Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Upacara Penyambutan Siswa Baru


__ADS_3

"apa-nya yang bersambung sial@n!?" ucap Madika yang tampak kesal.


"hahahaha.... aku hanya bercanda." ucap Kulimu sambil tertawa. "satu hal lagi yang ingin ku katakan pada-mu adalah.... aku akan menjadi pelindung-mu, tapi aku tidak akan mau menjadi bawahan-mu seperti yang di lakukan pendahulu-ku terhadap tuan Risiwuku... aku punya keinginan-ku sendiri, namun jika kau butuh bantuan-ku, aku akan ada untuk membantu-mu sebisa mungkin." jelas Kulimu.


"baguslah kalau begitu, lagi pula aku juga bukan orang yang suka di ekori terus menerus." balas Madika dengan ekspresi tenang.


"hmm.... meskipun begitu, apa bila suatu hari nanti kau ingin menjadikan-ku bawahan-mu, maka cobalah untuk menjadi lebih kuat dari-ku dan mengalahkan-ku... jika kau berhasil, maka aku akan menjadi bawahan-mu." ucap Kulimu sambil berseringai.


"hah... terserah kau saja." balas Madika sambil menghela nafas.


"baiklah, untuk sekarang aku akan mencoba membantu-mu melakukan perburuan, jadi kau harus berusaha semaksimal mungkin untuk menunjuk-kan kemampuan terbaik-mu." ucap Kulimu sambil menawarkan bantuan.


Setelah itu mereka berdua pun mulai melakukan perburuan selama enam hari lama-nya.


kini kemampuan Madika sudah bertambah. diri-nya yang tadi-nya berada di tingkat atas level satu kini naik menjadi level tiga berkat bantuan Kulimu.


Setelah itu mereka berdua pun keluar dari hutan kematian itu dan kembali ke rumah masing-masing.


>SKIP<


Setelah genap seminggu menunggu upacara penyambutan siswa baru, kini hari-nya telah tiba, dan hari ini Madika tampak sudah siap dengan seragam lengkap-nya yang di berikan pada-nya setelah di nyatakan lulus ujian masuk.


Madika pun kini berangkat pagi-pagi sekali, ia bahkan sudah tiba di akademi Walawatu saat akademi itu masih belum di penuhi oleh para siswa lain-nya.


saat ini akademi itu masih tampak sunyi, dan terlihat menenangkan.


Madika kemudian mulai berjalan-jalan di sekitaran taman sambil menikmati udara segar di pagi hari.


di setiap pohon di sekitar taman itu terdapat burung yang terus berkicau-kicau, dan suara kicauan burung itu terdengar seolah berirama di telinga Madika.


"ini benar-benar akademi yang sangat luas dan mengagumkan.... keindahan tempat ini benar-benar di jaga dan di tata dengan rapi." ucap Madika dalam hati sambil mengedarkan pandangan-nya ke segala arah dan melihat-lihat seluruh bangunan di akademi itu.

__ADS_1


Setelah beberapa lama Madika mengelilingi gedung akademi itu, tak terasa kini sudah banyak siswa yang berdatangan di akademi itu.


beberapa dari mereka sudah mulai masuk ke kelas-nya masing-masing sambil menunggu upacara penyambutan siswa baru di mulai.


Setelah beberapa saat kemudian, bel sekolah pun berbunyi dan para siswa lama serta para siswa baru di arahkan untuk pergi ke gedung aula untuk memberi sambutan pada para siswa baru yang telah di terima di akademi itu.


Saat Madika duduk di barisan kursi para siswa baru, tepat di samping kanan Madika tampak Natalia yang sedang duduk sambil menopang dagu-nya seolah diri-nya tampak bosan mengikuti upacara penyambutan siswa baru itu.


"hah...." Madika menghela nafas sambil menopang dagu-nya dan melihat ke arah kepala akademi yang sedang berbicara panjang lebar.


Setelah cukup lama kepala akademi Walawatu memberikan pidato panjang-nya, kini kepala akademi sudah selesai dan turun dari mimbar dan kembali ke tempat duduk-nya.


Setelah itu ketua OSIS akademi itu maju memberi kata sambutan selanjut-nya.


"wah.... ketua OSIS itu tampan sekali..." ucap beberapa wanita yang tampak menyukai penampilan dan paras si ketua OSIS yang memang tampak berwajah tampan.


Sementara itu, tepat di depan Madika tampak tiga pria yang terlihat sudah akrab sedang membicarakan si ketua OSIS itu.


"saingan apa sih yang kau maksud?" tanya pria dua dengan ekspresi meledek.


"saingan cinta bod0h!" jawab pria satu dengan ekspresi kesal.


"maaf saja.... itu hanya berlaku bagi-mu saja!... di sini aku hanya ingin menjadi yang terkuat! bukan yang tertampan." balas pria dua sambil melipat kedua tangan-nya di depan dada.


"yah tentu saja jawaban-mu begitu.... lagi pula kau kan jelek jadi tak bisa memaksakan untuk terlihat tampan hahaha." ucap pria tiga menyela sambil tertawa kecil.


"anak kecil diam saja!"


"anak kecil diam saja!"


ucap pria satu dan dua secara serentak sambil menoleh pada pria tiga.

__ADS_1


Sementara itu, saat ini ketua OSIS tampak mulai menutup kata-kata sambutan-nya.


setelah selesai memberikan kata sambutan, kini giliran perwakilan siswa baru di persilahkan untuk memberi sambutan.


"baiklah.... selanjut-nya kita akan mendengarkan sepatah kata dari perwakilan siswa baru.... kami panggil-kan atas nama Natalia Taunaroso yang merupakan siswa terbaik saat ujian masuk.


Mendengar panggilan itu, seluruh siswa di ruangan itu mulai membicarakan tentang Natalia sehingga suara di ruangan itu terdengar sedikit gaduh.


sementara itu, Natalia saat ini tampak mengabaikan orang-orang di sekitar-nya.


ia langsung berjalan ke atas mimbar dan kini diri-nya sudah berdiri di atas mimbar itu.


Setelah berdiri di mimbar, Natalia pun mulai memberikan sepatah kata dengan tenang.


Sementara itu itu di barisan siswa yang sedang duduk tampak terpanah melihat pesona Natalia yang sangat imut itu.


para pria di ruangan itu seolah terhipnotis dan tak mau memalingkan wajah-nya dari Natalia. apalagi saat ini Natalia memang sudah di kenal sejak lama. beberapa orang yang mengetahui tentang Natalia menyebutkan bahwa Natalia adalah gadis yang hingga saat ini belum pernah kalah saat bertarung dengan lawan yang setingkat bahkan yang lebih tinggi satu tingkat dari-nya.


"dia itu gadis cantik yang sangat hebat loh.... selama ini dia belum pernah kalah saat bertarung dengan lawan-nya." jelas salah seorang pria yang mengagumi Natalia.


Sementara itu, Madika yang mendengar beberapa bisikan-bisikan berisik dari para pria yang mengagumi Natalia kini hanya bisa tersenyum tipis.


"wah wah wah.... seperti-nya aku sudah mengalahkan orang yang merepotkan.... semoga saja tak ada yang mengetahui bahwa dia sudah pernah ku kalahkan.... jika mereka mengetahui hal itu, pasti posisi-ku akan sangat merepotkan.... aku benar-benar tak ingin jadi sorotan publik." batin Madika sambil menunduk dan menggaruk kepala-nya yang tidak gatal.


Sementara itu, Natalia yang saat ini sedang memberikan sepatah kata kini tidak sengaja melihat gerak-gerik Madika yang menurut-nya terkesan menghawatirkan sesuatu.


melihat hal itu, Natalia pun teringat bahwa diri-nya telah di kalahkan oleh Madika.


"oh iya.... berdasarkan hasil ujian masuk Minggu lalu, aku memang di nyatakan sebagai siswa terbaik. akan tetapi, sebenar-nya aku telah kalah telak melawan pria yang saat ini duduk di kursi sebelah kanan-ku." ucap Natalia sambil tersenyum manis seolah ia merasa senang akan sesuatu.


Mendengar ucapan Natalia itu, seluruh siswa yang mengagumi Natalia langsung terkejut serta segera menoleh ke arah Madika dengan ekspresi tidak percaya.

__ADS_1


"EEHHHH??"


__ADS_2