
Saat serigala itu melihat Natalia yang sedang berusaha kabur, kini dengan cepat serigala itu langsung menargetkan Natalia.
Serigala itu tiba-tiba menghilang dari tempat ia berdiri, dan langsung muncul di sebuah dahan pohon yang jarak-nya sekitar enam meter dari tempat ia berdiri.
hal itu pun membuat Madika langsung terkejut.
"cepat sekali!.... seperti-nya serigala itu mengincar Natalia!" batin Madika yang kini langsung melesat cepat untuk menghalangi jalan serigala itu.
Serigala itu tampak berpindah-pindah dari satu dahan pohon ke dahan pohon lain-nya dengan sangat cepat.
Madika melesat sambil mengikuti arah pergerakan serigala itu. ia berusaha untuk memperkira-kan ke arah mana serigala itu akan bergerak selanjut-nya.
"yang pasti-nya serigala ini sedang mengejar Natalia karena melihat Natalia yang hendak melarikan diri lebih dulu.... aku yakin serigala ini berpikir bahwa Natalia adalah target yang paling lemah dan mudah untuk di mangsa karena Natalia lebih dulu melarikan diri." pikir Madika.
Saat Madika mulai yakin dengan perkiraan-nya mengenai lokasi perpindahan serigala itu selanjut-nya, Madika pun langsung melesat bagai-kan cahaya ke arah yang ia perkirakan itu.
Benar saja, kini monster serigala itu langsung muncul di tempat yang ia perkirakan.
seketika itu juga Madika pun langsung melancarkan tinju angin yang sangat kuat ke arah serigala itu.
Serigala itu sempat merasa-kan keberadaan Madika.
serigala itu sempat menoleh ke arah Madika yang datang dari samping-nya.
namun saat serigala itu baru saja melihat Madika, kini tinju angin Madika sudah mendarat di tubuh serigala itu dan membuat-nya terhempas sangat kuat hingga menghantam tiga batang pohon hingga hancur.
Madika yang melihat serigala itu terlempar cukup jauh kini langsung melanjut-kan lesatan-nya untuk menyusul Natalia.
Serigala itu kini langsung berdiri.
ia menggeleng-kan kepala-nya karena merasa sedikit pusing akibat serangan tinju angin Madika.
Serigala petir memang di kenal dengan kecepatan-nya yang luar biasa. namun, saat ia mengguna-kan kecepatan tersebut, maka pertahanan diri-nya menjadi sedikit lemah.
Madika yang di kehidupan lama-nya sudah sering berhadapan dengan jenis serigala petir tentu tahu mengenai hal ini, karena itu-lah Madika tidak menunggu si serigala untuk berhenti atau menghalangi jalan serigala itu. Madika lebih memilih memprediksi-kan pergerakan si serigala dan kemudian menyerang-nya saat sedang menggunakan jurus kecepatan-nya.
Melihat Madika yang kini semakin menjauh, maka serigala itu pun tampak sedikit marah.
__ADS_1
ia melolong sekali.
setelah itu ia langsung menggunakan sebuah jurus untuk menyerang Madika dari jarak jauh.
serigala itu kini membuka kaki depan-nya selebar bahu-nya, lalu dari gerigi-gerigi tajam di punggung-nya tampak petir mulai membesar dan menyambar kemana-mana.
lalu petir-petir itu kini di serap oleh tanduk-nya yang membentuk lingkaran di atas kepala-nya.
kini di tengah-tengah lingkaran tanduk itu tampak sebuah gumpalan petir yang terus di padat-kan.
petir-petir yang menyambar dari punggung bergerigi tadi kini di serap oleh gumpalan petir yang ada di tengah-tengah lingkaran tanduk.
Ketika petir-petir itu selesai di serap, kini gumpalan petir itu langsung memancar-kan cahaya yang sangat menyilaukan mata.
cahaya silau itu hanya berlangsung sekejap, dan ketika cahaya itu meredup, kini gumpalan itu telah berubah menjadi cahaya laser yang cukup besar.
laser petir itu kini melesat dengan sangat cepat ke arah Madika dan Natalia.
laser itu menghantam apa saja yang di lewati-nya hingga hancur dan terbakar.
Madika yang merasa-kan datang-nya serangan itu kini langsung membalik-kan badan-nya ke arah datang-nya serangan itu.
Kini laser petir itu langsung menghantam perisai angin Madika.
tiga perisai hancur dengan sangat mudah. sedangkan perisai ke empat kini terlihat sudah retak.
"sial!.... serangan-nya kuat sekali!" batin Madika.
Laser petir yang menghantam perisai Madika kini tampak terpecah dan menyambar ke sekitaran tempat itu serta membuat area di sekitaran Madika mulai terbakar.
Setelah itu si serigala kini terlihat berusaha mendorong laser-nya dengan kuat.
ia menghentak-kan kaki-nya di tanah dan kemudian melolong ke arah Madika.
Seketika laser petir itu mendorong dengan kuat.
kini dua perisai milik Madika tak lagi bisa menahan laser tersebut.
__ADS_1
Madika terkejut. mata-nya langsung melebar, dan seketika tubuh-nya langsung di hantam oleh laser itu.
DUAAARRR
Terjadi ledakan yang sangat kuat ketika laser itu menghantam tubuh Madika.
Natalia yang sedang berusaha untuk kabur kini mendengar suara ledakan itu dan seketika langsung terkejut dan segera menoleh ke belakang.
perasaan-nya tiba-tiba tidak enak.
ia merasa bahwa Madika saat ini sedang dalam bahaya.
"jika sudah seperti ini apa aku harus kembali dan membantu Madika?" batin Natalia sambil mendarat di salah satu dahan pohon dan berhenti di dahan pohon itu.
"uhuk-uhuk!"
Madika batuk darah. dari mulut-nya mengalir darah yang cukup banyak.
sudah jelas dari kondisi-nya sekarang ia pasti sedang mengalami luka dalam akibat serangan laser petir barusan.
Kini serigala petir itu tiba-tiba muncul di salah satu dahan pohon yang jarak-nya kira-kira seratus meter dari Madika.
lalu serigala itu kini mulai bergerak dengan cepat mendekati Madika. serigala itu tampak berpindah-pindah. setiap kali ia berpindah, perpindahan-nya selalu di tandai dengan asap tipis berwarna biru transparan.
"tchi.... kalau sudah seperti ini sebaik-nya ku gunakan saja langkah dewa angin untuk melawan-nya.... setidak-nya kali ini aku bisa membuat pergerakan-nya berhenti sekali lagi." batin Madika.
"jangan gunakan langkah dewa angin saat serigala itu masih berada jauh dari-mu." ucap tuan Risiwuku yang tiba-tiba memberi saran pada Madika.
"guru." ucap Madika menanggapi. "lalu apakah aku harus menunggu saat ia berada dekat dengan-ku terlebih dahulu?" tanya Madika memastikan.
"ya... tunggu hingga serigala itu berada dekat dengan-mu.... setelah itu gunakan langkah angin!... sesudah langkah angin langsung kombinasi-kan serangan-mu menggunakan jurus peluru angin saat serigala itu masih terkena efek jurus langkah dewa angin!" ucap tuan Risiwuku memberi arahan.
"jika peluru angin biasa belum cukup, maka langsung gunakan penyatuan peluru angin untuk mengakhiri-nya!"
"baik guru!" jawab Madika dengan patuh.
Kini serigala petir itu terus bergerak mendekati Madika, dan tak butuh waktu lama kini serigala itu berada kira-kira sekitar 8 meter dari Madika.
__ADS_1
"sekali lagi ia mengguna-kan jurus-nya! maka ia hanya berada di jarak dua meter dari tempat-ku berdiri!" batin Madika.