
Melihat tingkah Natalia yang seperti itu saat membicarakan Madika, kakek Natalia pun hanya tertawa kecil sambil kembali lagi melihat ke arena pertarungan.
Saat ini di arena pertarungan tampak Madika dan Joe berdiri berhadapan dalam jarak yang cukup jauh.
tak lama setelah itu, kini pemimpin pertandingan langsung memberikan aba-aba untuk memulai pertarungan, dan akhir-nya pertarungan pun di mulai.
Saat mendengar aba-aba itu, kini Joe pun tanpa membuang waktu langsung menciptakan dua bilah pedang petir, lalu ia mengangkat dua pedang petir itu ke atas kepala-nya dan tiba-tiba sebuah petir yang sangat kuat turun atas-nya dengan bentuk laser petir.
Madika yang melihat hal itu pun langsung waspada.
"ya ampun, dia seperti-nya ingin segera mengakhiri pertarungan ini dengan cepat." ucap Madika dalam hati.
Tak lama setelah itu, kini di atas kepala Joe tampak seekor piton petir raksasa yang sedang terbang dan bergerak mengitari Joe.
"terima serangan-ku ini!!" teriak Joe sambil mengayunkan dua pedang-nya dengan beberapa variasi gerakan.
Kini piton petir milik Joe pun langsung melesat cepat ke arah Madika.
Madika yang melihat piton itu menghampiri-nya kini dengan cepat langsung menciptakan lima perisai angin untuk menahan serangan piton petir itu.
Kini piton petir pun langsung menghantam perisai angin milik Madika.
piton itu dengan sangat mudah menghancurkan dua perisai angin yang di tabrak-nya. dan kini piton itu menghantam perisai yang ke tiga.
di perisai ketiga tampak sedikit ada jeda untuk menghancurkan perisai. namun akhir-nya perisai ke tiga tetap hancur, bahkan kini perisai ke dua juga berhasil di hancurkan.
Kini tersisa hanya satu perisai, dan piton itu kini sedang menghantam perisai itu.
Madika yang melihat hal itu langsung terkejut.
"tchi..... piton petir ini memang benar-benar kuat!" batin Madika yang saat ini sedang berusaha menahan serangan piton petir itu menggunakan perisai terakhir-nya.
__ADS_1
"perisai-mu tidak akan bisa menahan serangan-ku!! terima ini!!" teriak Joe lagi sambil menghentak-kan pedang-nya.
Seketika perisai api milik Madika langsung hancur berkeping-keping, dan di saat bersamaan Madika langsung melompat sehingga piton petir milik Joe malah menghantam lantai dan menghasilkan ledakan yang cukup kuat.
Meskipun piton petir milik Joe tak mengenai Madika, namun Madika tetap terhempas oleh tekanan dari gelombang udara yang di hasilkan oleh piton itu saat menghantam lantai.
Madika terhempas cukup jauh sampai-sampai diri-nya hampir keluar dari arena pertarungan.
"uhuk-uhuk...." Madika terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulut-nya. "hanya terkena gelombang energi-nya saja sudah seperti ini, bagaimana jika tadi aku terkena serangan telak?. mungkin sekarang aku sudah kalah!" batin Madika.
kemudian ia menyeka darah yang tertinggal di pinggiran bibir-nya.
"seperti-nya aku harus sebisa mungkin menghindari serangan langsung dari piton itu, mungkin sebaik-nya ku lakukan serangan acak dahulu sambil mencari kesempatan serta kelemahan dari jurus piton petir-nya." batin Madika.
Tak lama setelah itu, kini piton petir milik Joe sudah berada di hadapan-nya dan hendak menabrak tubuh-nya.
namun berkat refleks yang cukup cepat, Madika pun berhasil menghindari serangan piton itu.
Madika dengan cepat menciptakan pedang angin dan melakukan tebasan angin hingga 20 kali secara beruntun dan sangat cepat.
Kini terlihat serangan lengkungan angin beruntun itu menghampiri Joe dengan sangat cepat.
Joe yang melihat hal itu langsung segera menciptakan sebuah perisai petir untuk melindungi diri.
Saat perisai petir itu di ciptakan, Madika pun melihat bahwa saat ini pergerakan piton petir jadi tidak stabil karena saat ini kepala piton petir sudah berada di belakang Madika dan siap menerkam Madika, namun saat Joe mengaktifkan perisai petir, tiba-tiba arah serangan piton petir-nya langsung meleset begitu saja dan hampir terkena Madika.
Melihat hal itu, Madika pun langsung melompat ke udara dan kembali melakukan tebasan angin secara beruntun ke arah Joe.
"seperti-nya dia belum memiliki kontrol yang bagus terhadap penggunaan jurus-nya.... lagi pula memang sulit jika harus menggunakan jurus yang membutuhkan kontrol penuh sekaligus menggunakan jurus yang lain." batin Madika.
Saat ini tampak lengkungan angin yang di hasilkan dari tebasan angin Madika sedang menghantam perisai Joe secara terus menerus. bahkan bisa terlihat bahwa saat ini perisai petir milik Joe sudah retak dan akan segera hancur.
__ADS_1
Joe yang melihat keadaan perisai-nya itu kini menjadi kesal.
"bagaimana mungkin bisa seperti ini?.... yang benar saja!!.... aku tidak mungkin kalah dari seorang junior seperti-mu!!" teriak Joe sambil mengayunkan pedang-nya.
Saat Joe mengayunkan pedang-nya untuk menggerakkan piton petir-nya, tiba-tiba perisai petir milik Joe langsung hancur berkeping-keping.
sementara serangan Madika masih terus berlanjut.
hal itu pun membuat Joe langsung terbelalak terkejut melihat serangan yang kini akan segera menghantam wajah-nya.
~DUARRR!!~
Wajah Joe pun terkena salah satu lengkungan angin milik Madika, dan Joe langsung terhempas ke belakang.
Tidak cukup sampai di situ, Madika yang melihat ini sebagai kesempatan kini langsung melanjut-kan serangan beruntun-nya ke arah Joe yang terhempas itu.
Saat Joe baru saja bersentuhan dengan tanah, tiba-tiba ia di perhadap-kan lagi dengan serangan Madika.
Joe pun dengan cepat memblokir serangan itu menggunakan pedang-nya.
meskipun berhasil memblokir serangan itu, namun Joe tetap terdorong ke belakang di karenakan tekanan dari serangan angin Madika itu memang terbilang kuat.
Saat serangan bertubi-tubi itu menghampiri Joe, kini dengan ekspresi kesal Joe langsung menggerak-kan gigi-nya, dan dengan cepat Joe langsung menebas semua lengkungan angin yang di lancarkan oleh Madika.
Setelah itu Joe pun langsung mengayunkan pedang-nya yang satu untuk mengendalikan piton-nya.
alhasil kini piton petir milik-nya langsung bergerak cepat menghalangi semua serangan lengkungan angin milik Madika.
Semua serangan lengkungan angin milik Madika kini dengan sangat mudah di patahkan oleh piton petir milik Joe. bahkan saat serangan lengkungan angin mengenai tubuh piton itu, tubuh-nya sama sekali tidak terluka oleh serangan Madika.
"sial!... piton ini memang harus ku waspadai!" batin Madika yang kini langsung menghentikan serangan-nya dan dengan cepat langsung melompat menjauh dari piton petir yang sedang bergerak ke arah-nya.
__ADS_1
"tchi.... ternyata junior yang satu ini memang tak boleh di remeh-kan!.... kemampuan yang di miliki-nya cukup untuk di waspadai." batin Joe sambil menyeka darah di sela bibir-nya.