Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memulai Perburuan


__ADS_3

"tuan, aku ini seekor serigala, bukan anjing." ucap Askila.


"aku tak peduli!" balas Madika.


Kini Madika pun jadi tertarik untuk mencoba apa yang ia pikir-kan sebelum-nya.


lalu ia pun berhenti melangkah dan kemudian langsung menoleh ke belakang.


Seketika seluruh siswa yang mengikuti-nya dari belakang langsung berhenti saat Madika menoleh ke arah mereka.


"ada apa guru?" tanya salah satu siswa laki-laki yang saat ini mengikuti-nya.


Mendengar panggilan guru yang di ucap-kan oleh siswa itu kini membuat Madika sedikit merasa tidak nyaman.


"ehm.... bisa-kah kau panggil aku Madika saja.... di panggil guru seperti itu rasa-nya agak lain.... lagi pula aku hanya mengganti-kan sementara hingga guru yang sebenar-nya selesai dari cuti-nya." ucap Madika.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini mereka pun hanya bisa mengangguk dan mengiya-kan apa yang di kata-kan oleh Madika.


"baik-lah, apa ada sesuatu hingga kau berhenti mendadak?" tanya siswa laki-laki yang sebelum-nya memanggil Madika dengan sebutan guru.


"begini, aku punya ide yang bagus untuk mempercepat perburuan ini." ucap Madika dengan tenang sambil mengeluar-kan Askila mengguna-kan jurus pemanggilan.


"Ini adalah hewan peliharaan-ku, nama-nya Askila." ucap Madika memperkenal-kan Askila.


Saat melihat kemunculan Askila kecil dari lingkaran Saga, seketika empat orang siswa perempuan yang mengikuti Madika itu langsung terpesona melihat keimutan Askila.


"wah!!!...... di lihat berapa kali kali pun dia tetap terlihat imut!" ucap Natalia yang langsung meraih Askila dan menggendong-nya.


Kini Lili, Nina, dan siswi yang satu-nya lagi langsung mendekati Natalia.


mereka pun langsung mengelus-elus Askila dengan gemas.


melihat hal itu Madika hanya bisa tersenyum tipis.


"oi Askila!.... laku-kan tugas-mu!.... segera buat kloning sebanyak yang kau bisa!" ucap Madika memerintah-kan Askila.


"baik tuan." ucap Askila dengan patuh.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, kini Askila pun membuat sekitar 150 ekor kloning diri-nya.


kloning Askila saat ini mengikuti bentuk tubuh Askila kecil.


Melihat begitu banyak-nya kloning Askila, kini mereka bertujuh langsung tampak kagum, dan empat gadis yang tadi-nya mengerumuni Askila yang asli kini langsung mengambil masing-masing satu kloning Askila dan menggendong-nya.


"tuan, untuk saat ini aku hanya mencipta-kan 150 kloning agar kemampuan bertarung-ku tidak berkurang terlalu banyak.... selain itu, jika aku terlalu banyak mengguna-kan kekuatan-ku takut-nya anda akan kehabisan Saga hanya untuk mempertahan-kan kontrak dengan-ku." ucap Askila.


"ehm.... tidak masalah, 150 justru sudah terlalu banyak!" ucap Madika.


Setelah itu Madika pun langsung menatap seluruh siswa yang mengikuti-nya itu.


"baik-lah, untuk sekarang, masing-masing dari kalian akan di ikuti oleh satu kloning serigala petir milik-ku.... kloning Askila ini memiliki tingkat yang sama dengan Askila yang asli, yakni tingkat elit." ucap Madika yang mulai menjelas-kan.


Sementara itu ketika siswa-siswa itu mendengar tentang tingkat elit, seketika mereka semua langsung terkejut.


"wah.... seperti-nya apa yang di kata-kan oleh adik-ku memang benar!" ucap salah satu siswa laki-laki yang kini tampak bersemangat.


"adik laki-laki?" tanya Madika menyelidik.


"ya, adik-ku sekelas dengan-mu, dan kata-nya kau memiliki hewan peliharaan tingkat elit, dan hewan itu adalah raja para serigala petir!" jawab-nya dengan penuh semangat dan rasa kagum.


sedangkan dua pria lain-nya seperti-nya mereka adalah sahabat dari pria yang adik-nya itu sekelas dengan Madika.


"baiklah, kalau begitu aku lanjut-kan penjelasan-nya." ucap Madika menyela. "fungsi dari kloning Askila bukan hanya untuk membantu kalian bertarung, tetapi juga berguna untuk saling berkomunikasi, karena seluruh kloning Askila bisa saling membagi informasi meski-pun sudah berada di jarak yang sangat jauh, dan yang lebih penting-nya lagi, dengan kloning Askila aku bisa memantau kalian dengan lebih mudah.... jadi jika aku melihat ada sesuatu yang berbahaya, maka aku akan mendatangi kalian untuk mengantisipasi bahaya tersebut." ucap Madika dengan tegas.


"sampai di sini kalian paham?" tanya Madika.


"ya! kami paham!" ucap mereka dengan serentak.


"baiklah, kalau begitu, Askila, segera sebar-kan seluruh kloning-mu yang tersisa dan lakukan pencarian, jika kalian menemu-kan hewan monster, segera beritahu-kan pada siswa terdekat agar bisa segera melawan monster itu." ucap Madika memerintah.


Setelah itu kini para kloning langsung bubar dan menyebar ke segala arah untuk melakukan pencarian.


sementara itu, Askila yang asli kini melompat turun dari pelukan Natalia dan kemudian langsung melompat ke atas bahu Madika.


setelah itu salah satu kloning langsung mendekati Natalia dan melompat ke atas bahu Natalia.

__ADS_1


Saat ini masing-masing dari siswa-siswi itu di dampingi oleh satu kloning.


"baiklah, Askila, coba aktif-kan penglihatan dari para kloning." ucap Madika.


"baik tuan." jawab Askila singkat.


Setelah berkata seperti itu, kini di depan Madika langsung muncul jendela-jendela kecil yang terbentuk dari energi.


dari jendela-jendela kecil itu tampak seperti apa yang di lihat oleh para kloning tergambar di dalam-nya.


jumlah jendela-jendela itu sangat banyak, sampai-sampai mereka terlihat hampir mengelilingi Madika.


Note: tampilan dari jendela-jendela kecil itu seperti layar yang menampil-kan sebuah video, dan video yang di tampil-kan adalah sebuah rekaman dari apa yang di lihat oleh para kloning.


Melihat layar-layar kecil yang bermunculan di depan Madika, kini ketujuh siswa itu langsung terkejut.


hal itu di karena-kan mereka sempat melihat apa yang ada di depan mereka saat ini.


"hei, jurus macam apa itu?" tanya Natalia yang langsung mendekati Madika.


Sementara itu enam siswa lain-nya kini juga mengikuti Natalia.


"ini adalah rekaman langsung dari apa yang di lihat oleh para kloning Askila, dengan ini aku bisa memasti-kan wilayah sekitar." ucap Madika menjelas-kan dengan singkat.


Mendengar penjelasan itu kini mereka semua semakin kagum pada Madika. tidak terkecuali Lili, Nina, dan Natalia.


"aku belum pernah melihat jurus yang seperti ini sebelum-nya." ucap salah satu siswi dengan ekspresi kagum.


"tentu saja, lagi pula jurus ini milik Askila, bukan milik-ku." ucap Madika yang membangga-kan hewan peliharaan-nya.


Tak lama setelah itu, kini lebih dari sepuluh kloning Askila langsung memberi informasi mengenai keberadaan hewan monster tingkat Rookie dengan melalui perantara kloning yang ada di bahu masing-masing siswa saat ini.


saat informasi itu datang, Madika pun langsung mengfokus-kan layar yang menampil-kan keberadaan hewan-hewan monster itu.


"baik-lah, sekarang kalian langsung bergerak saja.... ingat, Askila hanya akan membantu jika kalian terdesak atau-pun lengah.... jadi aku harap kalian bisa meningkat-kan kemampuan bertarung kalian melalui perburuan ini." ucap Madika dengan tegas.


"baik!" ucap mereka dengan serentak dan tegas.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun langsung bergerak dan melesat dengan cepat menuju ke tempat tujuan masing masing.


__ADS_2