Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mengalah-kan Pasukan Kera?


__ADS_3

Saat ini tampak sepuluh pasukan kera di lempar-kan ke arah Madika yang masih terbang di udara.


Ke sepuluh pasukan kera itu di lempar dalam jeda waktu yang berbeda agar mereka tak saling bertabrak-kan nanti-nya.


Kini seekor kera itu tampak berada di depan Madika, dan dengan segera ia menebas-kan pedang-nya ke arah Madika.


Namun Madika yang melihat hal itu langsung terbang ke samping untuk menghindar.


Kini si kera yang gagal menyerang itu langsung melihat ada kera lain yang melesat ke arah-nya.


lalu ia pun langsung menghilang-kan pedang-nya dan segera menangkap kaki teman-nya itu lalu berputar serta melempar teman-nya itu ke arah Madika yang saat ini sudah terbang ke arah samping dan tidak lagi di jalur yang sebelum-nya.


hal itu pun membuat si kera yang baru tiba di udara itu kini langsung melesat ke arah Madika yang sudah menghindar sebelum-nya.


sehingga kini si kera itu pun sudah berada di belakang Madika sambil bersiap mengayun-kan pedang-nya.


Madika yang menyadari hal itu kini langsung menoleh ke belakang sambil memutar tubuh-nya.


Di saat yang bersamaan, si kera itu pun langsung melakukan tebasan memutar ke arah Madika.


namun Madika yang saat ini sudah memutar tubuh-nya dan menghadap ke arah kera itu kini bisa segera mengantisipasi serangan tersebut.


Tebasan si kera itu langsung di tangkis oleh Madika dengan beberapa gerakan dan ayunan pedang ganda milik-nya.


Tidak berhenti di situ saja, Madika yang saat ini sedang beradu pedang dengan kera itu di udara kini langsung di hampiri lagi oleh salah satu kera lain-nya yang di lempar-kan ke arah-nya.


Tampak kera itu datang dari arah samping bawah Madika.

__ADS_1


kera itu langsung menebas-kan kedua pedang-nya ke tubuh Madika.


namun karena Madika sempat melihat kedatangan si kera itu kini Madika pun langsung terbang ke samping atas untuk menghindari tebasan itu sehingga kini si kera yang baru saja menyerang itu tampak melesat begitu saja melewati Madika.


Kini para pasukan kera itu pun terus menyerang Madika dengan berbagai macam cara.


mereka semua tampak saling bahu-membahu untuk bisa menggapai Madika yang saat ini sedang terbang di udara.


tampak ada dari mereka yang berlari di dinding lalu melompat ke arah teman-nya di udara dan kemudian menginjak-nya untuk di jadi-kan sebagai pijakan sehingga ia bisa melompat ke arah Madika, ada pula yang sudah berada di udara namun harus saling melempar agar lesatan-nya bisa berubah arah, bahkan ada yang saling menendang di udara untuk melesat-kan teman-nya ke arah Madika.


Madika pun kini langsung bergerak cepat dan lincah untuk menghindari serangan para pasukan kera tersebut.


Madika terlihat secara berulang kali memutar tubuh-nya di udara untuk menghindari serangan para pasukan kera itu.


ia terbang naik turun sambil bermanuver dengan sangat cepat di udara, beberapa kali ia juga bergerak ke samping sambil berputar-putar dan menebas-kan pedang-nya untuk menangkis maupun melesat-kan tebasan angin pada para pasukan kera yang menyerang diri-nya itu.


"apa yang harus ku lakukan sekarang?" ucap Madika dalam hati karena saat ini ia melihat jumlah pasukan kera itu benar-benar sangat banyak dan sudah pasti akan sangat sulit di hadapi.


Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun mulai kembali memutar otak-nya untuk berpikir sambil terus terbang dan menghindari semua serangan dari para pasukan kera itu.


"sebenar-nya bagaimana aku harus melawan para kera ini?.... apa kah aku harus benar-benar melawan dengan kekuatan untuk bisa menunduk-kan mereka atau bagaimana?" ucap Madika dalam hati sambil terus berpikir.


"untuk sekarang akan ku coba terlebih dahulu!.... apa kah nanti-nya akan berhasil atau tidak itu urusan nanti!" ucap Madika lagi sambil membuat beberapa peluru angin di tangan-nya.


Lalu Madika yang saat ini sedang terbang dan menghindari serangan para pasukan kera itu kini langsung mengumpul-kan seluruh peluru angin yang sudah ia buat itu ke sekitaran tubuh-nya.


ia membuat seluruh peluru angin itu melayang di sekitar tubuh-nya dan membawa peluru angin itu melesat bersama dengan diri-nya.

__ADS_1


jumlah peluru angin yang kini sudah selesai ia buat itu sekitar 600 lebih dan semua-nya itu tampak sedang melayang di sekitaran tubuh Madika.


"baiklah!... ini saat-nya!" ucap Madika dengan suara yang terdengar cukup kuat.


Lalu Madika pun menghentak-kan tubuh-nya serta kedua tangan-nya.


seketika itu juga seluruh peluru angin yang ada di tempat itu langsung melesat dan menyerang para pasukan kera itu.


Kini peluru angin pun menghujani para pasukan kera yang ada di bawah Madika saat ini.


bahkan pasukan kera yang saat ini sedang menyerang mengguna-kan tebasan bayangan maupun dengan cara melompat ke udara kini semua-nya juga langsung terkena serangan peluru angin itu.


Tampak sangat banyak kepala kera-kera itu langsung bocor seketika, akan tetapi peluru angin itu masih tertinggal di dalam kepala para kera yang terkena tembakan peluru itu.


Sementara beberapa peluru lain-nya ada juga yang hanya menghantam tanah karena tembakan-nya berhasil di hindari oleh Niverom yang di target-kan itu.


Peluru angin yang menghantam lantai itu langsung masuk sekitar 5 cm ke bawah lantai dan dan membuat lantai tersebut langsung mengalami retak yang cukup luas.


Berbeda kera lain-nya tampak terkena tembakan peluru angin di bagian dada, mau pun perut.


Saat Madika melihat semua serangan peluru angin-nya itu sudah banyak mengenai para pasukan kera itu, kini Madika pun langsung meledak-kan semua peluru angin yang ada itu untuk menghabisi para pasukan kera itu dengan segera mungkin.


Seketika itu juga ledakan dahsyat pun terjadi dan ledakan itu terus terdengar berulang-ulang kali karena ledakan itu tidak sepenuh-nya terjadi secara serentak akan tetapi semua peluru angin itu meledak dalam waktu kurang dari tiga detik.


Ledakan mengeri-kan pun terjadi, ledakan itu terjadi tepat di dalam tubuh maupun kepala para kera tersebut.


Tampak para kera yang terkena tembakan peluru angin itu kini langsung meledak.

__ADS_1


ledakan itu membuat tubuh mereka hancur berantakan, kepala mereka pecah dan otak-nya berhamburan.


sementara itu beberapa kera lain-nya yang tidak terkena tembakan peluru angin sebelum-nya kini tetap terbunuh juga akibat efek ledakan yang menghempas-kan beberapa tulang tajam dari tubuh kera yang meledak itu dan tulang tajam itu menusuk beberapa kera yang tidak terkena peluru angin itu hingga tulang tajam itu menembus tubuh kera itu hingga para kera itu pun juga ikutan mati.


__ADS_2