Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
KKP


__ADS_3

Saat ini Madika tampak sedikit kesulitan menghadapi si raja kera yang kini menggunakan kekuatan aslinya yang bisa membuat ia berpindah tempat dengan sangat cepat selama masih ada bagian gelap di tempat itu.


dengan kata lain, ia menjadikan sebuah kegelapan sebagai gerbang untuk berpindah dengan cepat.


Jurus yang di miliki oleh raja kera itu memungkinkan dirinya untuk masuk ke dalam sebuah bayangan maupun kegelapan dan kemudian keluar dari bayangan ataupun kegelapan yang berada di tempat yang berbeda.


karena itulah Madika jadi sedikit kerepotan menghadapi si raja kera itu saat ini.


"inilah alasan kenapa si raja kera ini sangat sulit di kalahkan!" ucap Madika dalam hati sambil mengedarkan pandangannya ke berbagai arah.


"kenapa? apa kau kesulitan menemukanku?" ucap si raja kera yang tiba-tiba muncul di belakang Madika.


Madika pun langsung menoleh ke belakang dengan cepat.


namun saat menoleh si raja kera itu langsung menghilang lagi.


"tchi.... dia mempermainkanku sekarang!" pikir Madika yang merasa sedikit kesal.


********


Saat ini, jauh di luar reruntuhan kuno tampak beberapa murid dari akademi Walawatu yang berada di tingkat tinggi sedang memasuki gerbang sekte Balumba.


Para murid tingkat tinggi itu pun tampak di pandu oleh seorang guru yang saat ini sudah berada di tingkat master.


Kedatangan murid tingkat tinggi dari akademi Walawatu saat ini karena akademi Walawatu terpilih sebagai salah satu dari tiga akademi dari luar kerajaan Doroko yang di pilih untuk ikut dalam sebuah 'kegiatan kunjungan persahabatan' (KKP) dengan sekte Balumba.


Selain akademi Walawatu, juga terdapat dua akademi lainnya yang berasal dari kerajaan Tambolo yang menerima undangan dari kegiatan itu.


Sementara akademi Walawatu sendiri sudah tidak asing lagi dengan kegiatan ini karena kegiatan ini selalu di adakan setiap dua tahun sekali oleh sekte Balumba, bahkan kini beberapa murid yang lulus dari akademi Walawatu banyak yang masuk ke sekte Balumba untuk menempa ilmu yang lebih tinggi lagi.


Note: akademi Walawatu hanya memiliki kuota untuk murid tingkat tinggi, sementara untuk tingkat profesional dan seterusnya mereka sudah membiarkan muridnya lulus dari akademi tersebut.

__ADS_1


"wah.... tempat ini begitu luas!" ucap salah satu murid akademi Walawatu itu dengan ekspresi kagum melihat berbagai macam bangunan yang ada di sekte tersebut.


"hahaha.... tempat ini sangat bagus bukan?" ucap si guru pemandu itu sambil menoleh ke arah siswanya.


"uhm.... lumayan." jawab salah satu murid laki-laki dengan ekspresi datar seolah tidak terlalu tertarik dengan hal itu.


"semua bangunan yang ada di tempat ini merupakan bangunan yang di sediakan untuk para murid yang ada di dalam sekte ini. Berdasarkan pemantauan dari tahun ke tahun, sekte ini selalu menghasilkan murid-murid yang sangat kuat dan berbakat. Kemampuan menaikan level mereka pun juga sangat cepat, bahkan sekarang sudah banyak murid dari akademi Walawatu yang masuk ke sekte ini dan mereka juga menerima kemampuan untuk meningkatkan kekuatan mereka dengan cepat padahal sebelumnya mereka juga hanya ksatria Saga biasa yang kemampuan menaikan tingkatannya yang juga biasa saja. Namun saat masuk ke sekte ini mereka pun menunjukkan banyak perubahan." ucap si guru pemandu itu menjelaskan.


Kini si guru pemandu itu terus mengoceh dan memberi penjelasan tentang sekte Balumba sepanjang perjalanan menuju sebuah gedung yang merupakan tempat tujuan mereka saat ini.


Di sisi lain, di bagian tengah dari sekelompok murid akademi Walawatu itu tampak sosok Natalia sedang berjalan dengan ekspresi datar dan terkesan sangat dingin.


ia saat ini di ikuti oleh seseorang gadis yang sedikit lebih tua darinya dan seorang pria yang seusia dengan gadis yang ada di samping Natalia saat ini.


Tampak pria itu terus mencoba menggoda Natalia dengan berbagai kata-kata manis, namun sayang-nya Natalia tetap bersikap dingin padanya.


"sejujurnya kau itu akan terlihat sangat cantik jika kau tersenyum. Sekarang cobalah untuk tersenyum dan buat seluruh dunia bisa menyadari kecantikanmu itu." ucap pria itu mencoba merayu Natalia.


"ehh?" seketika pria itu mulai panik.


ucapan Natalia membuat dirinya jadi bingung untuk menjawab iya atau tidak.


"jika ku bilang iya, aku yakin dia pasti marah dan tak mau dekat-dekat lagi denganku!" ucapnya dalam hati dengan ekspresi panik.


Lalu ia mulai memegang dagunya seolah berpikir.


"ehm.... tapi kalau di pikir-pikir memangnya sejak kapan kami punya hubungan yang dekat?" pikir pria itu.


Lalu pria itu kembali menjawab ucapan Natalia barusan.


"hehehe." pria itu tertawa kecil sebagai pembuka kata-katanya. "bukan begitu maksudku, kau itu sudah cantik, tapi akan lebih cantik lagi jika kau tersenyum. Selain itu kau juga akan terlihat lebih manis jika tersenyum karena senyummu itu bagaikan gula." ucap pria itu menggombal Natalia.

__ADS_1


"percuma terlihat cantik tapi malah di tinggalkan oleh orang yang di sayangi." jawab Natalia dengan ekspresi datar namun kini terkesan sedikit murung seolah ada kesepian dalam kata-katanya itu.


Lalu Natalia pun mempercepat langkahnya karena tak ingin di usil terus oleh pria itu.


"hahaha." gadis yang berada di samping Natalia sebelumnya kini langsung menertawai pria itu.


"mampus kau. Makannya jangan sok akrab. Wleee!" ucap gadis yang bernama Diana itu sambil menjulurkan lidahnya pada pria itu.


Lalu Diana pun langsung mengikuti Natalia dan kemudian berjalan sejajar dengan Natalia.


Di sisi lain, saat ini Madika yang sedang bertarung dengan si raja kera bayangan itu kini masih belum menemukan titik terang.


bahkan si raja kera itu jadi semakin usil dan mempermainkan Madika.


"hahahaha." raja kera itu tertawa seolah mengejek.


"Ayo tangkap aku!" ucap raja kera itu sambil menghilang berkali-kali dalam kegelapan.


"sialan!" gerutu Madika dengan ekspresi kesal melihat tingkah si raja kera itu.


"kera ini benar-benar menyebalkan!. Ingin rasanya ku hajar tepat di wajahnya!. Tapi sejak tadi malah aku yang terus terkena serangan!" ucap Madika dalam hati.


Tiba-tiba si raja kera bayangan itu pun muncul dari belakang Madika sambil mengayunkan pedangnya itu untuk menebas Madika beserta bayangan raksasa milik Madika.


"kau melihat kemana bocah?!" ucap raja kera itu.


Seketika Madika pun langsung menoleh dan mencoba untuk menghindari tebasan pedang itu.


namun sayang sekali itu tidak akan sempat.


"sial!. Dia cepat sekali berpindahnya!" ucap Madika mengeluh dalam hati.

__ADS_1


Lalu Madika pun kini memutuskan untuk keluar dari bayangan raksasa itu dan menghentikan pengendalian penuhnya karena ia tahu jika pengendalian penuh terus di lanjutkan hingga serangan si raja kera itu menghantam dan menghancurkan bayangan raksasa miliknya itu, maka ia akan menerima efek dari serangan yang terkena bayangan raksasa yang ia kendalikan itu.


__ADS_2