
Saat ini Madika telah berhasil menyelesai-kan jurus budak bayangan milik-nya dan budak bayangan milik Madika kini sudah mencapai angka hingga ribuan.
Setelah semua budak bayangan selesai di buat, kini Madika pun langsung turun dan menemui Natalia dan yang lain-nya.
"Baik-lah, semua sudah Selesai, kita akan segera berangkat sekarang." Ucap Madika sambil menoleh ke arah Natalia dan yang lain-nya.
"Baik-lah!" Jawab mereka semua sambil mengangguk ke arah Madika.
Lalu Madika pun kini langsung menoleh ke arah para anggota sekte Balumba dan ia pun langsung bertanya pada sang sesepuh.
"Bagaimana dengan kalian?... Apa kalian akan berangkat sekarang?" Tanya Madika pada sesepuh Wilasopu.
"Ya... Jika anda berangkat sekarang maka kami juga akan segera berangkat ke tempat tujuan kami." Jawab sesepuh Wilasopu.
"Begitu ya." Ucap Madika.
Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun langsung mengangkat tangan kanan-nya dan setelah itu ia segera membuat sebuah lingkaran energi yang sangat besar di udara.
Tak lama setelah itu kini dari lingkaran energi itu sosok Bunggu yang sebelum-nya sudah di kembali-kan ke gua tempat persembunyian-nya itu kini perlahan keluar dari lingkaran energi tersebut.
"Berhenti di sana!" Perintah Madika pada Bunggu.
Seketika itu juga Bunggu yang mendengar perintah Madika kini langsung berhenti dengan keadaan tubuh yang masih belum keluar sepenuh-nya.
"Apa anda ingin berpindah tempat tuan?" Tanya Bunggu sambil menoleh ke arah Madika.
"Ya, kami ingin segera menuju ke kerajaan Sumba... Gua yang kau tempati saat ini adalah tempat yang terdekat dengan kerajaan Sumba, jadi jika kami ke tempat-mu kami bisa tiba di kerajaan Sumba dalam waktu kurang dari enam jam." Ucap Madika menjelas-kan.
"Anda benar... Baiklah kalau begitu." Balas Bunggu.
Setelah Bunggu berkata seperti itu, kini Madika pun langsung mengarah-kan semua siswa untuk masuk ke dalam lingkaran energi itu.
"Ayo masuk ke sana, kita akan segera berpindah ke salah satu hutan terdekat dengan wilayah kerajaan Sumba setelah melewati lingkaran energi ini." Ucap Madika dengan santai-nya.
Mendengar arahan Madika itu kini mereka semua pun tampak terkejut dan menatap Madika dengan ekspresi yang tampak sedikit kebingungan karena mereka belum pernah mendengar ada-nya lingkaran energi untuk memuncul-kan hewan peliharaan bisa di masuki oleh manusia.
"Masuk ke dalam sana?... Apa itu bisa di lakukan?" Tanya guru pemandu dengan ekspresi yang tampak kebingungan.
Tidak hanya guru pemandu itu saja, bahkan sesepuh Wilasopu dan para tetua dari sekte Balumba pun kebingungan mendengar perintah Madika itu.
Sementara itu, Madika yang melihat mereka malah menatap-nya dengan ekspresi bingung kini hanya bisa menghela nafas panjang.
Lalu Madika pun langsung menoleh ke arah para tetua itu.
"Kami izin pamit terlebih dahulu... Ku doa-kan kemenangan kalian dalam pertarungan selanjut-nya!" Ucap Madika.
__ADS_1
"Terimakasih atas dukungan-nya tuan." Ucap para tetua sekte Balumba serta sesepuh Wilasopu dengan serentak.
Setelah itu Madika pun langsung menggendong kembali Natalia mengguna-kan tangan-nya di depan dada-nya.
"Ayo kita pergi." Ucap Madika sambil tersenyum manis pada Natalia.
Natalia hanya bisa terdiam dengan wajah yang tampak merah merona akibat dari perlakuan Madika yang rasa-nya benar-benar tidak biasa.
Setelah berpamitan, kini Madika pun kembali memuncul-kan sayap angin milik-nya dan setelah itu ia langsung melompat masuk ke dalam lingkaran energi itu melalui cela yang ada di dekat tubuh Bunggu saat ini.
Melihat Madika dan Natalia berhasil masuk ke dalam sana dengan sangat lancar dan sangat mudah, kini mereka semua pun langsung terkejut.
"Hah!!... Ternyata benar-benar bisa masuk!" Ucap si guru pemandu.
Sementara itu si sesepuh Wilasopu yang melihat hal itu kini hanya bisa menghela nafas sambil menggeleng-kan kepala-nya perlahan.
"Benar-benar jurus yang bisa merubah pola pikir para pengguna saga... Jurus ini sama sekali belum ada yang menyadari atau pun yang bisa melakukan-nya di zaman ini... Yah.. Mau bagaimana lagi, lagi pula Madika kan sudah hebat dari sana-nya." Ucap sesepuh Wilasopu dalam hati.
"Hei kalian!... Mau sampai kapan kalian menunggu?!" Tanya Bunggu dengan suara yang cukup keras.
Lanjut-nya, "Woi Askila!... Cepat bawa mereka masuk, tuan Madika sudah menunggu di sana!" Ucap Bunggu.
"iya-iya... Aku tahu!" Jawab Askila yang kemudian langsung melompat ke dalam lingkaran energi itu membawa Diana di atas punggung-nya.
Setelah itu kini seluruh siswa yang sebelum-nya turun dari tubuh kloning Askila kini kembali naik ke atas punggung para kloning Askila itu.
Tak butuh waktu lama, kini seluruh siswa pun sudah masuk ke dalam lingkaran energi itu dengan menaiki Askila.
Saat semua-nya sudah masuk, kini Bunggu yang dalam wujud naga kuno legendaris itu kini langsung bergerak maju dan keluar dari lingkaran energi itu, dan setelah Bunggu keluar sepenuh-nya kini lingkaran energi itu langsung lenyap.
Kini Bunggu yang sudah keluar itu pun kemudian terbang dan bergerak mengelilingi para anggota sekte Balumba dan tak lama setelah itu sebuah lingkaran energi yang sama seperti sebelum-nya langsung muncul di tempat yang sama saat Madika memunculkan-nya sebelum-nya.
Setelah itu kini Bunggu pun langsung masuk ke dalam lingkaran energi tersebut dan dalam sekejap mata kini Bunggu pun langsung muncul di lingkaran energi yang berada dia dalam gua tempat yang merupa-kan sarang bagi Bunggu hingga saat ini.
Setelah Bunggu tiba dan keluar dari lingkaran energi yang ada di dalam gua itu, kini Bunggu pun langsung mengguna-kan wujud manusia-nya di depan Madika.
"Apa rencana anda selanjut-nya?" Tanya Bunggu sambil menatap Madika dengan serius.
"Aku ingin segera bergegas ke istana kerajaan, jadi aku butuh orang yang bisa terbang dengan cepat dan membawa mereka semua ikut dengan-ku!" Ucap Madika dengan maksud menyuruh Bunggu untuk mengantar para siswa itu ikut dengan-nya ke istana kerajaan.
"Tenang saja tuan, satu-satunya yang bisa melesat cepat di udara saat ini adalah aku... Biar-kan mereka semua menumpang di atas tubuh-ku!" Ucap Bunggu memberi penawaran.
"Baik-lah kalau begitu!... Sudah di putus-kan!" Ucap Madika yang kini langsung menoleh ke belakang tepat ke arah para siswa dan si guru pemandu yang ada saat ini. Lanjut-nya, "Sekarang kalian semua akan ikut dengan Bunggu agar bisa mengikuti kecepatan terbang-ku saat ini." Ucap Madika.
"Baiklah, itu tidak masalah bagi kami." Balas si guru pemandu dan kini langsung di angguk-ki oleh para siswa yang bersama-sama dengan dia.
__ADS_1
Setalah itu, kini Madika pun kembali menggendong Natalia dan dengan segera ia memuncul-kan sayap angin milik-nya.
Tidak hanya itu saja, ia juga kini memuncul-kan sebuah senjata pusaka milik-nya, yakni pusaka kaki ratu semut.
Ia saat ini ingin mengguna-kan pusaka kaki ratu semut itu untuk memberi-kan efek hentak-kan di udara yang mana hentak-kan energi yang akan terjadi saat pusaka kaki ratu semut itu menghentak akan memberi-kan efek dorongan yang cukup kuat dan dorongan itu sudah jelas bisa membantu Madika untuk semakin mempercepat lesatan-nya saat terbang.
"ayo pergi sekarang!" Perintah Madika.
Setelah memberitahu-kan hal itu, kini Madika pun langsung terbang dan melesat bersama dengan Natalia.
Sementara itu seluruh siswa dan si guru pemandu pun kini sudah berusia dan tampak Bunggu kini sudah siap dengan wujud ular naga-nya.
Para siswa dan si guru pemandu itu pun kini langsung melompat ke atas tubuh Bunggu.
Sementara itu, Askila juga kini ikutan dengan mereka, Askila kini langsung melompat dan berdiri di barisan paling belakang dari para siswa dan guru pemandu itu.
"Hoi anjing!... Kau jalan kaki saja!" Ucap Bunggu saat Askila melompat ke atas tubuh-nya.
"Diam kau cacing!... Cepat melesat sana!... Tuan Madika sudah jauh!" Balas Askila.
Segera setelah itu, kini Bunggu pun langsung melesat dan membawa mereka semua keluar dari gua tersebut.
Mereka semua pun kita ni melesat ke sebuah kota terdekat yang ada di wilayah kerajaan Sumba ini.
"Untuk saat ini kita akan lewat di beberapa kota terdekat dulu sebelum pergi ke istana kerajaan." Ucap Madika pada Bunggu saat Bunggu kini tiba dan terbang sedikit jauh di samping Madika.
"Siap tuan, terserah anda mau lewat di mana!" Balas Bunggu.
Sementara itu, Madika pun kini membawa mereka semua ke sebuah kota terdekat saat ini.
Tujuan Madika ke kota itu karena Madika ingin memasti-kan wilayah-wilayah tersebut, apa bila ada Niverom yang masih berkeliaran di kota itu dan menyerang kita itu, maka mereka harus turun tangan untuk memberes-kan masalah itu.
Setelah beberapa saat kemudian, kini Madika dan yang lain-nya pun tiba di sebuah kota terdekat dari hutan itu dan tampak kota itu saat ini sudah menjadi tempat pertarungan para Niverom dan para ksatria Saga utusan dari kerajaan Sumba serta beberapa ksatria Saga lain-nya yang merupa-kan ksatria Saga lepas seperti Madika yang tidak mengabdi pada kerajaan.
Melihat pertarungan itu, kini Madika pun langsung berhenti, ia kemudian langsung menyuruh Natalia untuk memeluk tubuh-nya karena saat ini ia sedang melepas-kan satu tangan-nya dari tubuh Natalia yang ia gendong di depan tubuh-nya itu.
"Bisa kau peluk aku untuk saat ini agar kau tak jatuh!... Aku ingin memuncul-kan benda pusaka milik-ku." ucap Madika.
"Ba... Baik-lah." Jawab Natalia dengan wajah yang memerah sambil merangkul leher Madika.
Ia mengalung-kan tangan-nya di leher Madika dan merapat-kan tubuh-nya pada Madika.
Hal itu pun kini membuat Madika bisa menggerak-kan tangan-nya dengan leluasa, dan setelah itu Madika pun merangkul pinggang Natalia dengan tangan kiri-nya sementara tangan kanan-nya kini di angkat dan di ayun ke samping.
Seketika itu juga muncul-lah sebuah singgasana harimau api yang kini tampak melayang di udara tepat di belakang Madika dan Natalia.
__ADS_1
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...