
Setelah Bunggu menunduk-kan kepala-nya ke arah Madika, Madika pun langsung mempercaya-kan pertarungan kali ini pada Bunggu.
"baik-lah, kalau begitu kau urus kura-kura raksasa ini untuk-ku." ucap Madika dengan enteng-nya.
"tenang saja tuan, aku akan segera menyelesai-kan masalah ini untuk anda." ucap Bunggu dengan patuh.
Sementara itu, saat ini si kura-kura raksasa itu masih terus memancar-kan aura Nosa milik-nya.
sedangkan Bunggu yang saat ini sudah mendapat perintah dari tuan-nya kini langsung menoleh ke arah kura-kura raksasa itu.
lalu dengan ekspresi wajah yang serius Bunggu pun langsung melepas-kan aura dari energi Arta milik-nya.
"sadari-lah posisi-mu mahluk rendahan!" ucap Bunggu dengan tenang namun terdengar sangat berat dan menggema.
Seketika itu juga aura dari energi Arta yang di pancar-kan oleh Bunggu langsung mendorong mundur aura yang di pancar-kan oleh kura-kura raksasa itu.
bahkan kini aura Arta milik Bunggu langsung menghantam wajah kura-kura raksasa itu dan membuat kura-kura raksasa itu tampak bergeming.
bahkan kura-kura raksasa itu kini merasa tertekan oleh aura energi Arta yang di pancar-kan oleh Bunggu.
Seketika kura-kura raksasa yang tadi-nya sedang berdiri kini tak bisa lagi menopang tubuh-nya menggunakan ke empat kaki-nya sehingga kura-kura raksasa itu langsung jatuh tersungkur bahkan kepala-nya terlihat turun seolah sedang menunduk.
lalu kura-kura itu berusaha untuk menatap ke arah Bunggu dan Madika dengan ekspresi yang terlihat sedikit kesal.
sementara itu, Bunggu yang melihat hal itu kini hanya bisa tersenyum tipis seperti orang licik.
"nah, seperti ini jauh lebih bagus.... mahluk seperti-mu lebih cocok menatap-ku dari bawah karena kau tidak setara dengan-ku!" ucap Bunggu dengan tatapan yang penuh intimidasi.
Madika yang melihat hal itu mau tak mau harus terkejut.
hal itu di karenakan kekuatan Bunggu yang ia lihat saat ini sangat-lah luar biasa.
hanya dengan pancaran aura dari energi Arta-nya saja bisa menunduk-kan hewan monster sebesar itu.
hal itu tentu-nya membuat Madika terkejut sekaligus kagum dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
"seperti-nya saat bertarung melawan-ku Bunggu sedang tidak serius dan menganggap-ku hanya sebagai mainan.... untung saja saat itu dia tidak serius." batin Madika saat mengingat kembali pertarungan-nya dengan Bunggu saat mereka berdua baru pertama kali bertemu.
"mahluk rendahan kata-mu?.... yang benar saja!.... hanya karena mendapat-kan kekuatan dari energi Arta bukan berarti aku akan takut pada-mu!" teriak kura-kura raksasa itu sambil berusaha mengangkat kepala-nya.
Perlahan-lahan kura-kura raksasa itu berhasil mengangkat kepala-nya hingga sejajar dengan Bunggu.
Bunggu yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis.
"ohoh.... kau bisa menahan-nya ya." ucap Bunggu dengan santai-nya.
"jangan sombong dulu!.... aku pasti akan mengalahkan-mu!" ucap kura-kura raksasa itu lagi sambil berusaha berdiri dan menghentak-kan kaki-nya.
seketika itu juga kini muncul es runcing yang sangat banyak dengan ukuran yang besar-besar di sekujur tubuh kura-kura raksasa itu.
lalu kura-kura raksasa itu pun langsung mengeluar-kan suara raungan yang sangat kuat.
bahkan hanya dengan raungan-nya itu saja sudah menciptakan sebuah gelombang energi yang sangat kuat yang merambat dan meluas ke segala arah.
gelombang energi itu juga kini menyebab-kan terbentuk-nya ombak besar di permukaan laut.
Bunggu yang melihat es runcing itu melesat ke arah mereka kini hanya diam, dan kemudian Bunggu pun langsung mengayun-kan tangan-nya seperti sedang menebas.
seketika itu juga terciptalah sebuah tebasan api.
namun api milik Bunggu terlihat sangat padat dan tampak seperti lahar panas.
lengkungan api yang seperti lahar itu kini melesat ke arah kura-kura raksasa itu.
Kini lengkungan api itu langsung membesar dan meluas hingga hampir setengah lingkaran luas-nya, dan lengkungan api itu langsung menghantam es runcing dan menghancur-kan semua es runcing yang melesat itu dengan sangat mudah.
Hal itu pun membuat si kura-kura langsung terkejut hingga akhir-nya tak sempat mengguna-kan perisai untuk menahan serangan lengkungan api itu.
Kini lengkungan api itu langsung menghantam kepala si kura-kura raksasa itu hingga tercipta sebuah ledakan yang dahsyat saat lengkungan api itu menghantam wajah si kura-kura.
Ledakan itu kini menghasil-kan gelombang dan tekanan air yang sangat kuat.
__ADS_1
orang biasa pasti sudah terlempar jauh karena dorongan air bertekanan tinggi saat terjadi ledakan barusan.
namun karena di lindungi oleh perisai milik Bunggu, kini Madika tidak terhempas karena ledakan barusan.
Madika kini hanya bisa menatap kejadian barusan dengan ekspresi takjub.
"serangan-nya benar-benar sangat menakut-kan.... ku rasa jika Bunggu ingin menghancur-kan sebuah kerajaan, aku yakin ia bisa setidak-nya membuat 30% kehancuran terhadap sebuah kerajaan besar!" batin Madika.
note: Madika berpikir seperti itu karena ia tahu bahwa pra ksatria yang melindungi sebuah kerajaan jumlah-nya sangat banyak bahkan mereka semua sudah berada di tingkat yang patut untuk di perhitungkan.
Setelah gelombang dari hasil ledakan itu berakhir, kini terlihat wajah kura-kura raksasa itu terluka, dan bentuk-ya terlihat seperti sebuah tebasan.
hal itu pun membuat kura-kura raksasa itu terlihat makin kesal karena tak sempat menahan serangan Bunggu.
"kalau sudah seperti ini, maka akan ku tunjuk-kan pada-mu jurus terkuat-ku!" ucap si kura-kura raksasa itu dengan suara yang menggema.
"hoh..... masih belum menyerah juga ya?" ucap Bunggu menanggapi perkataan si kura-kura raksasa itu.
Sementara itu, si kura-kura raksasa itu kini tidak menanggapi perkataan Bunggu. kura-kura raksasa itu lebih memilih untuk fokus mengaktif-kan jurus-nya ketimbang menanggapi perkataan Bunggu.
"wilayah domain es!" ucap kura-kura raksasa itu dengan suara yang terdengar menggema.
seketika itu juga Madika dan Bunggu pun seolah berpindah tempat.
area di sekeliling mereka sebelum-nya adalah air kini tiba-tiba berubah dan mereka kini berada di sebuah gurun salju yang sangat luas.
mereka berdua bahkan sedang berdiri di atas sebuah danau yang membeku.
"domain es?" ucap Madika dalam hati.
"seperti-nya dia membawa kita ke wilayah domain milik-nya." ucap Bunggu yang saat ini masih terlihat tenang.
"ya, seperti-nya memang begitu, tapi aku sama sekali tak melihat kura-kura itu." ucap Madika sambil mengedar-kan pandangan-nya.
"jika anda mencari sosok kura-kura itu, maka anda tidak akan menemukan-nya karena kura-kura itu sudah berubah ke wujud manusia-nya." ucap Bunggu menanggapi perkataan tuan-nya itu sambil menunjuk ke arah sosok seorang pria tampan yang berada jauh di depan mereka.
__ADS_1