
Saat ini di rumah Natalia tampak di kunjungi oleh kepala akademi serta beberapa siswa dari kelas Madika dan kelas Natalia.
mereka semua datang untuk menjenguk Madika dan ingin mengetahui keadaan Madika saat ini.
berhubung pagi tadi mereka menerima kabar dari Natalia bahwa Madika sudah siuman, jadi malam ini mereka pun datang untuk menjenguk Madika.
"hei.... kau terlalu lama sadar-nya.... aku sampai mengira kau tidak akan bangun-bangun lagi." ucap Langaeo yang merupakan teman sekelas Madika sebelum-nya yang juga sering bergurau dengan Madika.
Asenataja langsung memukul kepala Langaeo dengan keras.
"diam kau si@lan.... mau ku bunuh juga kau hah?" ucap Asenataja yang juga ikut bergurau.
Di sisi lain, Madika yang melihat tingkah mereka kini hanya bisa tersenyum seperti biasa-nya saat melihat mereka bergurau.
Sementara itu, pak kepala akademi kini mulai menanya-kan keadaan Madika langsung.
"apa sekarang kau sudah agak baikan?" tanya-nya berbasa-basi.
"uhmm." gumam Madika sambil mengangguk dan tersenyum. "aku sudah agak baikan." jawab Madika.
"aku sudah mendengar kronologi cerita tentang perlawanan-mu terhadap para Niverom itu, tapi sejujur-nya aku masih penasaran dengan cerita itu dan aku ingin mendengar-nya langsung dari-mu." ucap pak kepala akademi lagi.
Sebenar-nya saat ini pak kepala akademi ingin mendengar cerita tentang kekuatan yang di gunakan oleh Madika di saat-saat terakhir itu.
ia penasaran dengan cerita yang di sampai-kan Natalia dan yang lain-nya.
namun saat ini Madika tetap menyembunyi-kan tentang hal itu.
Madika tidak mau menjelas-kan hal itu dengan berbagai alasan untuk menolak permintaan kepala akademi saat meminta-nya menjelas-kan hal itu.
Pak kepala akademi pun kini menyerah untuk bertanya tentang hal itu.
"kalau memang itu sesuatu yang rahasia, ya sudah-lah." ucap pak kepala akademi sambil menyandar-kan tubuh-nya di punggung sofa.
Madika yang melihat reaksi pak kepala akademi itu kini hanya bisa tersenyum hambar menatap-nya.
Di sisi lain, Nina dan Lili yang melihat Madika dan Natalia yang saat ini duduk bersebelahan kini terlihat memikir-kan hal yang sama.
"oh iya.... biar ku beritahu-kan pada kalian hal yang paling berkesan saat Madika melawan para Niverom itu!" ucap Nina bersemangat sambil menatap Madika dan Natalia dengan senyum yang penuh arti.
Melihat senyum Nina kini Madika pun langsung berfirasat buruk.
__ADS_1
"waduh..... perasaan-ku tiba-tiba jadi tidak enak." ucap Madika dalam hati.
Seluruh ruangan pun kini penasaran.
teman-teman Madika dari kelas satu angin sebelum-nya penasaran dengan maksud ucapan Nina.
begitu pun dengan siswa Bu Meri.
sementara Bu Meri dan pak Kulimu hanya diam saja sambil memperhati-kan mereka.
"hoi.... kalau mau cerita langsung saja.... jangan buat orang lain penasaran." ucap Banjakunau yang juga merupa-kan teman Madika di kelas satu angin.
Nina tersenyum lebar.
"saat Madika melihat para Niverom itu melukai Natalia, tiba-tiba Madika datang dengan keren-nya dari udara dan ia langsung mendarat ke tanah dan membuat gelombang angin yang sangat luar biasa..... lalu sambil mengibas-kan sayap angin-nya Madika berkata....." Nina berhenti sejenak dan kemudian berdiri serta mencoba meniru-kan gaya Madika saat mengancam Niverom saat itu. "berani-nya mahluk rendahan seperti kalian menyentuh wanita-ku!" ucap Nina melanjut-kan cerita-nya dengan sangat mendramatis.
"HUAAAAAAA!"
Seluruh teman-teman Natalia dan Madika langsung berteriak seolah baru saja mendengar cerita yang luar biasa.
namun tujuan mereka semua sudah jelas.
entah kenapa mereka semua sepemikir untuk melakukan hal itu agar Madika dan Natalia jadi salah tingkah.
"ya ampun.... bisa-bisanya aku mengatakan hal itu di saat-saat seperti itu?" batin Madika yang wajah-nya kini memerah karena malu.
Melihat Natalia dan Madika berhasil di buat salah tingkah, kini mereka semua pun langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Madika dan Natalia.
Setelah itu, mereka semua pun kembali berbincang-bincang hingga akhir-nya mereka kehabisan bahan untuk berbicara.
setelah kehabisan bahan pembicaraan dan berhubung sudah hampir larut malam, kini mereka pun langsung berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Madika dan Natalia pun kini mengantar mereka hingga depan rumah.
sesudah itu mereka pun langsung pamit dan pergi begitu saja mengguna-kan kendaraan masing-masing.
Kini Madika dan Natalia pun langsung kembali ke ruang tamu.
kedua-nya duduk berhadapan di sofa sebelum-nya.
"hah....." Madika menghela nafas dengan ekspresi wajah yang terlihat sedang memikir-kan sesuatu.
__ADS_1
Natalia yang melihat ekspresi Madika kini langsung bertanya.
"ada apa?" tanya Natalia.
"aku hanya kepikiran sesuatu, tapi itu tidak terlalu penting." jawab Madika yang kini terlihat seperti sedang menyembunyi-kan sesuatu dari Natalia.
Mendengar jawaban Madika, Natalia kini hanya diam saja. ia tidak mau bertanya lebih jauh lagi meski-pun ia merasa kalau Madika sedang menyembunyi-kan sesuatu dari-nya.
>SKIP<
Keesokan hari-nya.
Saat ini Natalia berangkat ke akademi seorang diri karena Madika berpesan pada-nya bahwa ia masih ingin beristirahat satu hari ini.
Natalia pun pergi ke akademi seorang diri.
ia memulai hari-nya seperti biasa, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi. semua-nya berjalan normal layak-nya hari-hari biasa yaang ia lalui.
Namun, saat Natalia pulang dari akademi, sore itu Natalia mendapat kabar dari para pelayan.
"nona, tuan Madika memberi-kan ini untuk anda." ucap salah satu pelayan sambil menyodor-kan sebuah surat. "ia berpesan pada kami untuk memberi-kan ini pada anda jika anda sudah pulang dari akademi." ucap pelayang itu dengan ekspresi yang terlihat seperti merasa bersalah.
Natalia yang mendengar ucapan pelayan itu kini terlihat sedikit bingung, ia kemudian meraih surat itu dan kemudian langsung membuka-nya.
Belum sempat Natalia membaca isi surat itu, salah satu pelayan langsung buka suara.
"maaf nona, kami sudah berusaha menahan tuan Madika, namun ia sangat bersikeras untuk pergi dari tempat ini." ucap salah satu pelayan lain-nya.
Mendengar ucapan pelayan itu, Natalia pun langsung membelalak-kan mata-nya.
dengan segera ia pun langsung membaca isi surat itu.
ISI SURAT.
untuk Natalia,
Semalam aku sudah memikir-kan banyak hal, dan hari ini aku telah membulat-kan tekad-ku.
aku akan pergi berpetualang untuk meningkat-kan kekuatan-ku.
jangan mencari-ku, kau cukup belajar dengan cara-mu sendiri dan capai-lah tingkatan tertinggi-mu.
__ADS_1
maaf karena aku telah gagal melindungi-mu dan membuat-mu terluka.
ku harap kita masih bisa bertemu di kemudian hari.