Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Kelompok (2)


__ADS_3

Mendengar tanggapan Nina, kini Madika tersenyum.


"kalau begitu ayo kita habisi mereka dengan cepat agar tak ada kelompok lain yang datang ikut campur." ucap Madika.


Nina mengangguk paham. kini Nina kembali mengarahkan pedang-nya ke arah siswa dua.


sementara itu, Madika kini sudah melesat ke arah siswa dua sambil mengayunkan pedang-nya yang sudah ia perkuat menggunakan elemen angin milik-nya.


Kini Madika menebas siswa dua. siswa dua menahan serangan itu menggunakan pedang api milik-nya.


Nina melompat ke arah siswa dua sambil berputar di udara dan membuat tebasan berputar.


Siswa dua langsung melompat ke belakang menghindari serangan Nina.


Nina mendarat di tanah dan kemudian dengan cepat menebas udara kosong. bekas tebasan Nina menghasilkan lengkungan api yang melesat ke arah siswa dua.


Siswa dua menangkis lengkungan api itu.


madika tidak tinggal diam dan langsung menebas udara kosong secara bertubi-tubi dan menghasilkan sangat banyak lengkungan angin yang melesat ke arah siswa dua.


Siswa dua merasa tak akan bisa menangkis semua lengkungan angin itu. ia memilih melompat jauh ke belakang untuk menjaga jarak.


lalu dengan cepat ia melempar pedang api-nya ke udara. seketika pedang api-nya itu berubah menjadi sebuah ular naga.


lalu siswa dua menyatukan telapak tangan-nya, dan seketika ular naga itu menjadi tiga.


ular naga itu di selimuti api yang terus berkobar-kobar.


besar tubuh naga itu seperti tubuh pria dewasa. panjang-nya sekitar 10 meter. wajah naga itu terlihat menyeramkan dengan kumis panjang yang berada di dekat lubang hidung-nya.


Madika dan Nina yang melihat teknik itu sedikit terkejut.


"dia langsung menggunakan jurus yang sangat kuat!" batin Madika.


"Madika, kita harus berhati-hati.... ini adalah salah satu teknik andalan pria itu.... jujur saja aku tak suka mengakui hal ini, tapi sebenar-nya pria itu jauh lebih kuat dari-ku." jelas Nina.

__ADS_1


"tenang saja.... selama kau bersama-ku aku akan memastikan keamanan-mu." ucap Madika dengan tenang sambil berjalan mendekati Nina.


"uhmm....." Nina bergumam sambil mengangguk-kan kepala-nya sekali.


Setelah itu, kini siswa dua itu mengayunkan tangan-nya ke depan tepat ke arah Madika dan Nina.


seketika tiga naga itu langsung melesat ke arah Madika dan Nina.


ketiga naga itu bergerak secara acak sehingga sulit di tebak arah-nya. saat naga itu berada tepat di depan Nina, dengan cepat Nina langsung menebas-nya menggunakan pedang api-nya.


namun serangan Nina sia-sia karena ketiga naga itu langsung berpencar. satu ke arah kiri, satu ke arah kanan, dan yang satu lagi terbang tinggi ke atas.


Melihat hal itu, Madika langsung menciptakan bola angin dan menyerang naga api yang terbang tinggi ke atas.


namun serangan Madika berhasil di hindari oleh naga itu.


naga itu kini melesat ke bawah tepat ke arah Madika.


Madika pun tidak diam saja, ia dengan cepat menembak-kan bola angin secara beruntun.


Semua serangan bola angin itu berhasil di hindari oleh naga itu. Nagi itu kini berada di depan Madika. namun Madika tampak tenang, dan dengan cepat Madika menebas naga api itu menggunakan pedang-nya.


Setelah itu Madika langsung menoleh ke arah Nina. ia melihat Nina tampak kesulitan menghadapi dua naga itu.


"Nina! apa kau bisa bertahan!?" tanya Madika yang sedikit berteriak.


"aku tidak yakin karena ini sangat merepotkan!" jawab Nina tanpa menoleh dan terus fokus menghadapi dua naga itu.


Baru saja Nina berkata seperti itu. kini salah satu naga yang menyerang Nina langsung terbang ke arah Madika.


Madika yang melihat itu langsung terlihat waspada.


"naga-naga ini tidak akan berhenti menyerang!" batin Madika.


kini naga itu berada di depan Madika sambil menembak-kan bola api yang sangat kuat ke arah Madika.

__ADS_1


Madika melihat serangan itu. ia menahan serangan bola api itu menggunakan pedang-nya. namun serangan itu sangat kuat sampai-sampai membuat Madika terdorong cukup jauh dari tempat ia berdiri.


"apa-apaan ini?.... naga ini lebih kuat dari naga sebelum-nya!" batin Madika.


kini raut wajah Madika yang terkejut itu terlihat oleh siswa dua.


Saat ini siswa dua terlihat sedang berdiri dengan posisi tangan kanan di depan dada. kedua jari yakni jari kelingking dan jari manis di tekuk. sedangkan jari tengah, jari telunjuk, serta ibu jari di biarkan berdiri tegak.


siswa dua berseringai saat melihat ekspresi Madika yang tampak terkejut itu.


"apa kau sudah menyadari-nya?.... naga-ku ini akan jadi semakin kuat jika jumlah mereka berkurang.... dengan kata lain, jika kau membunuh salah satu dari mereka, maka kemampuan naga yang lain-nya akan semakin kuat!" ucap siswa dua sambil berseringai licik membanggakan jurus naga-nya itu.


Setelah itu dia mulai tertawa kecil dan terlihat meremehkan Madika.


"ckckckck.... jadi, apa sekarang kau sudah siap di makan oleh naga-ku?" tanya siswa dua itu dengan ekspresi angkuh-nya.


Madika yang mendengar ucapan siswa dua itu malah diam sambil menunjuk-kan ekspresi jelek.


"bocah ini.... apa dia mau adu mekanik dengan naga peliharaan-ku hah?" batin Madika.


Saat ini Madika tampak fokus pada siswa dua. hal itu pun membuat siswa dua itu memanfaat-kan kelengahan Madika dan berniat untuk menyerang Madika dari belakang.


Kini seekor naga melesat cepat ke arah Madika. naga itu kini sudah berada di belakang Madika dan sudah membuka mulut-nya lebar-lebar untuk memangsa Madika.


Nina yang sedang bertarung sempat melihat kejadian itu. ia langsung berteriak memperingati Madika.


"Madika!!" teriak Nina dengan suara keras.


Nina hendak menolong Madika, namun tiba-tiba naga yang bertarung dengan-nya langsung menghalangi langkah-nya seolah naga itu berkata 'aku-lah lawan-mu!'.


"berisik ah...." ucap Madika dengan tenang ketika mendengar teriakan Nina barusan.


Setelah berkata seperti itu, seketika kepala naga yang saat ini sudah siap menyantap-nya itu langsung meledak.


ledakan itu tidak hanya terjadi di kepala naga saja, melainkan terjadi secara beruntun di seluruh tubuh naga itu sehingga naga itu hancur berantakan.

__ADS_1


Ledakan peluru angin yang di lancarkan Madika itu memiliki efek yang sangat kuat. hal itu menciptakan sebuah tekanan angin yang sangat kuat berhembus menghantam semua yang ada di area sekitar-nya.


bukan hanya itu saja, saat ini angin Madika yang sangat kuat itu kini membawa banyak api yang berasal dari naga yang ia ledakan barusan.


__ADS_2