Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Askila Dan Rionda


__ADS_3

Kini Madika tampak terus berkonsentrasi untuk menghancurkan segel yang ada pada naga es itu.


Sebenarnya, jika Madika menggunakan metode biasa yang ia ketahui untuk menghancurkan segel itu, maka kemungkinannya Madika tidak akan terlalu kesulitan untuk melakukan penghancuran segel tersebut.


Namun, karena saat ini Madika menggunakan metode penghancur segel serta penghancur ingatan kini membuat Madika harus berkonsentrasi dengan lebih fokus lagi agar tidak terjadi kesalahan sedikitpun.


Karena jika terjadi kesalahan kecil sekalipun, maka efeknya akan fatal karena hal itu bisa membuat si naga tidak hanya hilang ingatan, melainkan juga hilang nyawa akibat otak yang sudah tak berfungsi lagi dan bisa saja otak itu akan hancur dan itulah yang menyebabkan kematian apa bila jurus ini gagal.


Setelah beberapa saat kemudian, kini usaha yang di lakukan oleh Madika tidaklah sia-sia dan akhirnya membuahkan hasil.


Kini segel milik Axel pun berhasil di hancurkan bersamaan dengan ingatan sang naga es itu, sehingga saat ini si naga es itu sama sekali tidak punya ingatan apa-apa dan dirinya benar-benar seolah-olah seperti seekor hewan yang baru saja terlahir dengan otak kosong dan tidak tahu apa-apa.


Naga es itu pun kini hanya bisa menatap ke sekitarnya dengan ekspresi bingung.


Beberapa detik kemudian naga itu pun langsung terlihat sangat kesal karena saat ini seluruh tubuhnya terlilit oleh rantai api.


Naga itu pun berusaha meraung keras, namun mulutnya tidak terbuka. Akan tetapi suaranya tetap bisa terdengar.


Madika yang melihat hal itu kini sekali lagi menekan naga es itu menggunakan aura Saga tingkat legendaris milik-nya dan seketika itu juga si naga jadi tidak berdaya karena memang tingkatan mereka jauh berbeda.


Madika yang melihat si naga es itu yang kini sudah tak banyak bersuara lagi kini langsung meletakkan tangannya di atas kepala naga itu untuk kedua kalinya.


Namun kali ini tujuannya adalah untuk membuat segel baru pada naga es tersebut agar naga es itu bisa menjadi jinak dan bisa menjadi hewan peliharaan milik Madika.


Madika pun langsung memulai proses pembuatan segel tuan dan peliharaan dengan naga es itu.


Di sisi lain, tepatnya di luar dimensi bayangan saat ini pertarungan yang sangat kacau itu terus terjadi.


Askila saat ini tampak berhadapan dengan salah satu pengguna Saga tingkat grand master dari sekte Balumba.


Pria itu tampak melesat dengan sangat cepat ke arah Askila dengan menggunakan sebuah tombak es di tangannya.


Dengan tombak es yang panjangnya mencapai dua setengah meter itu, kini pria tersebut langsung memutar tombak itu sambil melompat ke arah Askila.


Begitu berada dekat dengan Askila, kini pria pengguna tombak itu pun langsung mengayunkan tombaknya ke arah Askila.


Namun dengan gerakan yang cepat, Askila langsung memutar tubuhnya dan kemudian langsung menggigit tombak itu sambil menggerakkan kepalanya ke samping untuk melempar tombak itu menjauh darinya, sehingga kini pria pengguna tombak itu pun terlempar bersamaan dengan tombaknya.


Begitu pria pengguna tombak itu hendak jatuh ke tanah, kini pria itu pun langsung memutar tubuhnya selagi masih di udara dan sambil memutar tubuhnya ia juga mengayun-kan tombak-nya dan dari ayunan tombaknya itu terbentuklah beberapa es runcing yang kini langsung melesat ke arah Askila.

__ADS_1


Begitu es runcing melesat ke arah Askila, kini si pria pengguna tombak es itu pun langsung mendaratkan kakinya dengan sempurna ke tanah.


Baru saja mendarat ia kembali memutar dan mengayunkan tombaknya itu ke arah Askila dan seketika itu pula dari bawah tanah muncul dan menjulang pilar es dengan ujung atasnya yang meruncing dan sangat tajam.


Pilar es itu jumlahnya sangat banyak dan langsung bergerak ke arah Askila.


Askila yang saat ini baru saja berhasil menghancurkan serangan es runcing yang pertama kini bisa melihat masih ada serangan selanjutnya dari pria itu dan serangan kali ini jauh lebih kuat.


Namun Askila sama sekali tidak terlihat gentar, dan Askila pun langsung menghentakkan kakinya ke tanah dan setelah itu ia pun langsung mengaum dengan sangat kuat.


Bersamaan dengan raungan Askila, kini terbentuklah laser petir yang sangat kuat yang langsung melesat ke arah pria pengguna tombak itu.


Alhasil kini laser petir milik Askila pun langsung berhantaman dengan es runcing yang sangat banyak itu.


DUAAARRRR!!


Ledakan yang cukup dahsyat pun terjadi dan bersamaan dengan ledakan itu hawa dingin dari es milik pria pengguna tombak itu pun langsung menyebar dan hawa dingin itu kini bisa di rasakan oleh beberapa orang yang juga bertarung di jarak kira-kira seratus meter lebih dari lokasi pertarungan Askila dan pria itu.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, tampak salah satu tetua dari sekte Balumba tampak sedang bertarung dengan mantan tetua dari klan petir.


Mereka berdua adalah tetua Supiri dari sekte balumba dan Rionda, mantan tetua dari klan petir.


Keduanya sama-sama berada di tingkat Epic, hanya saja perbedaan mereka adalah level serta kemampuan bertarung.


"Hanya mantan tetua dari klan petir beraninya melawanku?" Ucap tetua Supiri sambil memunculkan sebuah cambuk api di tangan kanannya.


Lalu tetua Supiri pun langsung mengayun-kan cambuk api itu ke arah Rionda.


Rionda yang saat ini hanyalah sebuah budak bayangan tentunya tidak bisa bicara, ia layaknya boneka hidup yang hanya bergerak untuk bertarung.


Dari hal itu lah si tetua Supiri menyadari bahwa saat Rionda bukanlah Rionda lagi, melainkan boneka yang sedang di kendalikan oleh Madika.


"Aku tidak tahu apakah kau benar-benar Rionda yang dalam keadaan terhipnotis atau semacamnya, yang jelasnya Rionda yang ku ketahui tidaklah sepertimu! Jadi jangan salahkan aku jika aku membunuhmu sekarang juga!" Bentak tetua Supiri.


Sebenarnya saat ini para tetua sekte Balumba punya pemikiran yang sama dengan tetua Supiri.


Mereka mempunyai dua asumsi untuk kejadian ini.


Pertama, mereka berpikir bahwa kemungkinan para tetua serta para pasukan dari klan petir ini hanya terkena hipnotis saja sehingga mereka mengikuti perintah Madika.

__ADS_1


Atau, bisa saja Madika memiliki sebuah jurus terlarang di mana ia bisa membangkitkan orang dari kematian dan membuatnya menjadi sosok manusia boneka seperti saat ini.


Sebenarnya asumsi kedua mereka hampir benar, namun lebih tepatnya, Madika tidaklah menghidupkan orang mati, ia hanya seperti menyalin saja.


Ia menyalin wujud, kekuatan, jenis Saga, serta ingatan dari setiap jurus serta gaya bertarung dari objek yang telah mati itu.


Kini cambuk api yang di ayun-kan ke arah Rionda kini langsung bergerak cepat mendatangi Rionda.


Namun Rionda tidak kalah aksi, dengan cepat ia langsung membuat sebuah perisai petir di depannya dan kini cambuk api itu pun menghantam perisai tersebut.


BHUUUMMM!!


BHUUUMMM!!


BHUUUMMM!!


Seketika terjadi ledakan yang cukup kuat saat cambuk itu berhantaman dengan perisai petir Rionda.


Sementara itu, si tetua Supiri tidak berhenti hanya dengan satu kali cambukan saja, ia kini terus mengayunkan cambuk apinya berkali-kali ke arah Rionda.


Kini cambuk api itu pun terus menghantam perisai petir berkali-kali.


Hantaman itu terus menghasilkan ledakan dan hentakan energi di udara.


Beberapa orang yang berada di bawah tetua Supiri dan Rionda saat ini kini langsung menoleh ke arah mereka berdua karena ledakan dari hantaman cambuk itu menghasilkan hentakan dan menggetarkan udara.


"Kuat sekali! Padahal hanya jurus yang biasa-biasa saja tapi bisa menghasilkan efek sekuat ini!... Tingkat Epic memang beda!" Ucap salah satu pasukan dari sekte Balumba.


Pertarungan terus berlanjut, Rionda yang saat ini tampak terus bertahan dengan perisai petir-nya kini terus di desak dengan cambukan bertubi-tubi dari tetua Supiri.


"Kenapa kau diam saja hah?! Jika memang punya kekuatan ayo maju!!" Bentak tetua Supiri sambil terus mencambuk ke arah Rionda.


Rionda hanya diam dan tampak perisai petir Rionda kini mulai retak.


Kira-kira hanya beberapa cambukan lagi yang di terima oleh perisai itu maka perisa itu akan hancur.


Saat perisai mulai retak, kini Rionda pun langsung menggerakkan kedua tangannya.


Setelah itu ia mendorong tangan kanannya ke depan dengan posisi telapak terbuka dan tampak seperti sedang mencoba mencengkram sesuatu.

__ADS_1


Seketika itu juga dari lapisan luar perisai petir itu muncul beberapa tangan petir yang berukuran lebih besar dari tangan Rionda, dan tangan petir itu pun langsung menyambut cambuk api itu serta langsung mencengkram-nya dengan sangat kuat sehingga kini cambuk petir itu tak bisa di tarik lagi oleh tetua Supiri.


"Dia menangkapnya?!" Ucap tetua Supiri yang tampak sedikit terkejut.


__ADS_2