Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Organisasi 'Kebebasan'


__ADS_3

Saat ini, si pemimpin kelompok itu sudah yakin bahwa Madika adalah orang yang sedang mereka cari saat ini.


Lalu Rukadu pun langsung berjalan santai ke arah Madika.


Melihat hal itu, kini Madika langsung pasang sikap waspada.


Ia segera memunculkan sebuah pedang dari ruang penyimpanan milik-nya.


Pedang yang saat ini Madika munculkan adalah pusaka raja semut.


Lalu Madika pun langsung melesat ke arah Rukadu dengan sangat cepat.


Namun Rukadu tampak tetap tenang-tenang saja dan masih dalam pose yang sama seperti sebelum-nya.


Saat Madika melesat. Di pertengahan jalan Madika langsung menggunakan jurus bayangan milik-nya untuk bisa berpindah cepat ke tempat Rukadu berada saat ini.


Kini Madika pun langsung muncul dari bayangan yang berada sedikit di belakang Rukadu.


Madika pun langsung menebaskan pedang-nya ke arah Rukadu.


Namun karena Rukadu yang cukup peka dengan kemunculan Madika di dekat-nya kini langsung melapisi tangan kanan-nya menggunakan kekuatan api milik-nya lalu dengan segera ia mengibas-kan tangan-nya itu untuk menangkis pedang Madika.


Benar saja, kini pedang Madika bisa ia tepis hanya dengan mengguna-kan tangan kosong saja.


"Kuat sekali!" Ucap Madika dalam hati sambil melompat ke belakang dan menjaga jarak dari Rukadu.


"Apa hanya segini saja kekuatan dari orang yang telah mengobrak-abrik klan Petir?! Lemah sekali!" Ucap Rukadu mengejek Madika.


"Diam kau pak tua! Aku hanya sedang mencoba bertarung dengan secuil kekuatan-ku saja untuk memasti-kan kemampuan-ku jika di adu dengan orang yang berada di tingkat Epic seperti-mu!" Ucap Madika dengan jujur.


Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun langsung mengguna-kan salah satu jurus dari pedang pusaka raja semut milik-nya.

__ADS_1


Ia memutar pedang-nya dengan beberapa variasi gerakan dan gerakan itu berakhir saat Madika menusuk-kan pedang-nya ke tanah.


"Serangan kaki semut!" Ucap Madika dengan tegas.


Seketika itu juga dari bawah tanah muncul kaki semut raksasa yang langsung menusuk semua objek yang ada di atas-nya.


Namun karena saat ini serangan kaki semut itu hanya di tujukan pada Rukadu saja, maka serangan kaki semut berujung runcing yang menjulang ke udara itu hanya mengincar si Rukadu seorang.


Di sisi lain, seluruh anggota Rukadu saat ini baru tiba di tempat pertarungan Rukadu dan Madika.


Mereka semua saat ini berdiri sambil menyaksi-kan pertarungan antara Rukadu dan Madika.


Tidak ada satu pun dari mereka mau ikut campur dalam pertarungan ini karena mereka tahu betul sikap Rukadu yang kalau sudah bertarung dan menarget-kan orang lain, maka ia sendiri-lah yang harus menghabisi orang tersebut.


Tampak Rukadu kini bergerak dengan sangat santai menghindari semua serangan yang mengarah pada diri-nya.


Namun setiap langkah Rukadu yang terlihat santai itu tampak memiliki jarak yang cukup jauh dan hal itulah yang membuat diri-nya bisa menghindar dengan cepat dan mudah.


Madika yang melihat hal itu kini mengangkat kembali pedang-nya dan dengan segera ia pun memuncul-kan ribuan pasukan semut milik-nya.


Rukadu yang melihat jurus itu kini hanya tersenyum tipis saja.


"Bocah ini ternyata punya senjata pusaka yang menarik!" Ucap Rukadu yang masih mengulas senyum di wajah-nya.


Lalu Rukadu pun langsung memuncul-kan sebuah Senjata pusaka milik-nya yang berbentuk sabit dengan ukuran yang cukup panjang layak-nya sabit milik malaikat pencabut nyawa.


"Mari kita lihat sejauh mana kau akan bertahan melawan-ku!" Ucap Rukadu sambil tersenyum licik.


*******


Saat ini di sebuah hutan tempat persembunyian beberapa Niverom tampak sekumpulan Niverom sedang melakukan pembicaraan.

__ADS_1


Saat ini, di hutan yang tidak begitu jauh dari hutan perbatasan antara wilayah kekuasaan Niverom dan wilayah kekuasaan manusia, para Niverom tampak sedang melakukan pertemuan guna membahas rencana yang sedang mereka susun dalam waktu dekat ini.


Rencana yang di buat oleh para Niverom itu adalah penyerangan ke wilayah manusia lebih tepat-nya ke kerajaan Tambolo.


Tujuan mereka adalah mencari sosok orang yang merupa-kan reinkarnasi dari sang kristal.


"Jadi bagaimana? apa semua sudah di atur sesuai rencana?" Tanya si pemimpin yang bertanggung jawab atas rencana yang sedang di buat saat ini.


"Sudah semua-nya! Kami telah mengatur sesuai dengan rencana!" Jawab salah satu petinggi di organisasi para Niverom itu.


Para Niverom itu adalah satu kelompok organisasi yang bernama "Kebebasan".


Mereka adalah sekelompok Niverom yang memiliki tujuan untuk membebas-kan para Niverom dari belenggu para manusia serta menyingkir-kan manusia dari dunia ini.


Para Niverom dan umat manusia sejak dahulu memang sudah saling memiliki dendam yang mendarah daging.


Berdasar-kan sejarah yang di miliki oleh para umat manusia, para manusia yang ada di dunia yang bernama Agrilis saat ini merupa-kan mahluk pendatang dari dunia lain.


Kedatangan mereka di pimpin oleh seorang ksatria tingkat absolute yang merupa-kan leluhur dari energi Saga itu sendiri.


Sang ksatria absolute itu bernama Arga Baraka, dan dia adalah sosok seorang raja dari dunia lain.


Awal mula kedatangan-nya ia membawa banyak pasukan serta membawa empat pilar bersama dengan diri-nya, yakni pilar petir, pilar angin, pilar api, dan pilar es.


Keempat pilar yang di sebut-kan itu semua-nya adalah orang pertama yang berada di tingkat legendaris, dan salah satu-nya yang sudah bereinkarnasi saat ini adalah pilar angin yang bernama Risiwuku. Dia-lah sosok Madika yang ada saat ini.


Itulah sejarah yang ada di kalangan para manusia.


Namun, sejarah yang di kenali oleh para Niverom berbeda dari sejarah yang di ketahui oleh para manusia.


Pertumpahan darah, perang besar, perebutan wilayah, dan berbagai macam hal telah terjadi dan membuat para Niverom menyimpan dendam mendalam bagi umat manusia.

__ADS_1


"Baiklah, Mulai hari ini kita akan bergerak! mula-mula sebar-kan pasukan kita dari arah timur dan dari arah barat kita kerajaan itu, sesudah itu kelompok penyerang yang sudah ada di dalam kota akan membuat kekacauan di mana-mana sehingga para ksatria pun keluar untuk mengatasi Meraka! Setelah semua ksatria Saga di kerajaan mulai bertindak, saat itu-lah kita ambil alih kerajaan dan Hancur-kan raja yang memimpin kerajaan Sumba!" Ucap sang pemimpin organisasi itu.


"Siap!" Ucap para petinggi organisasi yang siap melaksana-kan perintah pemimpin mereka.


__ADS_2