
Saat Madika melihat begitu banyak emas di gua itu, Madika pun tampak terkejut sekaligus senang.
ia merasa ini benar-benar sebuah keberuntungan yang tidak biasa.
"jika ku jual pasti aku akan dapat banyak uang!" ucap Madika dengan ekspresi senang sambil mendekati salah satu emas di dinding gua itu.
Gua yang di masuki Madika saat ini berbeda dengan gua yang biasa-nya. hal itu di karenakan di dalam gua ini tidaklah gelap karena ada-nya beberapa batu permata yang memancarkan cahaya kebiru-biruan sehingga tempat itu tidak gelap.
sementara di luar ruangan gua itu, yakni jalan menuju gua itu tampak sangat gelap karena batu permata bercahaya itu hanya ada di dalam ruangan gua yang di penuhi emas.
Di Agrilis, emas pertama kali di anggap berharga sejak dua tahun yang lalu. hal itu di karenakan kemunculan seorang pria yang berhasil menciptakan sebuah alat yang bisa menampung dan menyimpan energi Saga. bukan hanya itu saja, alat yang di buat-nya itu juga memiliki fungsi pemulihan Saga layak-nya para pengguna Saga yang bisa memulihkan energi Saga-nya dengan cara beristirahat.
alat tersebut di buat menggunakan bahan dasar emas, lalu di rangkai sedemikian rupa hingga akhir-nya bisa di gunakan untuk menyimpan serta mengeluarkan Saga.
Namun sayang-nya, identitas dari penemu itu sampai saat ini masih sangat misterius. tak ada satu pun yang mengetahui seperti apa wajah sang penemu itu.
yang jelas-nya, si penemu itu saat ini sudah memiliki banyak cabang perusahaan di seluruh negri para manusia.
perusahaan itu bergerak di bidang teknologi serta pengembangan mesin ciptaan si penemu.
nama perusahaan itu adalah 'Elang Hitam', sementara itu si pemimpin alias pendiri perusahaan sekaligus sang penemu alat penampung saga di juluki 'si jenius Elang Hitam' atau biasa juga di sebut sebagai 'sang Elang Hitam'.
Sejak kejadian dua tahun lalu itu, emas menjadi sebuah perbincangan besar dan menjadi buruan seluruh manusia.
hal itu di karenakan harga emas saat di jual relatif tinggi.
__ADS_1
sejak saat itu, zaman telah berubah, manusia biasa di Agrilis yang sebelum-nya melakukan perjalanan jauh menggunakan kuda dan sebagai-nya kini bisa menggunakan kendaraan khusus tanpa harus memiliki Saga terlebih dahulu karena Saga itu sendiri sudah tersedia di dalam kendaraan tersebut.
kendaraan yang di miliki oleh manusia di Agrilis saat ini berupa sepeda motor yang bentuk-nya mirip seperti motor balap, mobil dengan bentuk yang terlihat menarik dan keren, kereta, kapal laut, dan pesawat yang bentuk sayap-nya terlihat seperti sayap burung yang sedang terbang di langit.
bentuk sayap burung itu hanyalah semacam cahaya yang tercipta dari tenaga pendorong yang di miliki oleh mesin pesawat itu.
Hingga saat ini, sudah sangat banyak teknologi yang tercipta dari alat penampung saga.
kabar-nya semua teknologi-teknologi terbaru itu asal-nya semua dari si jenius Elang Hitam. sehingga saat ini diri-nya di sebut-sebut sebagai orang tercerdas sekaligus yang terkaya di Agrilis. mengapa tidak, bayangkan saja seluruh manusia di Agrilis saat ini sudah memakai teknologi ciptaan-nya, bahkan para raja di seluruh Agrilis pun sudah membuat hubungan kerjasama dengan-nya agar negri yang di pimpin oleh para raja itu juga bisa menikmati teknologi milik Elang Hitam.
Note: kebanyakan orang yang memakai kendaraan adalah mereka yang tidak memiliki energi Saga. sementara orang-orang yang memiliki Saga juga mempunyai kendaraan pribadi yang bisa di gerak-kan menggunakan energi Saga milik si pengguna. contoh-nya kadambaya yang di gunakan Madika.
Karena kebutuhan emas semakin banyak, kini emas menjadi langka dan sulit untuk di temui di Agrilis. hal itu pun tentu-nya membuat harga emas menjadi semakin tinggi jika di jual.
Setelah cukup lama Madika menghayal akan kekayaan berlimpah, tiba-tiba tubuh-nya merinding dan seluruh bulu di badan-nya langsung berdiri tegak.
Tak lama setelah itu akhir-nya terdengar suara yang sangat berat dan penuh tekanan.
suara itu berasal dari bagian yang sedikit lebih jauh lagi ke dalam gua itu.
"SIAPA YANG BERANI MEMASUKI SARANG-KU?!"
Mendengar suara itu, tiba-tiba tubuh Madika mulai gemetar. ia merasa ada sebuah tekanan yang tidak biasa yang terdengar dari suara itu.
belum lagi saat ini ia merasakan ada-nya aura panas yang terus mendekat dan semakin panas dari sebelum-nya.
__ADS_1
"suara apa itu?.... entah mengapa rasa-nya suara itu terdengar sangat menakutkan!" batin Madika sambil menelan air liur-nya dengan kasar.
Tak lama setelah itu, dari bagian terdalam gua itu muncul-lah sosok ular naga dengan dua tanduk melengkung di kepala-nya.
bukan hanya itu, wajah naga itu terlihat sangat sangar di tambah lagi rambut, kumis, sirip bagian belakang, serta ekor-nya tampak di penuhi oleh kobaran api yang terus menyala.
saat naga itu menghembuskan nafas melalui mulut-nya, ia merapatkan gigi atas dan bawah-nya agar isi dalam mulut-nya tak terlihat. namun, saat nafas itu ia hembuskan, tampak ada asap yang keluar melalui sela-sela gigi si naga itu.
Melihat hal itu Madika memastikan bahwa sudah pasti naga itu bisa menyemburkan api dari dalam mulut-nya.
di lihat dari mana pun Madika sudah mengerti bahwa ular naga tersebut memiliki elemen api.
"ma.... maaf, apa aku mengganggu-mu?" tanya Madika dengan terbata-bata karena diri-nya saat ini bisa merasakan niat membunuh yang di miliki oleh naga itu.
"SUDAH JELAS MENGGANGGU!" balas si naga sambil perlahan terbang ke arah Madika.
"ka.... kalau begitu aku akan segera keluar.... maaf mengganggu-mu." ucap Madika yang kemudian membalik-kan tubuh-nya dengan niat ingin pergi dari tempat itu.
"TIDAK SEMUDAH ITU BOCAH!!" ucap si naga yang saat ini tiba-tiba sudah berada di depan Madika karena ia bergerak dengan sangat cepat.
saking cepat-nya sampai-sampai pergerakan-nya itu menghasilkan hembusan angin yang sangat kuat yang membuat Madika terkejut saat merasakan-nya.
"tchi.... bahkan angin saja jadi sepanas ini saat ia lewati!" batin Madika sambil menatap ular naga itu dengan ekspresi waspada. "seperti-nya dia tidak akan membiarkan-ku pergi dari sini!... ternyata jika ingin kaya nyawa harus jadi taruhan terlebih dahulu!"
"apa ada sesuatu yang salah tuan naga?" tanya Madika yang tampak berusaha untuk tenang meskipun dari wajah-nya saat ini bisa terlihat bahwa ia Sadang takut serta waspada terhadap si naga.
__ADS_1
"TENTU SAJA ADA!" jawab naga itu sambil menghembuskan nafas panas dari dalam mulut-nya sehingga nafas panas-nya itu mengenai Madika.