Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Seleksi


__ADS_3

Saat ini, di arena pertarungan akademi Walawatu tampak pertarungan telah selesai.


saat ini telah di tetapkan tujuh orang pemenang yang akan maju ke babak selanjut-nya.


Ketujuh orang itu adalah:




Nono: kelas 2 Es


Tingkat : Atas level 18.




Gino: kelas 3 petir


Tingkat : Atas level 26.




Freon: kelas 2 angin


Tingkat : Atas level 16




Mango: kelas 2 petir


Tingkat: Atas level 14




Silo: kelas 3 es


Tingkat: Atas level 24


__ADS_1



Soko: kelas 3 api


Tingkatan: Tingkat Atas level 23




Yimo: kelas 1 api


Tingkatan: Tingkat Atas level 3




Karena jumlah pemenang saat ini ganjil dan masih tersisa Madika seorang yang belum bertarung di babak ini, maka kali ini sesuai dengan aturan sebelum-nya, yaitu tujuh peserta yang kalah sebelum-nya akan kembali bertarung.


Pertarungan yang akan di lakukan oleh tujuh orang yang kalah di babak ini akan di lakukan dengan mode battle royale sehingga hanya ada satu dari ketujuh orang yang kalah itu yang tersisa.


setelah itu, satu dari mereka yang memenangkan battle royale itu akan di pertemukan lagi dengan Madika dalam pertarungan satu lawan satu.


tujuan-nya adalah memperebutkan satu posisi yang kosong dari tujuh pemenang babak ini agar jumlah peserta yang akan maju ke babak selanjut-nya berjumlah delapan orang.


saat ini tampak tujuh siswa yang kalah di babak ini kini sudah memasuki arena pertarungan.


mereka kemudian mengambil posisi masing-masing.


Di salah satu sudut arena pertarungan tampak pria yang sebelum-nya bertarung dengan Freon, yakni pria si pengguna piton petir.


Pria itu bernama Joe Subroto. berkat penampilan-nya saat melawan Freon, kini diri-nya menjadi semakin populer dan di kenal oleh banyak siswa lain-nya.


terbukti saat ini sudah cukup banyak siswa yang menjagokan-nya dan menganggap bahwa pertarungan kali ini pasti di menangkan oleh diri-nya.


"jika di lihat dari pertarungan Joe sebelum-nya, menurut-ku besar kemungkinan anak ini akan memenangkan pertarungan kali ini." ucap salah satu pengawal tuan Samon yang berdiri di belakang tuan Samon.


"hmm..." tuan Samon bergumam sambil mengelus janggut kesayangan-nya.


Setelah ketujuh peserta itu kini sudah siap di posisi masing-masing di dalam arena pertarungan itu, kini guru yang memimpin pertarungan pun langsung memberi arahan serta memberi aba-aba untuk mulai.


[baik-lah, aku yakin kalian semua sudah tahu aturan pertarungan kali ini, jadi tanpa berlama-lama.... pertarungan di mulai!!] ucap guru itu dengan penuh semangat.


Baru saja berkata seperti itu, kini terlihat para siswa langsung saling menyerang menggunakan kekuatan masing-masing.


pertarungan yang terjadi itu terlihat sedikit kacau karena banyak dari mereka yang asal menyerang tanpa peduli siapa yang akan terkena serangan.

__ADS_1


Saat ini tampak ada cukup banyak bola api serta beberapa pedang petir, es, maupun angin yang sedang beradu di udara di sekitar arena itu.


masing-masing mereka mengeluarkan kemampuan masing-masing.


Di tengah kekacauan pertarungan itu, tiba-tiba mereka semua di kejutkan oleh salah satu siswa yang terlempar sangat jauh dan bahkan sampai hampir menabrak beberapa penonton yang duduk di stadion itu.


saat melihat hal itu, semua-nya pun menoleh ke arah sumber serangan yang membuat salah satu siswa itu terlempar.


saat mereka menoleh, kini mereka langsung mendapati sosok Joe yang sedang berdiri dengan berlindung-kan piton petir-nya.


"tchi.... sial!... dia langsung menunjukan jurus terkuat-nya!" ucap salah satu peserta yang kini tampak kesal.


Setelah berkata seperti itu, siswa itu pun langsung maju dan menghadapi Joe.


siswa itu dengan cepat berlari ke arah Joe sambil menciptakan sebuah pedang petir yang sangat besar di tangan-nya.


Ketika siswa itu berada di jarak kurang lebih 20 meter dari Joe, siswa itu pun langsung melompat ke udara sambil mengambil ancang-ancang untuk menebas Joe.


Saat siswa itu mulai mengayunkan pedang-nya dari arah belakang menuju ke depan, tampak pedang besar milik-nya itu dengan cepat berubah semakin besar dan panjang.


hingga saat pedang itu hendak menghantam Joe, ukuran pedang itu pun sudah semakin besar. kira-kira besar-nya seperti sebuah bus kota.


"besar pedang bukanlah hal yang bisa mengukur suatu kekuatan!" ucap Joe dengan lantang saat pedang raksasa itu menghampiri-nya.


lalu Joe dengan segera mengangkat tangan kanan-nya dengan gerakan yang mengisyaratkan agar piton petir-nya membalas serangan pedang itu.


Kini piton petir milik Joe pun langsung bergerak cepat dan langsung menghantam pedang raksasa itu.


benturan yang terjadi saat hantaman itu menciptakan sebuah tekanan angin yang luar biasa serta percikan petir yang sangat besar menyambar kemana-mana.


Namun sayang-nya, kurang dari sepuluh detik kini pedang raksasa milik siswa itu langsung hancur dan meledak hingga berkeping-keping.


ledakan itu pun membuat lima peserta lain-nya langsung terhempas oleh tekan angin yang di akibatkan oleh ledakan.


Di sisi lain, siswa yang menggunakan pedang raksasa itu kini tampak tepental cukup jauh sampai berguling-guling beberapa kali.


bahkan diri-nya saat ini mengalami luka dalam setelah kehancuran pedang raksasa-nya itu.


Madika yang melihat kondisi siswa pengguna pedang petir raksasa itu kini hanya bisa menggelengkan kepala.


"hah...." Madika menghela nafas. "seperti ini lah salah satu konsekuensi jurus yang kuat, jurus itu akan mengacaukan Saga kita dari dalam jika jurus-nya berhasil di hancurkan oleh lawan... jika kita tak bisa mengendalikan Saga kita sendiri dengan baik, maka luka dalam yang kita terima saat hancur-nya jurus yang kuat akan membuat kita bisa kehilangan nyawa sendiri." ucap Madika mengomentari.


Di sisi lain, tuan Samon yang melihat hal itu juga ikutan berkomentar.


"sebuah jurus yang kuat membutuhkan pengendalian Saga yang baik, tidak hanya itu saja.... kebanyakan dari jurus-jurus yang kuat selalu membuat tubuh dan jurus seolah menjadi satu.... hal itu-lah yang membuat si pengguna jurus bisa dengan leluasa mengendalikan jurus-nya seolah sedang mengendalikan tubuh sendiri.... namun, hal itu pula menjadi salah satu titik lemah dari jurus-jurus yang kuat.... karena jurus dan tubuh seolah menjadi satu, maka saat jurus itu di hancurkan, maka tubuh pengguna jurus itu pun juga akan merasakan beberapa persen dari efek-nya." ucap tuan Samon menjelaskan.


Di sisi lain, lima peserta lain-nya yang saat ini melihat kejadian itu kini terdiam dan mulai saling menatap.

__ADS_1


tak lama setelah itu mereka pun mulai saling mengangguk-kan kepala seolah mereka sedang satu pikir untuk melakukan sesuatu, dan ternyata mereka memang sepikir dan kini mereka berlima langsung membentuk formasi untuk melawan Joe yang saat ini masih berlindung di belakang piton petir milik-nya.


__ADS_2