Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Disiksa


__ADS_3

Penyiksaan yang di alami oleh Vera dan dua pria lain-nya terus berlanjut.


tubuh mereka semua di kulit1 hingga hanya tersisa daging saja.


bahkan dua pria yang ada di sebelah Vera kini telah kehilangan kemalu@n-nya karena kemalu@n mereka telah di potong habis oleh para ksatria penjaga yang menyiksa mereka itu.


Sementara itu, Liga, Jos, Sigo, dan dua orang lain-nya kini hanya bisa menunjuk-kan ekspresi sedih saat melihat keadaan Vera dan dua pria yang di siksa habis-habisan oleh para ksatria penjaga itu.


"hahahaha... bagaimana? rasa-nya sangat nikmat bukan?" ucap si ksatria penjaga bertanya pada Vera yang saat ini masih ia kulit1.


Vera tentu tak bisa menjawab, ia merasa kesakitan dan hanya bisa menjerit sambil terus menangis.


air mata-nya terus menetes tanpa henti dan hal itu malah membuat si ksatria penjaga yang bertanya jadi terlihat kesal.


"kalau di tanya ya jawab bangs@t!!" bentak ksatria penjaga itu sambil menampar wajah Vera dengan keras. "jangan hanya menangis saja t@i!"


"sialan!!" bentak Jos yang sudah tidak tahan melihat penyiksaan itu.


"hahahaha!" ksatria penjaga itu kini tertawa dan langsung memutar tubuh-nya menghadap KA belakang. lebih tepat-nya menghadap ke arah Jos yang ada di belakang-nya.


"kenapa hah?!..... apa kau ingin menyalah-kan ku hah?!" tanya pria itu sambut tersenyum layak-nya seorang psikopat. "jika kau ingin menyalah-kan seseorang, sebaik-nya salah-kan saja bocah yang membunuh tuan Hongu!.... dia lah yang membuat kalian semua jadi seperti ini!.... hahahaha."


Mendengar perkataan ksatria itu, seketika mereka semua langsung membelalak-kan mata-nya karena terkejut.


mereka kini baru menyadari kalau saat ini Madika tidak ada bersama dengan mereka.


"kau lihat!.... bocah itu tidak ada di sini!.... apa kau ingin tahu alasan-nya?" ucap ksatria itu sambil melangkah mendekati Liga.


Lalu ksatria penjaga itu pun langsung meremas dagu Liga dengan kuat.

__ADS_1


"itu karena dia telah mengkhianati kalian semua!... dia telah menjual kalian!!" bentak-nya sambil menghempas-kan wajah Liga hingga liga langsung terkapar di lantai.


kemudian ia langsung berdiri tegak dan kembali melanjut-kan perkataan-nya. "bocah itu datang kepada kami untuk membocor-kan semua rencana kalian, dan sebagai balasan-nya ia meminta kepada kami agar diri-nya di bebas-kan dari hal ini.... ia juga bahkan meminta agar kepala keluarga Nemosu melupakan kematian Hongu yang di akibat-kan oleh diri-nya!.... tentu saja kepala keluarga Nemosu menerima hal itu, namun bukan berarti bocah itu akan di lepas-kan begitu saja oleh Kepala keluarga Nemosu, ia masih akan jadi buronan meski-pun sekarang ia bisa kabur..... namun kepala keluarga Nemosu tetap membiar-kan bocah itu bersenang-senang dulu dalam waktu singkat ini.... lagi pula dengan informasi dari bocah itu kini keluarga Nemosu bisa menumpas-kan orang-orang seperti kalian!.... hahahaha." ucap Kstaria penjaga itu panjang lebar dan kemudian tertawa terbahak-bahak.


Setelah itu kini ksatria itu kembali melanjut-kan penyiksaan terhadap Vera.


Kini kesedihan serta amarah bercampur aduk dalam diri Liga karena sudah menerima Madika di kelompok mereka.


bahkan dua orang anggota lain-nya kini menyalah-kan Liga karena sudah menerima orang seperti Madika.


Mereka semua kini hanya bisa.merataoi nasib sambil bersedih.


tidak akan ada lagi yang bisa menyelamat-kan mereka.


mereka kini sudah putus asa dan pasrah akan apa yang ada di hadapan mereka.


Para ksatria penjaga saat ini tampak lengah, mereka semua terus menertawa-kan Vera dan dua pria yang sedang di siksa itu.


Hal itu pun membuat Sigo yang sebelum-nya tengah bersedih kini langsung menatap ke arah Liga.


lalu ia memberi kode pada Liga dan kemudian berbisik untuk menyuruh Liga dan yang lain-nya kabur secepat mungkin dan menunggu kesempatan untuk membalas semua perbuatan Madika serta keluarga Nemosu pada mereka.


Mendengar kata-kata singkat dari Sigo, kini Liga pun tak punya pilihan lain. ia pun segera mengangguk paham dengan apa yang di sampai-kan Sigo meski-pun penyampaian-nya sangat singkat dan hanya berbisik saja.


Setelah itu Sigo pun langsung memulai aksi-nya, ia langsung bergerak dan mengguna-kan tubuh-nya untuk mendorong para ksatria penjaga itu.


ia bahkan menendang beberapa ksatria penjaga itu hingga terkapar di lantai.


Saat itu terjadi, Sigo pun dengan segera memberi kode pada Liga dan yang lain-nya untuk memanfaat-kan kesempatan ini untuk kabur.

__ADS_1


Berhubung pintu ruang bawah tanah itu juga masih terbuka, kini Liga dan yang lain-nya pun dengan berat hati harus meninggal-kan rekan-rekan mereka di tempat itu.


Liga, Joe, dan dua orang lain-nya langsung kabur begitu saja.


mereka segera berlari keluar dari ruangan itu.


sementara Sigo terus berusaha merusuh para ksatria Saga dan terus menghalangi agar mereka tak mengejar Liga dan yang lain-nya.


"Sigo... aku tidak akan melupakan pengorbanan-mu!" batin Liga yang kini menetes-kan sedikit air mata-nya.


namun Liga tetap berusaha menguat-kan hati-nya Karena masalah ini masih belum selesai, ia masih harus memimpin serangan balas dendam, baik itu terhadap Madika mau-pun terhadap keluarga Nemosu.


Setelah cukup lama berlari, kini Liga dan yang lain-nya tiba di sebuah hutan kota.


tempat itu adalah tempat yang di rencana-kan untuk berkumpul setelah menyelesai-kan misi.


Begitu-lah rencana awal-nya. namun kini semua sudah berakhir, mereka tak satu-pun berhasil membunuh anggota keluarga Nemosu, bahkan justru merekalah yang malah menjadi korban kali ini.


Tak lama setelah mereka tiba di hutan kota itu, tampak seorang ksatria penjaga yang sudah dari tadi berada di hutan kota itu kini berjalan menghampiri Liga dan yang lain-nya.


Seketika Liga dan tiga orang lain bersama-nya langsung terkejut melihat ksatria penjaga itu mendatangi mereka.


Namun ksatria penjaga yang menyadari keterkejutan serta rasa waspada dari Liga dan yang lain-nya kini langsung memberi penjelasan pada mereka.


"tenang, aku ada di pihak kalian." ucap ksatria penjaga itu berusaha meyakinkan.


"aku di perintah-kan oleh Sigo untuk berkumpul di tempat ini jika penyerangan sudah selesai, namun karena terjadi kekacauan di dalam kediaman keluarga Nemosu, aku pun langsung melarikan diri terutama saat melihat banyak rekan kita yang kini sudah di bantai oleh mereka." ucap ksatria penjaga itu.


"sial!... jadi sejak datang kemari justru kita-lah yang sudah terjebak!" ucap Jos dengan ekspresi sangat kesal.

__ADS_1


__ADS_2