Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Madika Vs Niverom Tingkat Sasio


__ADS_3

Saat ini Madika telah berhasil membunuh tiga Niverom tingkat Sasio itu.


Selain itu, saat ini kemampuan Madika untuk mengendalikan Saga tingkat legendaris milik-nya sudah mencapai batas dan dengan segera Madika langsung menyegel kekuatan-nya itu sebelum menjadi masalah bagi tubuh-nya karena akan sangat merepot-kan apa bila ia terluka oleh kekuatan-nya sendiri dan hal itu bisa saja membuat ia akan kesulitan dalam menghadapi para Niverom yang masih tersisa saat ini.


Kini dua Niverom yang masih tersisa itu ialah Niverom pengguna pedang dan pengguna panah.


Kini si Niverom pengguna pedang langsung mengangkat pedang api di tangan kiri-nya.


Ia kemudian mengumpulkan kekuatan-nya dan seketika itu juga kini di belakang Niverom itu muncul segumpalan raksasa api yang berkobar-kobar bagaikan lautan api.


"Ombak api!!" Teriak si Niverom dengan suara keras sambil mengayun-kan pedang-nya ke arah Madika.


Seketika itu juga lautan api yang sangat besar itu pun langsung bergerak layak-nya ombak besar yang sedang menepi.


Ombak api itu langsung mengarah pada Madika serta monster raja kera bayangan yang ia kendalikan dari dalam.


Madika yang melihat hal itu tentu tidak diam saja, dengan segera Madika langsung mengangkat kedua pedang bayangan milik-nya itu dan setelah itu kini monster kera bayangan raksasa milik-nya juga langsung ikut mengangkat kedua pedang-nya di udara.


Setelah itu Madika pun langsung menebaskan kedua pedang itu secara bersamaan dan di lakukan hingga beberapa kali ayunan.


Seketika itu juga kini bayangan berbentuk bulan sabit raksasa melesat ke arah ombak api itu.


Jumlah serangan tebasan bayangan Madika itu cukup banyak dan saat tebasan bayangan itu menghantam ombak api raksasa itu, seketika terjadilah ledakan yang cukup kuat.


Ledakan tersebut tidak hanya terjadi sekali saja karena saat ini Madika melesatkan tebasan hingga lebih sepuluh kali.


Ledakan yang terjadi secara berturut-turut itu kini membuat ombak api raksasa itu hancur dan tampak api yang bagaikan lautan itu langsung terpisah-pisah akibat ledakan barusan dan hingga akhirnya api itu pun lenyap begitu saja.


Niverom itu cukup terkejut melihat jurus-nya di hancur-kan oleh Madika.


Sementara itu, Niverom yang satu-nya yakni yang mengguna-kan panah kini langsung menghilang-kan panah busur milik-nya.


Lalu ia mengangkat tangan-nya ke atas dan seketika itu juga perlahan terbentuk-lah sebuah busur raksasa yang merupakan perpaduan dari elemen api dan elemen petir milik-nya.


"Rasakan ini!!" Teriak si Niverom pengguna panah itu yang kemudian langsung mengayun-kan tangan-nya ke depan tepat ke arah Madika.


DUAAARRRR!!

__ADS_1


Terjadi ledakan energi sewaktu anak panah raksasa itu di lesat-kan, dan kini anak panah raksasa langsung melesat cepat ke arah Madika.


Udara yang di lalui anak panah itu pun seketika memanas dan meledak bagaikan bom angin yang sangat kuat.


Anak panah yang melesat ke arah Madika itu kini berada dekat dengan Madika, namun dengan segera Madika menahan serangan itu mengguna-kan kedua pedang yang ada di tangan-nya saat ini.


DUAAARRRR!!


Ledakan energi pun terjadi saat anak panah raksasa itu menghantam kedua pedang milik Madika yang Madika gunakan untuk memblokir serangan anak panah raksasa itu.


Namun meski-pun Madika berhasil memblokir serangan tersebut, namun tampak Madika beserta dengan monster raja kera bayangan raksasa yang sedang ia tunggangi saat ini tampak terdorong mundur akibat dorongan dari anak panah itu.


Lalu Madika pun dengan segera menghentak-kan pedang-nya dengan sangat kuat ke arah depan dan seketika itu ledakan terjadi lagi akibat dari hancur-nya anak panah raksasa yang menyerang-nya itu.


"Sial!... Niverom tingkat Sasio ini benar-benar bukan lawan yang benar-benar sepenuh-nya bisa ku imbangi!" Pikir Madika. Lanjut-nya, "Jika seandai-nya aku tak punya berbagai senjata pusaka yang unik, mungkin sekarang aku sudah mati!"


Di sisi lain, kini dua Niverom yang tersisa itu langsung terbang dan saling menghampiri.


Kedua-nya kini berniat untuk menggabungkan kekuatan mereka untuk menghancur-kan Madika dan pertahanan dari monster raja kera bayangan raksasa milik-nya.


"Bocah ini ternyata cukup tangguh juga meski-pun diri-nya sudah tak mengguna-kan kekuatan tingkat Legendaris itu!" Ucap Niverom pengguna panah busur.


"Baik-lah! Ayo lakukan!" Jawab si Niverom pengguna panah menyetujui saran dari si Niverom pengguna pedang.


Setelah mereka berdua sudah setuju untuk menyatu-kan kekuatan mereka, kini mereka berdua pun langsung memulai untuk menyiap-kan jurus tersebut.


Si Niverom pengguna panah busur itu kini kembali membuat busur berelemen petir dan api yang sama seperti sebelum-nya, sementara itu si pengguna pedang itu kini langsung membuat dua ekor ular naga yang sangat kuat.


Ular naga yang satu berelemen petir sementara yang satu-nya lagi berelemen api.


Kedua ular naga itu kini langsung bergerak melilit anak panah raksasa yang sedang di persiapkan oleh si pengguna panah busur tersebut dan setelah melilit-nya dengan kuat, kini kedua naga itu pun langsung menyatu dengan anak panah tersebut dan seketika itu juga ukuran anak panah serta busur panah itu menjadi lebih besar lagi dari sebelum-nya.


Melihat jurus tersebut, kini sesepuh Wilasopu pun langsung terkejut karena ia merasa-kan sesuatu yang buruk dari jurus yang di satu-kan itu.


Ia saat ini merasa bahwa jurus itu sangat kuat, bahkan diri-nya sendiri pun belum tentu bisa menahan jurus yang seperti itu.


Selain itu, melihat jurus yang sangat kuat itu juga kini membuat sesepuh Wilasopu jadi semakin khawatir dengan kondisi wilayah sekte Balumba saat ini.

__ADS_1


Hal itu di karenakan ada-nya kemungkinan bahwa jurus itu bisa mencipta-kan kehancuran yang sangat besar.


"Haduh... Ini seperti-nya akan menjadi bencana bagi sekte Balumba!... Semua tempat di sini bisa-bisa akan hancur akibat jurus mereka!" Pikir Wilasopu.


Sementara itu, si Lompu yang melihat jurus itu kini juga langsung memikir-kan hal yang sama dengan apa yang di pikir-kan oleh sesepuh Wilasopu.


"Ini sudah berakhir!... Kita tidak akan selamat jika di sini terus!" pikir Lompu yang kini berniat untuk kabur.


Namun saat Lompu hendak kabur dari tempat itu, tiba-tiba terjadi hal yang berada di luar dugaan-nya, dan hal itu pun membuat Lompu yang sebelum-nya berniat untuk kabur kini langsung mengurungkan kembali niat-nya.


Hal itu di karena-kan ia saat ini melihat bahwa Madika dan kedua Niverom yang sebelum-nya sedang menyiap-kan jurus-nya itu kini langsung menghilang begitu saja.


"A... Apa yang sedang terjadi?... Di mana mereka?" Pikir Lompu.


Sementara itu, si sesepuh Wilasopu yang sebelum-nya sempat mendengar ucapan Madika kini langsung paham ke mana hilang-nya Madika dan kedua Niverom itu.


"Bocah ini ternyata juga punya jurus domain sama seperti-ku!... Luar biasa! Sungguh pantas menjadi seorang ksatria tingkat legendaris!" Ucap sesepuh Wilasopu dengan ekspresi kagum.


Di sisi lain, kedua Niverom yang saat ini sudah berada di wilayah domain milik Madika kini langsung terlihat terkejut saat mereka menyadari bahwa lokasi mereka berada saat ini sudah berubah.


Saat ini mereka berdua masih dalam keadaan terbang mengguna-kan pedang di bawah kaki mereka sambil terus menyiap-kan jurus terkuat yang mereka gabung-kan itu.


Dengan ekspresi terkejut kini kedua-nya saling bertanya-tanya satu sama lain.


"Te... Tempat apa ini?"


"Kenapa kita bisa berada di sini?"


"Apa jangan-jangan bocah itu menteleportasi-kan kita ke tempat ini?"


"Tidak, kurasa bukan yang seperti itu!" Balas si Niverom yang satu. Lanjut-nya, "Yang ku perkirakan saat ini, mungkin saja bocah itu sedang mengguna-kan jurus wilayah domain pada kita berdua!"


"Ku rasa itu lebih masuk akal!... Karena bocah itu berelemen angin, dan wilayah domain ini juga di penuhi dengan badai angin... Jadi itu memang yang lebih masuk di akal!" Balas Niverom yang satu-nya.


Tak lama setelah kini badai angin itu pun perlahan mulai mereda.


Dan saat sudah reda, tampak Madika saat ini sedang terbang mengguna-kan sayap-nya dan melayang di jarak sekitar seratus lima puluh meter dari tempat kedua Niverom itu berada.

__ADS_1


Kedua Niverom itu tampak.masih menyiap-kan jurus mereka, dan saat mereka melihat Madika yang sudah tak mengguna-kan monster raja kera bayangan raksasa milik-nya sebelum-nya kini membuat kedua Niverom itu langsung memandang remeh pada Madika karena mereka berpikir bahwa Madika sudah kehabisan kekuatan untuk mengguna-kan jurus tersebut.


__ADS_2