
Kini Natalia menyerang Esi menggunakan kesepuluh petir-nya.
ia mengendalikan petir-nya Dangan sangat lincah.
sementara itu, Esi yang tidak mau kalah-pun kini tampak sedang berpindah-pindah di udara.
dengan memanfaatkan tongkat es-nya ia terus bergerak dengan lincah-nya menghindari semua serangan Natalia. ia pun bahkan masih sempat menepis serangan Natalia menggunakan tongkat es-nya serta menyerang balik Natalia.
Natalia yang melihat serangan balik itu langsung refleks menggerak-kan petir-nya untuk menepis serangan balik itu.
Kedua-nya terus bertarung dengan sengit. terjadi aksi menyerang dan bertahan di antara mereka berdua.
"kenapa kau tidak menggunakan api-mu seperti tadi?" tanya Esi sambil terus bergerak menghindari serangan Natalia.
"sejujur-nya jika aku bisa menggunakan-nya maka akan ku gunakan..... tapi sayang-nya saat ini aku belum terbiasa menggunakan dua elemen dengan teknik yang kuat seperti ini..... jika ku gunakan api-ku sekarang, maka formasi teknik ini akan kacau dan itu tidak akan menguntungkan-ku." jelas Natalia dengan jujur sambil terus mengendalikan petir-nya untuk menyerang.
"begitu ya.... itu arti-nya saat ini aku beruntung.... tidak bisa ku bayangkan bagaimana jadi-nya jika kau benar-benar bisa menguasai kedua elemen-mu dan menggunakan-nya sekaligus!" balas Esi.
Setelah itu Esi langsung merentangkan kedua tangan-nya. seketika di depan Esi muncul delapan pisau es.
ketika pisau itu muncul, Esi pun langsung mengayun tangan kanan-nya. seketika delapan pisau es itu melesat ke arah Natalia.
Melihat pisau itu, Natalia pun dengan cepat menangkis pisau-pisau itu menggunakan empat petir-nya.
dan di saat yang hampir bersamaan Natalia mengerahkan enam petir untuk menahan serangan tongkat es.
"ini benar-benar merepotkan!" batin Natalia. "serangan-nya sangat bervariasi, dan di tambah dengan pergerakan-nya di udara sangat fleksibel membuat diri-nya sulit untuk di targetkan oleh-ku.... ia selalu bisa menghindar dengan cepat dan tanpa ragu."
Di sisi lain, Esi saat ini tampak sedikit lelah.
"ini tak boleh di biarkan terus berlanjut!.... dari tadi aku tak bisa mendekat, bahkan semua serangan-ku juga di blokir oleh-nya..... jika terus seperti ini, aku akan kalah karena kehabisan stamina dan Saga-ku.... sementara dia yang sedari tadi hanya diam di sana tanpa melakukan gerak-kan aktif tentu-nya bisa menyimpan stamina." batin Esi mengeluh.
Setelah itu kini Esi pun langsung melompat ke tanah. ketika mendarat, Esi dengan cepat langsung meletak-kan telapak tangan-nya di atas tanah dengan posisi telapak tangan terbuka.
__ADS_1
lalu satu tangan-nya lagi di letak-kan di depan wajah dengan posisi jari telunjuk dan jari tengah berdiri tegak sementara sisa-nya di turun-kan.
"tidak ada pilihan lain!..... meskipun ini menguras seluruh energi-ku, aku akan bertaruh dengan teknik ini!" batin Esi.
"teknik dominasi es, di aktifkan!" ucap Esi dengan ekspresi serius.
kemudian Esi perlahan memejamkan mata-nya dan mengubah pergerak-kan es-nya sebagai alat untuk melihat segala yang ada di tempat itu.
teknik ini sama seperti yang di lakukan Natalia saat mengendalikan naga api-nya dari jarak jauh.
Setelah itu, Esi pun mulai melakukan serangan.
tampak tanah di sekitar Esi tampak membeku.
lalu tiba-tiba tanah membeku itu mulai menjalar dengan cepat ke arah Natalia.
Natalia yang melihat hal itu langsung menyambar-kan petir-nya ke arah tanah yang membeku itu dengan harapan serangan petir-nya bisa membatalkan pergerakan serangan es Esi.
melihat hal itu, Natalia pun langsung menyerang es itu menggunakan semua petir-nya.
namun hal itu tetap tidak bisa menghentikan serangan Esi.
kini es yang merambat di atas tanah itu langsung mengelilingi perisai naga petir milik Natalia. lalu dari es yang menjalar itu muncul es runcing dalam jumlah yang banyak menusuk perisai naga petir milik Natalia.
"sial!" batin Natalia.
lalu Natalia dengan cepat langsung menyerang es runcing itu menggunakan petir milik-nya.
kini petir Natalia langsung menghantam es runcing itu. namun sayang-nya petir itu tidak bisa menghancurkan es milik Esi hanya dengan satu kali hantaman.
"sial! es-nya kali ini jauh lebih kuat dari sebelum-nya!" batin Natalia yang tampak sedikit kesal.
Lalu Natalia pun dengan cepat langsung menyerang es milik Esi dengan serangan bertubi-tubi. namun hasil-nya Natalia hanya bisa menghancurkan sedikit saja es runcing itu.
__ADS_1
Sementara itu, es runcing milik Esi kini terlihat sedang terus menekan perisai naga petir milik Natalia hingga tampak mulai retak.
"tchi!.... ini lebih merepotkan dari yang ku bayangkan!.... teknik-nya kali ini jauh lebih kuat dari yang sebelum-nya." ucap Natalia dalam hati.
"sebaik-nya kau pasrah saja jika memang tak bisa menghancurkan es-ku.... ini adalah serangan terkuat-ku, jadi tidak akan mungkin es ini lebih lemah dari sebelum-nya." ucap Esi dengan penuh percaya diri sambil membuka mata-nya secara perlahan.
Sementara itu, Natalia kini tampak mulai terdesak. hal itu terlihat dari raut wajah-nya yang tampak mulai gelisah.
"kalau seperti ini terus, bisa-bisa perisai-ku hancur." batin Natalia. lalu Natalia pun dengan tegas menatap ke arah Esi. "sebaik-nya aku langsung menyerang pengguna-nya saja!.... sekali pun dia bisa memblokir petir-ku, tapi setidak-nya serangan-ku harus bisa membuat-nya tidak bisa fokus menyerang perisai-ku!" ucap-nya dalam hati dengan tatapan tajam.
Setelah berpikir seperti itu, kini Natalia pun langsung menggerak-kan tangan-nya.
lalu seketika sepuluh petir milik Natalia langsung merambat dengan cepat di udara.
lesatan petir itu langsung mengarah ke arah Esi.
Esi yang menyadari serangan itu hanya tersenyum tipis.
"jangan remehkan aku Natalia." ucap Esi dengan suara pelan.
setelah berkata seperti itu, kini tampak es mulai menjalar ke arah petir yang melesat. lalu seketika es itu langsung menjulang ke atas dengan bentuk segi empat panjang yang kini menahan petir Natalia.
namun saat petir Natalia menghantam es itu, petir itu kini langsung berbelok arah dan langsung mengincar Esi.
Namun Esi juga tidak mau kalah.
dengan teknik dominasi es milik-nya ia pun mengendalikan es-nya dengan sangat cepat dan mudah.
ia kini membuat banyak es yang menjulang ke atas untuk menghentikan serangan petir Natalia.
tampak kini petir Natalia berusaha mencari cela di balik es-es yang di buat oleh Esi.
petir-petir milik Natalia tampak seperti ular yang sedang berusaha menghindari halangan yang menghalangi jalan mereka.
__ADS_1