Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menyerap Kekuatan Yang Tersegel


__ADS_3

Setelah Madika menjelaskan semua yang ia ketahui.


Kini Natalia pun tampak mulai merenung dan memikirkan pilihan yang Madika berikan tersebut.


Sejenak Natalia terdiam dan tampak memikirkan sesuatu.


Hingga akhirnya Natalia pun mengambil keputusan.


"Baiklah... Aku mau menerima kekuatan dan ingatan itu... Lagi pula jika aku terus seperti ini bisa-bisa Levelku tertinggal jauh darimu." Jawab Natalia sambil menatap Madika.


Mendengar jawaban Natalia, Madika pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Lalu ia mengangkat tongkat kaisar rotan api milik-nya itu.


Setelah itu ia menghentakkan ujung tongkat itu ke lantai.


Seketika aura energi yang luar biasa merembes keluar dari badan tongkat tersebut.


Hal itu membuat mereka semua sedikit terkejut dan segera memancarkan aura energi mereka untuk bertahan dari hantaman aura yang keluar dari badan tongkat tersebut.


"Sungguh aura energi yang luar biasa!" Ucap tuan Samon setelah menahan aura itu menggunakan aura miliknya.


"Benar ayah!." Sambung Andreas menanggapi.


"Apa ini berasal dari kekuatan yang tersegel itu atau kekuatan tongkat ini sendiri?" Tanya ibu Natalia pada Madika.


"Ini adalah aura dari kekuatan yang tersegel di dalamnya." Jawab Madika. Lanjutnya, "Saat ini aku sedang dalam proses membuka segel tersebut!"


Mendengar ucapan Madika, seketika wajah Natalia sedikit panik karena ia berpikir mungkin akan berbahaya jika mengembalikan kekuatannya di masa lalu itu di tempat sempit seperti ini.


"Tu... Tunggu dulu!... Apa mau di lakukan sekarang?... Di tempat ini?" Tanya Natalia.


"Iya... Memangnya kenapa?" Tanya Madika balik dengan ekspresi datar.


"Yang benar saja!... Bagaimana jika auranya terlalu kuat dan akhirnya meledak?!... Bisa-bisa barang-barang di sini jadi berhamburan dan bahkan bisa saja ruangan ini akan hancur!" Jawab Natalia memberi alasan.


"Tenang saja... Jika auranya meluap tak terkendali maka aku akan membantumu menekannya." Jawab Madika dengan santainya sambil mengangkat tangan kanannya di depan dada dengan posisi jari telunjuk dan jari tengah berdiri tegak sementara jari yang lainnya di tekuk.


Di tangan kiri Madika tampak tongkat itu sudah memancarkan cahaya terang kebiruan di sertai aura energi yang sangat kuat meluap-luap dari dalam tubuh tongkat tersebut.

__ADS_1


"Segera persiapkan dirimu!... Energi ini akan segera masuk ke dalam tubuhmu dan kau harus segera mengolahnya dan menyatukannya dengan dirimu yang saat ini!" Ucap Madika sambil menatap Natalia.


"Baiklah!" Jawab Natalia sigap.


Segera setelah itu Natalia pun segera memposisikan diri dengan duduk bersila.


Ia kemudian menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan dan setelah itu gerakkan tangannya berakhir dengan memposisikan kedua telapak tangannya saling berhadapan dalam jarak yang sangat dekat di depan dadanya.


Melihat Natalia sudah siap, Madika pun segera menghentakkan tongkat kaisar rotan api itu ke lantai.


Seketika gelombang energi yang sangat kuat meluas dan memberi sedikit dorongan terhadap objek-objek yang di hantamnya.


Setelah itu, Madika mulai menggerakkan tangan kanannya ke arah tongkat kaisar rotan api. Dengan gerakkan tangan seolah mengambil sesuatu dari tongkat, Madika kemudian menarik kembali tangannya dan tampak energi berhasil di tarik keluar oleh tangan Madika.


Lalu Madika menghentakkan tangannya itu ke arah Natalia dan seketika energi tersebut menjalar ke tengah-tengah telapak tangan Natalia yang saling berhadapan tersebut.


Energi dari tombak pun kini di serap oleh Natalia.


Dari dalam tombak itu tampak energi yang sangat melimpah menjalar masuk ke tubuh Natalia melalui perantara kedua tangannya yang saling berhadapan tersebut.


Sudah hampir satu jam waktu berlalu. Namun tampaknya Natalia masih belum selesai menyerap semua energi yang ada di dalam tongkat tersebut.


Hal itu membuat Andreas, yakni ayah Natalia jadi sedikit bertanya-tanya.


"Sejauh ini dia baik-baik saja... Apa jangan-jangan energi ini sama sekali tak bekerja sehingga tak menghasilkan gelombang aura yang seperti sebelumnya?" Tanya ayak Natalia.


"Apa yang paman perkirakan itu salah... Justru sebaliknya... Ini adalah pertanda bahwa tidak ada penolakan dari energi ini... Hal itu pun memperkuat bahwa Natalia memanglah orang yang sama dengan yang di masa lalu sehingga ia bisa mengendalikan kekuatan dari energi ini dengan mudah semudah ia bernafas." Jawab Madika sambil sedikit tersenyum.


Saat ini dalam hati Madika ia merasa senang karena akhirnya bisa mengembalikan kembali ingatan Natalia dari masa lalu.


Dengan ini Madika berharap agar bisa memiliki hubungan dengan Natalia sama seperti hubungan mereka di masa lalu.


Setelah cukup lama, kira-kira hampir dua jam lamanya, akhirnya Natalia selesai menyerap semua energi dari tongkat tersebut.


Segera setelah itu Natalia segera menggerakkan kedua tangannya.


Ia memutar kedua tangannya lalu menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.


Sesudah itu, Natalia kembali menggerakkan tangannya hingga akhirnya pergerakkan tangannya berhenti dengan memposisikan tangan kanan dan tangan kiri saling berhadapan di depan perutnya. telapak tangannya saling berhadapan, yang mana tangan kanannya berada di atas sementara tangan kirinya berada di bawah.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, tampak dari udara energi-energi yang sangat banyak mulai terhisap ke arah Natalia dan berkumpul di tengah-tengah telapak tangan yang saling berhadapan itu.


Dalam proses ini, Natalia sudah mulai mengadaptasikan kekuatannya yang di masa lalu ke tubuhnya di masa kini.


Perlahan-lahan aura yang terpancar dari tubuh Natalia semakin menguat. Hingga beberapa saat kemudian akhirnya terjadi ledakan energi yang cukup kuat dari sekitaran tubuh Natalia.


Ledakan energi itu menghasilkan gelombang energi yang sangat kuat dan pastinya bisa membuat ruangan saat ini akan mengalami kerusakan.


Namun beruntungnya Madika sudah siap untuk hal-hal seperti ini sejak awal sehingga Madika pun menekan gelombang energi itu menggunakan aura terkuatnya, ia pun berhasil membuat gelombang energi itu terhenti sebelum menghantam objek-objek yang ada di sekitarnya.


Kini terlihat wajah kedua orang tua Natalia serta kakek Natalia menjadi takjub. Bagaimana tidak, sosok Natalia yang sebelumnya hanya berada di tingkat tinggi level 10 kini naik hingga ke tingkat grand master level 7.


"i... ini benar-benar luar biasa!" Ucap Andreas.


"Kekuatannya langsung meningkat drastis!" Sanggah si ibu.


Tak la setelah itu, kini Natalia pun menyelesaikan semedinya dan sebagian dari kekuatan yang di segel itu kini kembali ke tubuhnya dan membuat dirinya kembali memiliki ingatan serta kemampuan yang ia miliki di masa lalu.


Meskipun di masa lalu ia sudah berada di tingkat Epic, namun dirinya setelah menerima sebagian kekuatan ini masih belum bisa mencapai tingkat Epic begitu saja di karenakan kekuatannya memang hanya sebagian saja dan sebagiannya lagi masih belum mencapai tingkat yang cukup yang bisa membuatnya langsung naik ke tingkat Epic.


Setelah Natalia membuka matanya, kini ia menoleh ke arah kedua orangtuanya serta kakeknya sambil tersenyum ramah.


Ia juga bahkan mulai memperhatikan tangan dan tubuhnya sendiri karena ia merasa takjub akan kekuatan yang ia dapatkan itu.


Lalu berbagai ingatan mulai bermunculan kembali di dalam kepalanya.


Dan begitu dirinya menoleh ke arah Madika, seketika berbagai ingatan tentang hubungan mereka di masa lalu pun muncul. Bahkan ingatan pertama yang terbayang di otaknya adalah ingatan tentang malam pertama mereka setelah menikah.


Seketika wajah Natalia pun memerah dan ia sedikit berpaling dari Madika karena dirinya merasa sedikit grogi dengan ingatan tersebut sebab dirinya yang saat ini memang sedikit berbeda dengan yang dulu.


"Kenapa kau berpaling dengan wajah yang memerah seperti itu?" Tanya Madika sambil berjalan mendekati Natalia.


"Bu... Bukan apa-apa." Jawabnya sedikit ragu.


Mendengar jawaban itu, tuan Samon serta kedua orangtua Natalia pun langsung menertawai Natalia.


"Hahaha... Pasti dia teringat sesuatu yang sebelumnya kau sebutkan!" Ucap tuan Samon blak-blakan menebak isi pikiran Natalia sambil menatap ke arah Madika.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...

__ADS_1



__ADS_2