia dan berniat membawa Nia ke dalam kereta kuda yang mereka gunakan untuk mengangkut tahanan.
__ADS_1
Nia kini tak berdaya, ia berusaha untuk lepas dari cengkraman seorang ksatria penjaga itu, namun tenaga-nya tidak cukup untuk melakukan hal itu.