
Kini kerbau angin yang berasal dari jurus yang ada pada pedang ganda Madika langsung melesat dan menghantam tubuh si raja semut mengguna-kan kepala-nya.
Hal itu pun membuat si raja semut kini langsung terdorong bersamaan dengan kerbau yang saat ini terus bergerak ke depan.
Setelah sudah cukup jauh, kerbau itu pun langsung menghentak-kan kepala-nya menanduk si raja semut dan kini si raja semut pun langsung terhempas dengan sangat kuat.
Si raja semut kini langsung menghantam tanah, dan seketika itu juga benturan yang sangat kuat itu membuat tanah di sekitar-nya seolah terjadi ledakan dan hal itu pun membuat tempat yang di hantam raja semut itu kini di penuhi oleh kepulan debu.
Sementara itu, kerbau angin yang menyerang si raja semut barusan kini langsung lenyap begitu saja.
Tak lama setelah itu tempat yang penuh debu sebelum-nya kini telah bersih dari kepulan debu itu sehingga kini si raja semut itu kembali terlihat dengan jelas.
~RRRRWWWWAAAAARRRRR!!!~
Sekali lagi si raja semut itu berteriak ke arah Madika dengan penuh amarah.
Madika yang melihat hal itu kini hanya diam.
lalu ia pun menoleh ke arah Askila dan Aurel yang ada di belakang-nya.
"Aurel, jika kau bisa membuat perisai, setidak-nya buat lah perisai untuk perlindungan sementara." ucap Madika memberi saran.
"ba.... baiklah." jawab Aurel yang langsung patuh.
Lalu Aurel pun langsung membuat sebuah perisai angin berbentuk setengah lingkaran untuk menutupi diri-nya dan Askila.
Sementara itu, Askila saat ini tidak bisa membantu karena ia masih harus memulih-kan energi Nosa-nya yang sudah sangat terkuras banyak itu.
Madika yang kini melihat Aurel telah membuat perisai angin untuk berlindung langsung kembali menoleh ke arah raja semut itu.
Setelah itu Madika pun langsung mengguna-kan pusaka ratu semut itu untuk melesat ke arah si raja semut.
__ADS_1
Kini Madika pun bergerak dengan sangat cepat menggunakan kaki semut yang terpasang di punggung-nya.
pergerakan Madika kini semakin lincah.
Sementara itu si raja semut yang melihat Madika berlari ke arah-nya kini langsung menembak-kan tanah runcing yang secara beruntun ke arah Madika.
Tanah runcing itu tampak seolah tidak ada habis-habisnya, ia selalu bermunculan di atas tubuh si raja semut dan kemudian langsung melesat ke arah Madika.
Namun Madika hingga kini serangan dari tanah runcing yang sangat banyak itu masih bisa di hindari oleh Madika.
Madika saat ini tampak sedang bergerak zig-zag untuk menghindari serangan tanah runcing itu, sementara si raja semut terus mengarah-kan serangan-nya itu ke arah Madika. kemana-pun Madika bergerak ia akan memutar tembakan tanah runcing-nya ke arah Madika sehingga tanah runcing yang di tembak-kan oleh raja monster semut itu kini tampak menghantam setiap jalur yang di lewati oleh Madika tanpa mengenai Madika sedikit-pun.
"kecepatan-ku jadi semakin bertambah!..... tidak ku sangka pusaka kaki ratu semut ini bisa bergerak secepat ini!.... apa mungkin karena tubuh-ku jauh lebih ringan dari tubuh si ratu monster itu sehingga pusaka ini jadi lebih cepat di gerak-kan?" batin Madika sambil terus menghindar.
Setelah bosan menghindari serangan dari raja semut itu, kini Madika pun berhenti berlari.
Si raja semut yang melihat Madika berhenti berlari itu kini langsung berlari ke arah Madika sambil terus melancar-kan serangan tanah runcing secara beruntun ke arah Madika.
Serangan raja semut itu pun langsung mendatangi Madika layak-nya peluru yang di tembak-kan berhamburan di udara.
Namun, Madika pun kini memanfaat-kan pusaka kaki ratu semut itu untuk menangkis semua serangan tanah runcing itu dengan cepat.
Setiap kali tanah runcing melesat ke arah Madika, dengan cepat Madika langsung menangkis-nya mengguna-kan pusaka kaki ratu semut itu.
Kini Madika tampak berdiri mengguna-kan kaki-nya sendiri, sementara pusaka kaki semut milik-nya itu kini sedang bergerak dengan sangat cepat untuk menangkis semua serangan tanah runcing itu agar tidak mengenai tubuh-nya.
Alhasil benar-benar tidak ada satu-pun serangan raja monster itu bisa menembus pertahanan pusaka ratu semut milik Madika.
Namun tak butuh waktu lama, kini si raja semut itu sudah berada di hadapan Madika.
raja semut itu benar-benar sangat tinggi sehingga Madika pun harus mendongak ke atas untuk bisa melihat wajah dari raja semut tersebut.
__ADS_1
"halo yang mulia." ucap Madika dengan ekspresi yang tampak sedikit tersenyum.
Sementara itu, si raja monster yang mendengar ucapan Madika itu kini hanya membalas-nya dengan teriakan yang sangat kuat ke arah Madika.
setelah itu si raja monster semut itu pun langsung menyerang Madika mengguna-kan kedua kaki yang ada di bagian depan tubuh-nya.
Serangan pertama yakni pola menusuk lurus ke arah Madika.
Madika yang melihat kaki raja monster semut itu melesat ke arah-nya kini langsung melangkah dengan tenang ke samping untuk menghindari serangan tersebut.
hal itu pun membuat serangan raja monster semut itu kini hanya menghantam tanah dan kaki-nya itu tampak tertancap ke tanah.
Kemudian serangan kedua pun datang lagi menghampiri Madika.
serangan itu memiliki pola menusuk namun sedikit memberi kesan tebasan karena di ayun agak menyamping.
Namun serangan itu masih bisa di hindari oleh Madika dengan cara melangkah mundur ke belakang mengguna-kan pusaka ratu semut di punggung-nya.
Kini si raja semut yang melihat kedua serangan-nya bisa di hindari dengan mudah jadi semakin marah dan emosi.
ia pun langsung menyerang Madika mengguna-kan kedua kaki bagian depan tubuh-nya itu untuk menyerang secara bertubi-tubi.
Serangan bertubi-tubi itu pun langsung di arah-kan pada Madika, namun Madika tampak tetap bisa menghindar dengan santai berkat pusaka ratu semut yang melekat di punggung-nya itu.
"kalau urusan pertarungan jarak dekat sebaik-nya kau tidak boleh meremeh-kan ku!" ucap Madika yang sedikit tersenyum sambil terus menghindari serangan raja monster semut itu dengan lincah.
Sementara itu si raja semut tampak semakin emosi karena tak sekali pun serangan-nya mengenai Madika.
saking emosi-nya, kini si raja semut itu pun langsung mengunci tubuh-nya kuat-kuat hingga tubuh-nya memancar-kan warna merah tua dan kemudian raja monster semut itu pun langsung melompat ke udara.
Ketika Madika melihat monster semut itu melompat ke udara, Madika pun langsung melompat jauh ke belakang dan mencoba menjaga jarak dari tempat pendaratan si raja monster semut itu.
__ADS_1
"seperti-nya dia merencana-kan sesuatu." ucap Madika dalam hati sambil melompat jauh ke belakang.