Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mendapatkan Naga Es


__ADS_3

Saat ini tetua Supiri terus menyerang menggunakan cambuk api miliknya.


Ia terus mengayunkan cambuk apinya ke arah Rionda.


Hingga akhirnya kini Rionda mendorong tangan kanannya ke depan dan di saat itu juga dari lapisan terluar perisai petir milik Rionda langsung muncul beberapa tangan petir yang kemudian mencengkram cambuk api milik tetua Supiri.


Hal itu pun membuat tetua Supiri tak bisa menarik kembali cambuknya.


Setelah cambuk itu tertahan di cengkraman tangan petir milik Rionda, kini Rionda kembali menggerakkan tangan kanannya dan di saat itu juga muncullah tujuh pedang petir yang tampak melayang di sekitaran Rionda.


Lalu Rionda pun langsung menghentakkan tangannya ke depan dan di saat yang bersamaan kini tujuh pedang itu langsung melesat ke arah tetua Supiri.


"Sialan! Kau meremehkan ku ha?!" Ucap tetua Supiri yang kemudian melepaskan cambuk api miliknya itu.


Lalu tetua Supiri pun langsung melesat ke samping untuk menghindari serangan pedang itu.


Namun ternyata tujuh pedang itu sudah di buat menarget-kan tetua Supiri sehingga kini tujuh pedang itu juga ikut berbelok arah dan melesat lurus ke arah tetua Supiri.


Melihat hal itu, tetua Supiri pun dengan segera memunculkan pedang api di tangannya, dan dengan cepat ia langsung menangkis semua serangan pedang yang melesat ke arahnya itu.


Baru saja selesai menangkis semua pedang milik Rionda, kini tetua Supiri sedikit di kejutkan dengan kemunculan tetua Rionda di belakangnya.


Tetua Rionda langsung menebaskan pedang ke leher tetua Supiri.


Namun karena tetua Supiri masih sempat menyadari hal itu, kini tetua Supiri pun dengan cepat mengantisipasi serangan itu dengan cara memblokir serangan itu menggunakan pedang api di tangannya.


Setelah memblokir serangan itu, kini tetua Supiri pun langsung mengayunkan pedangnya dan menepis pedang halilintar milik Rionda.


Setelah itu mereka berdua pun mulai saling adu pedang sambil terbang di udara menggunakan pedang masing-masing di kaki mereka sebagai alat untuk terbang.


Keduanya tampak sangat lincah memainkan pedang dan melakukan tebasan ke arah lawannya, sehingga saat ini terjadilah pertarungan adu keterampilan berpedang yang sangat menarik dan memukau di antara mereka berdua.


Gerakan menghindar, menyerang dan menepis serangan lawan kini terus bermunculan dan di tunjukkan oleh tetua Supiri dan Rionda.


Sementara itu orang-orang yang saat ini sedang bertarung di atas tanah tepat di bawah mereka sempat berhenti dan memandangi pertarungan kedua ksatria Saga tingkat Epic itu.


Ledakan demi ledakan terjadi saat kedua pedang mereka saling berhantaman.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja, setiap ledakan itu memberikan efek cahaya dari jenis energi mereka masing-masing sehingga ledakan energi yang kini bertebaran di udara tampak menghiasi udara sehingga tercipta momen Epic dalam pertarungan mereka berdua.


Di sisi lain, para siswa serta guru pemandu dari akademi lainnya yang ada di tempat sebelumnya kini langsung pergi dari tempat itu.


Mereka memilih untuk tidak ikut campur dalam masalah yang sedang di hadapi oleh sekte Balumba saat ini.


Sementara itu, siswa-siswi dari akademi Walawatu tampak masih belum pergi dari tempat semula.


Mereka bahkan masih bertahan di tempat yang kini sudah hancur akibat pertarungan sebelumnya.


"Apa kita akan terus bertahan di sini?" Tanya salah satu siswa pada guru pemandu mereka.


"Sejujurnya aku juga ingin pergi dari sini, akan tetapi sepertinya aku tak bisa mengabaikan Natalia saat ini, soalnya dia kelihatannya tidak ingin pergi dari tempat ini dan masih ingin melihat pertarungan Madika... Mungkin hanya Madika saja yang bisa menyuruh Natalia untuk pergi barulah Natalia mau pergi." Ucap guru pemandu itu.


"Anda benar juga Bu... Sepertinya Natalia memang masih sedikit khawatir dan penasaran untuk menyaksikan pertarungan yang sedang di hadapi oleh Madika saat ini.


Sementara itu, di dalam dimensi bayangan tampak Madika telah berhasil menjinakkan naga es milik Axel.


Ia bahkan kini telah menanamkan segel miliknya pada naga es itu sehingga kini naga es itu sudah menjadi hewan peliharaan miliknya.


"Maaf atas kelancanganku sebelumnya tuan!" Ucap naga es itu yang seketika jadi sangat jinak pada Madika.


"Terimakasih tuan, aku akan selalu melayani anda sebagai hewan peliharaan anda." Ucap naga es itu.


"HAHAHAHA!!"


Bunggu kini tertawa terbahak-bahak sambil berjalan mendekati Madika dan naga es yang sudah di jinakkan oleh Madika itu.


"Kau harus bersyukur karena sudah di pilih oleh tuan Madika!... Suatu hari nanti kau akan tahu kenapa kau harus merasa tersanjung menjadi bawahan tuan Madika." Ucap Bunggu sambil menepuk punggung leher naga itu.


Sementara itu, si Axel yang melihat naga miliknya kini sudah jinak pada Madika dan bahkan sudah lupa akan tuannya yang sebelumnya kini langsung terlihat kesal.


Namun ia langsung menundukkan kepalanya dan menyembunyikan ekspresi kesalnya itu agar tak terlihat oleh Madika karena saat ini ia tak ingin membuat masalah lebih jauh lagi dengan Madika.


Sementara itu, Madika yang saat ini melihat Axel yang sedang menundukkan wajahnya menghadap ke bawah kini langsung berjalan mendekati Axel.


Setelah itu Madika pun menundukkan tubuhnya dan langsung menarik rambut Axel ke atas sehingga kini kepala Axel juga terangkat karena tarikan dari Madika.

__ADS_1


"Untuk sekarang aku akan melepaskan-mu... Tapi ingat, aku sama sekali tak ingin kedepannya terjadi masalah antara kerajaan doroko denganku, karena jika itu terjadi, maka aku sendiri benar-benar akan turun tangan mencari-mu dan seluruh keluarga-mu, lalu aku akan membunuhmu bersama dengan seluruh keluargamu itu!" Ucap Madika mengancam Axel dengan suara yang terdengar tegas dan pasti.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini Madika pun memilih untuk keluar dari dimensi bayangan itu.


Namun sebelum keluar ia langsung membuat dua lingkaran energi dan kemudian menyuruh naga es miliknya itu dan Bunggu untuk masuk ke dalam lingkaran energi itu


"Masuklah kalian berdua, aku tak bisa membawa kalian keluar dari dimensi ini secara bersamaan, aku hanya bisa membawa satu orang saja untuk keluar masuk ke dimensi ini." Ucap Madika menjelaskan.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini Bunggu dan Yalis pun langsung masuk ke dalam lingkaran energi itu.


Note: Yalis adalah nama yang Madika berikan pada naga es yang baru saja menjadi peliharaannya itu.


Setelah Bunggu dan Yalis masuk ke dalam lingkaran energi itu, kini Madika pun langsung memegang tubuh Axel.


"Baiklah, ayo kita kuat dari sini!" Ucap Madika.


Seketika itu juga di bawah kaki Madika dan di bawah tubuh Axel kini muncul sebuah bayangan hitam yang merupakan pintu bagi mereka untuk keluar dari dimensi ini.


Kini keduanya pun jatuh ke dalam bayangan itu dan langsung tembus di sebuah reruntuhan bekas pertarungan sebelumnya.


Mereka muncul tepat di sebuah bayangan pilar yang sudah hancur namun masih ada bagian yang menjulang sehingga menghasilkan bayangan yang cukup besar.


Setelah mereka berdua muncul di tempat itu, kini Madika pun langsung meninggalkan Axel di tempat itu.


Madika pun kini kembali menjatuhkan dirinya ke dalam bayangan dan seketika itu juga ia muncul di bawah singgasana harimau api miliknya yang sedang melayang itu.


Sementara itu Madika yang muncul dan melayang di udara saat ini tampak sudah menggunakan sayap api miliknya sehingga ia bisa melayang di udara.


Setelah itu Madika pun kembali duduk di singgasana harimau api milik-nya itu sambil mengamati jalanya pertarungan saat ini.


"Orang-orang ini benar-benar sangat keras kepala!... Padahal tinggal memberikan tongkat itu saja padaku maka pasti aku akan segera pergi dari sini dan tidak akan mengacaukan tempat ini sampai separah ini." Ucap Madika dalam hati sambil menopang dagunya.


Di sisi lain, si ketua sekte yang saat ini bertarung melawan raja monster gorila milik Madika tampak bisa bertahan dan bahkan ia ternyata lebih unggul dari raja monster gorila itu.


"Waduh! Ternyata gelar ketua sekte bukanlah isapan jempol semata!" Ucap Madika dengan ekspresi yang tampak sedikit terkejut.


Tak. lama setelah itu, kini si ketua sekte tampak langsung mengibaskan tangannya dengan sangat kuat dan di saat yang bersamaan terjadilah gelombang angin yang sangat dahsyat.

__ADS_1


Gelombang angin yang sangat kuat itu langsung menghantam raja monster gorila milik Madika dan membuat raja monster gorila itu langsung terhempas sangat kuat dan menghantam banyak tembok bangunan yang ada di sekitaran tempat mereka bertarung.


Bahkan kini raja monster gorila itu terhempas dan hampir menabrak beberapa anggota sekte Balumba serta pasukan kera bayangan milik Madika yang sedang bertarung satu sama lain.


__ADS_2