
Saat ini kelas satu angin telah berkumpul di arena latihan.
mereka semua sedang berdiri di tengah arena sambil menunggu instruksi dari pak Kulimu.
hingga akhir-nya kini pak Kulimu pun langsung melakukan pengundian nama-nama siswa yang akan saling berhadapan dalam latih tanding kali ini.
Setelah pak Kulimu selesai mengundi nama-nama itu secara acak, kini pak Kulimu pun langsung memberitahu-kan hasil-nya pada seluruh siswa kelas-nya itu.
dari hasil yang di bagi-kan itu, tampak orang yang menjadi lawan Madika nanti-nya adalah Tepaonjo.
melihat hal itu Madika pun jadi sedikit bersemangat.
Sementara itu, lawan Ariel adalah Asenataja, salah satu teman baik Madika saat ini.
"baiklah, karena semua-nya sudah di tentukan, maka sekarang bersiap-lah.... pertarungan pertama adalah pertarungan antara Madika dan hewan peliharaan-nya melawan Tepaonjo dan hewan peliharaan-nya." ucap pak Kulimu.
"tidak ku sangka akan berhadapan secepat ini." batin Madika dengan ekspresi bersemangat.
Sementara itu, siswa lain-nya yang tidak berkeperluan kini langsung menjauh dari arena latihan dan duduk di bangku penonton yang ada di atas arena itu.
"partarungan pertama ini pasti akan sangat menarik." ucap salah satu siswa memberi-kan pendapat.
"kau benar, apa lagi saat ini Tepaonjo memiliki hewan peliharaan yang sangat kuat, dari yang ku dengar-dengar hewan peliharaan milik Tepaonjo adalah salah satu dari hewan terkuat yang ada di keluarga mereka.... dan keluarga mereka itu cukup terkenal dengan kekuatan bertarung serta penjinak hewan peliharaan terbaik di kota ini." ucap salah satu-nya lagi merespon perkataan kawan-nya.
"kau benar!.... tapi ingat, Madika juga bukan-lah orang yang bisa di remeh-kan.... dulu ia pernah menang melawan para kakak kelas, bahkan ia juga memiliki jurus yang sangat kuat.... jadi meski-pun nanti-nya hewan peliharaan Madika ternyata lemah, namun mereka masih bisa tetap unggul karena kemampuan bertarung Madika." timpal kawan-nya yang lain.
"ya itu bisa saja terjadi.... namun, meski-pun demikian, sangat, ini pertarungan kelompok, bukan perorangan.... jadi jika serigala petir milik Tepaonjo menyatu-kan kekuatan dengan Tepaonjo, maka besar kemungkinan mereka akan mengalah-kan Madika dan unggul dalam latih tanding kali ini." jelas siswa yang sebelum-nya.
Di sisi lain, saat ini Madika dan Tepaonjo kini berdiri berhadapan di jarak kurang lebih 20 meter.
di tengah-tengah mereka berdua tampak pak Kulimu sedang berdiri dan mulai memberi aba-aba pada mereka berdua.
"baik-lah, sekarang panggil hewan peliharaan kalian!" ucap pak Kulimu memberi perintah.
"siap pak!" ucap Tepaonjo dan Madika serentak.
__ADS_1
Setelah itu kini Tepaonjo pun dengan penuh semangat langsung mengguna-kan jurus pemanggilan-nya.
kini sebuah lingkaran energi muncul di atas kepala Tepaonjo.
tak lama setelah itu tiba-tiba dari lingkaran energi itu muncul seekor serigala petir yang tampak sangat sangar.
gigi-gigi tajam-nya itu terlihat seolah siap untuk menerkam siapa saja.
serigala petir itu langsung melompat dan mendarat ke atas lantai arena.
seketika tempat serigala petir itu mendarat muncul gelombang petir yang tidak terlalu besar dan menyebar hingga lima meter dari tubuh serigala petir itu.
Serigala petir milik Tepaonjo itu langsung memikat banyak perhatian karena ia terlihat sangat gagah dan kuat.
tinggi-nya sekitar satu meter lebih dan panjang sekitar 3 meter.
Kini banyak siswa yang terpukau dengan hewan peliharaan yang di panggil oleh Tepaonjo.
beberapa dari mereka langsung memuji serigala petir itu.
"ya, aku-lah yang akan jadi lawa...." ucapan Madika seketika terhenti karena diri-nya baru saja menyadari bahwa hewan peliharaan milik Tepaonjo ternyata bisa berbicara.
Seketika wajah Madika langsung tampak suram.
"ba-bagaimana mungkin serigala ini bisa berbicara?.... apa serigala ini sudah mencapai tingkat master ke atas?.... jika seperti itu maka sudah pasti Askila akan kalah jika melawan-nya." batin Madika yang masih berwajah suram.
"tuan, apa anda lupa ada satu jurus yang bisa membuat hewan peliharaan bisa berkomunikasi dengan bahasa manusia?.... saat anda membuat kontrak dengan-ku seperti-nya anda lupa mengguna-kan jurus itu.... karena itu aku tak bisa berbicara seperti serigala petir yang ada di hadapan anda saat ini." ucap Askila melalui perantara energi-nya.
"eh?.... kau bisa melihat serigala itu meski-pun kau berada di tempat penyimpanan khusus hewan peliharaan?" tanya Madika memasti-kan.
"tentu saja tuan, saat ini aku sedang sengaja mengawasi anda dan sekeliling anda.... apa anda merasa terganggu dengan hal itu?" tanya Askila setelah menjawab pertanyaan Madika.
"tidak apa-apa, aku sama sekali tidak terganggu, justru aku merasa sedikit terbantu." balas Madika.
setelah itu Madika pun langsung bersiap untuk mengguna-kan jurus yang bisa membuat hewan yang sudah terikat kontrak bisa berkomunikasi mengguna-kan bahasa yang bisa di mengerti oleh manusia.
__ADS_1
Sementara itu, pak Kulimu dan para siswa yang saat ini melihat Madika yang sedang mengguna-kan jurus yang bisa membuat hewan peliharaan berkomunikasi dengan bahasa manusia langsung tahu bahwa hewan peliharaan Madika pasti belum bisa berbicara karena Madika lupa mengguna-kan jurus itu.
"huh.... bagaimana bisa aku lupa dengan jurus ini?.... padahal semua ingatan-ku sudah kembali, tapi aku malah lupa harus memakai-nya.... tapi tak masalah, ini sudah selesai!" batin Madika setelah menyelesai-kan jurus itu.
Kini Askila pun bisa berbicara mengguna-kan bahasa yang bisa di mengerti oleh manusia.
"baiklah, sekarang giliran-ku untuk memanggil hewan peliharaan." ucap Madika sambil tersenyum tipis.
Lalu Madika pun mulai mengguna-kan jurus pemanggilan.
kini sebuah lingkaran energi muncul di atas Madika. tak lama setelah itu dari lingkaran energi itu muncul seekor serigala petir yang kecil dan imut.
serigala itu adalah Askila.
Askila pun langsung melompat ke tanah tepat di depan Madika.
Beberapa siswa yang melihat kemunculan Askila kini langsung tertawa. terutama siswa laki-laki.
"hahaha.... kau ingin mengguna-kan hewan kecil itu untuk melawan serigala petir?.... yang benar saja?" ucap beberapa siswa yang saat ini menertawa-kan Madika dan Askila.
Di sisi lain, tampak para siswa perempuan langsung terpesona dengan keimutan Askila.
mereka tidak peduli apakah Askila bisa bertarung atau tidak, yang jelas-nya saat ini pesona Askila membuat mereka terpanah.
"wah!!!..... imut-nya!!" ucap beberapa siswa yang tampak gemas melihat Askila.
Sementara itu, Madika yang melihat reaksi beberapa siswa itu kini hanya bisa tersenyum tipis.
di sisi lain, Tepaonjo yang saat ini berdiri di hadapan Madika kini tampak meragu-kan hewan peliharaan Madika.
"hei.... apa kau yakin ingin bertarung mengguna-kan hewan peliharaan-mu itu?" tanya Tepaonjo yang terdengar sedikit meremeh-kan.
"tentu saja..... kau tidak perlu khawatir-kan hewan peliharaan-ku." ucap Madika sambil tersenyum tipis. namun senyum itu tidak terlihat ramah karena kesan-nya seperti seorang psikopat.
Saat ini Madika berani berkata seperti itu karena Madika bisa merasa-kan bahwa serigala petir milik Tepaonjo berada dua tingkat lebih rendah dari Askila.
__ADS_1