Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Duo Bucin


__ADS_3

Saat ini di tempat yang kira-kira sejauh 100 meter di depan Madika dan Aurel tampak seorang pria yang sedang melindungi kekasih-nya dari sembilan pria pengguna elemen petir.


Satu dari sembilan orang pengguna elemen petir itu adalah sosok yang menjadi dalang dalam penyerangan terhadap sepasang kekasih itu.


Sepasang kekasih itu masing-masing bernama Elsi dan Dion.


Dion adalah seorang pria yang merupa-kan pengguna Saga tipe angin, sementara Elsi adalah seorang gadis yang memiliki Saga dengan tipe elemen api.


Kedua-nya saat ini benar-benar sudah tersudut-kan.


Elsi saat ini sudah terlihat kelelahan karena sebelum tiba di tempat ini ia memang sudah sempat bertarung habis-habisan dengan sembilan pria itu, sementara Dion yang saat ini berdiri di depan Elsi kini terlihat terluka.


tampak ada darah yang mengalir di sela bibir Dion dan bahu-nya terlihat terkena sedikit sayatan yang cukup dalam sementara wajah-nya juga terlihat mengalami luka sayatan yang tidak terlalu dalam dan tidak terlalu parah.


Namun jika di lihat dari kondisi-nya, saat ini Dion juga sudah terdesak, ia kini tampak terengah-engah karena sedari tadi ia juga sudah berusaha membawa Elsi untuk kabur dari kejaran sembilan pria itu.


Saat ini Elsi dan Dion berada di tingkat elite level 20 ke bawah, sementara sembilan pria yang menyerang mereka itu berada di tingkat elit level 45 ke atas, dan yang paling tinggi level-nya adalah satu orang pria yang menjadi dalang penyerangan, yakni Goniso, yang biasa di panggil Niso.


Niso saat ini berada di tingkat elit level puncak, dan hanya kurang satu level lagi ia akan segera mencapai tingkat master.


"hahahaha sudah ku bilang, percuma saja kalian lari.... jadi sebaik-nya serah-kan saja Elsi pada-ku, aku pasti akan memperlakukan-nya dengan baik." ucap Niso sambil tersenyum mesum ke arah Elsi.


"tchi!!.... memperlakukan dengan baik gundul-mu.... barusan saja kau sudah menyerang Elsi tanpa ragu.... apa itu yang kau sebut memperlakukan dengan baik?!!" bentak Dion yang kini tampak sangat kesal mendengar-kan perkataan Niso.


"heh.... maaf, maaf.... tadi aku terbawa emosi karena cemburu, jadi aku berbuat demikian, jadi jangan di ambil hati ya." ucap Niso yang tampak riang. namun setelah itu wajah-nya tiba-tiba terlihat serius dengan tatapan yang kini memakan dan penuh intimidasi. "akan tetapi jika kalian tidak menurut, maka aku akan serius memaksa kalian untuk berpisah, dan aku akan melakukan apa pun untuk membawa Elsi ke tempat-ku dan kemudian menjadi-kan diri-nya sebagai istri-ku!" ucap Niso.


"menikah kata-mu?!!..... kau itu hanya mengingin-kan harta warisan dari keluarga-ku saja!!.... aku tidak akan menerima kau sampai kapan-pun itu.... jika seandai-nya hanya kau seorang pria yang tersisa di dunia ini, maka aku akan lebih memilih mati saja ketimbang harus memiliki hubungan dengan-mu!!" bentak Elsi.


Niso yang mendengar-kan bentakan Esi itu pun kini langsung emosi karena memang yang di ucap-kan oleh Elsi itu memang sebuah kebenaran.

__ADS_1


"diam kau gadis sial@n!!" bentak Niso sambil mengeluar-kan aura Saga-nya untuk menekan Dion dan Elsi.


Kini Dion dan Elsi pun langsung tertekan oleh aura Saga milik Niso, aura Saga Niso itu membuat tubuh mereka terasa seperti di tekan oleh benda yang sangat berat dan mereka berdua pun kini kesulitan untuk bergerak.


Sementara itu, Elsi yang kini merasa sangat emosi dengan tindakan Niso yang semena-mena itu kini langsung meneriaki Niso dengan suara keras.


"dasar pria penjilat!!.... akan ku bocor-kan semua hubungan rahasia yang kau miliki dengan klan es!.... akan ku buat pemimpin klan petir-mu itu tahu semua niat busuk-mu terhadap klan-mu sendiri!!" teriak Elsi mengancam Niso dengan informasi yang ia miliki saat ini.


Baru saja Elsi selesai mengatakan hal itu, tiba-tiba kini sebuah laser petir sekali lagi melesat ke arah Elsi.


namun laser petir itu kini hanya menyenggol pipi Elsi hingga pipi Elsi itu pun hanya sedikit tergores dan mengeluar-kan sedikit darah.


Meski-pun demikian, serangan laser petir itu tentu membuat Elsi langsung terdiam karena terkejut.


begitu pula dengan Dion yang berada di depan-nya.


"baiklah, sudah ku putus-kan!" ucap Madika dengan tegas sambil melurus-kan tubuh-nya dan berdiri tegap. "apa pun yang terjadi kita tak perlu ikut campur dalam pertarungan yang tidak perlu!" ucap Madika dengan tegas dan lantang.


Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba perut Madika kini langsung di hantam oleh sebuah laser petir yang melesat cepat ke arah-nya.


Laser petir itu merupa-kan laser petir yang di gunakan oleh Niso untuk mengintimidasi Elsi sebelum-nya.


Sementara itu, Madika yang terkena hantaman laser petir itu kini terhempas cukup jauh dan langsung menghantam batang pohon dengan sangat kuat hingga pohon itu berguncang dan daun-daun pohon itu banyak yang rontok serta berjatuhan.


Kini Madika pun jatuh ke tanah, ia yang saat ini merasa-kan sakit-nya serangan laser petir itu kini langsung menatap ke arah datang-nya laser petir itu dengan tatapan tajam serta aura membunuh yang meluap-luap.


"ayo kita bunuh orang-orang itu!" ucap Madika yang kini langsung pasang ekspresi menakut-kan layak-nya orang kejam yang ingin menyiksa orang lain.


Aurel yang melihat perubahan sikap Madika itu pun kini hanya bisa menatap Madika dengan ekspresi kebingungan.

__ADS_1


"eh??.... ehhh??.... eeehhhh!!!"


"yang benar saja.... barusan kau dengan lantang bilang tak perlu bertarung dengan mereka!!..... kenapa sekarang ucapan-mu malah jadi bertentangan dari yang sebelum-nya?!" ucap Aurel yang langsung berteriak kebingungan melihat Madika.


"susah diam saja dan ikut dengan-ku!" ucap Madika yang langsung berjalan ke arah Dion dan Elsi saat ini.


"eehhhh.... menyeram-kan!..... pria ini sangat menyeram-kan!" ucap Aurel dalam hati saat melihat Madika yang kini berjalan ke arah datang-nya laser petir itu.


Sementara itu, di tempat Dion dan Elsi tampak Niso mulai berjalan mendekati Dion dan Elsi.


Niso kini terlihat sedang tersenyum licik, ia berjalan dengan santai dan sok keren di depan Elsi.


Kini Niso pun tiba di hadapan Dion, ia langsung mencekik Dion sambil tertawa kecil seolah sedang mengejek Dion.


"dasar lemah!" ucap Niso yang kemudian langsung membanting Dion ke tanah.


"ARRGGGHH!!"


Dion langsung menghantam tanah dan dari mulut-nya keluar darah karena tubuh-nya benar-benar menghantam tanah dengan sangat kuat akibat bantingan Niso yang sangat kuat itu.


"si.... sial@n kau Niso!" ucap Dion dengan suara serak dan dengan ekspresi kesal.


Niso yang mendengar ucapan Dion kini hanya diam dan tidak menanggapi.


ia kini berjalan mendekati Elsi, lalu ia memegang dagu Elsi dan kemudian mendekat-kan wajah-nya ke wajah Elsi.


"nah Elsi.... bagaimana menurut-mu?.... jika kau tidak mematuhi-ku sekarang juga, maka aku benar-benar akan membunuh kekasih-mu ini loh." ucap Niso mengancam Elsi.


Elsi hanya diam, biar bagaimana pun juga ini adalah sebuah pilihan yang cukup berat bagi-nya.

__ADS_1


__ADS_2