Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kalah?


__ADS_3

Saat ini terlihat Madika dan Sugiono sedang berdiri pada jarak yang cukup jauh.


Sugiono saat ini tampak merasa tertantang dengan kemampuan Madika.


padahal sedari tadi Madika hanya menghindari semua serangan-nya, tapi entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang lebih dari Madika.


"dia pasti menyembunyikan sesuatu.... pergerakan-nya sangat tenang namun juga sangat cepat.... ia bisa menghindari semua serangan-ku dengan sangat baik." batin Sugiono.


"seperti-nya aku mengerti kenapa Natalia bisa kalah melawan-mu." ucap Sugiono sambil menunjuk Madika.


"ohoh.... jadi kau sekarang percaya pada rumor yang beredar itu?" ucap Madika sambil berseringai.


"entahlah.... tapi setidak-nya itu yang di katakan oleh Natalia.... Natalia tidak mungkin bercanda saat mengatakan hal itu.... lagi pula, dari cara-mu menghindari serangan-ku saja aku sudah bisa menebak bahwa sedari tadi kau sudah memperhitungkan setiap gerakan-ku... selain itu, setiap gerakan yang kau lakukan barusan tidak ada gerakan yang sia-sia.... kau melakukan semua-nya dengan teliti sehingga semua-nya berjalan mulus sesuai dengan keinginan-mu." ucap Sugiono menebak.


Mendengar tebakan Sugiono itu, kini Madika terlihat sedikit tertegun. ia tak menyangka kalau Sugiono bisa mengetahui semua yang ia lakukan hanya dengan sekali menilai.


sebelum-nya Madika berpikir bahwa Sugiono hanyalah seorang yang bod0h yang hanya tau bertarung saja. namun pikiran Madika tentang Sugiono kini sedikit berubah.


"seperti-nya aku harus lebih mewaspadai diri-mu sekarang." ucap Madika dengan ekspresi yang tampak serius.


"kalau kau memang mulai waspada hanya karena hal itu, maka sebaik-nya kau harus semakin hati-hati karena sekarang aku akan menyerang-mu dengan lebih serius!" ucap Sugiono.


"ohoh..... lakukan saja sesuka-mu.... aku selalu siap dalam setiap keadaan." balas Madika.


Baru saja selesai berkata seperti itu, tampak Sugiono menciptakan sebuah busur api di tangan kiri-nya.


setelah itu ia menciptakan sebuah anak panah di tangan kanan-nya.


anak panah itu mula-nya berbentuk bor api yang di kelilingi oleh kobaran api.


namun saat bor api itu di letak-kan di tempat untuk memanah, bor api itu mulai memanjang dan membentuk anak panah yang sempurna dengan kobaran api yang menakutkan di sekitar-nya.

__ADS_1


"cobalah menahan serangan ini jika kau bisa!" teriak Sugiono sambil membidik Madika.


Madika yang mendengar perkataan Sugiono kini hanya berseringai menatap Sugiono.


Saat Sugiono menembak-kan anak panah-nya, kini Madika pun sudah bersiap dengan teknik-nya.


Madika tampak menciptakan peluru angin andalan-nya. namun kali ini kemampuan-nya sudah berkembang. hal itu bisa di lihat dari jumlah peluru angin yang ia ciptakan.


sebelum-nya Madika hanya bisa menciptakan peluru angin satu-persatu. namun kini Madika bisa menciptakan tiga peluru angin sekaligus.


Ketika anak panah milik Sugiono sudah berada dekat dengan Madika, Madika langsung menghindari serangan anak panah itu dengan cara memutar tubuh sambil melangkah ke samping. setelah itu ia langsung mengayunkan tangan-nya. seketika peluru angin Madika langsung melesat ke arah Sugiono.


Sugiono yang melihat peluru angin itu kini langsung menghindari ketiga peluru angin itu dengan sangat mudah.


lalu Sugiono pun berseringai licik menatap Madika.


"seperti-nya dia tidak menyadari teknik-ku barusan." ucap Sugiono dalam hati.


namun semua-nya berhasil di hindari oleh Sugiono.


Tak lama setelah itu, kini Sugiono pun berseringai licik menatap Madika.


lalu Sugiono segera meletak-kan tangan kanan-nya di depan wajah-nya dengan posisi jari tunjuk dan jari tengah berdiri tegak sementara tiga jari lain-nya di tekuk.


"terima ini!!" ucap Sugiono sambil mengibaskan tangan-nya itu ke samping.


Kurang dari sedetik Sugiono melakukan gerakan itu, tiba-tiba dari belakang Madika melesat puluhan anak panah api yang berkobar-kobar.


anak panah itu menyerang Madika tanpa Madika sadari.


Kini puluhan anak panah itu menghantam Madika dan lantai di sekitar-nya. saat anak panah itu menghantam objek yang di serang-nya, terjadilah ledak-kan yang mengerikan di tempat target-nya itu.

__ADS_1


Kini ledakan mengerikan itu terjadi tepat di tempat Madika berdiri.


dari ledakan itu tampak api yang sangat besar mengepul hingga ketinggian 50 meter.


Ledakan itu membuat banyak orang terkejut. di tambah lagi dengan tekanan angin panas yang berhembus menghantam para penonton hingga rambut mereka beterbangan seperti sedang melaju menggunakan kendaraan.


"serangan-nya sangat kuat!!" ucap salah satu pengawal pribadi tuan Samon.


"Madika!" teriak Ariel dengan ekspresi yang terlihat panik saat melihat serangan itu mengenai Madika.


"serangan panah api-nya itu kena telak pada Madika.... ini bisa saja akan jadi akhir bagi Madika karena jika di tinjau dari kekuatan Saga, Sugiono jauh lebih unggul di bandingkan Madika." ucap Natalia menilai.


"yang benar saja.... ini di luar dugaan-ku, tidak ku sangka Madika akan kalah semudah ini!" sela Nina yang terlihat sama khawatir-nya dengan Ariel.


Sementara itu, Sugiono yang melihat serangan-nya yang kena telak itu kini berseringai penuh kepuasan. diri-nya kini merasa yakin bahwa Madika pasti sudah kalah.


Setelah itu, kini Sugiono pun memastikan apakah Madika masih hidup atau dia benar-benar sudah di kalahkan oleh diri-nya.


"kepulan asap dari ledakan ini sangat mengganggu.... aku sama sekali tak bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana.... sebaik-nya ku periksa saja menggunakan teknik pendeteksian." ucap Sugiono yang sedang berusaha menahan diri agar tidak segera senang dulu karena diri-nya sendiri juga memahami bahwa perasaan menang sebelum memastikan kemenangan itu adalah hal yang fatal bagi para ksatria saat berhadapan dengan para Niverom dalam pertarungan nyata.


Di sisi lain, saat ini salah satu pengawal pribadi tuan Samon tampak sedikit kecewa pada Madika.


hal itu di karenakan diri-nya sudah melakukan pendeteksian pada arena pertarungan, dan di sana diri-nya hanya menemukan satu Saga yang aktif.


"tuan, seperti-nya bocah itu kalah melawan senior-nya." ucap pengawal pribadi itu. "apa langkah anda selanjut-nya?" tanya-nya.


Sementara itu, tuan Samon yang saat ini tidak bisa merasakan keberadaan Madika juga kini tampak terkejut. diri-nya tidak menyangka Madika akan kalah semudah itu.


"ini benar-benar di luar dugaan-ku.... ternyata dunia memang luas, di atas langit masih ada langit." ucap tuan Samon yang kini terlihat sedang tegang sehingga tidak sempat lagi mengelus janggut kesayangan-nya itu.


Sementara itu, Sugiono yang kini sudah memastikan kekalahan Madika kini langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"hahahaha rupa-nya cuma segini saja?.... kalau seperti itu berarti waktu itu kau hanya beruntung bisa mengalahkan Natalia!" ucap Sugiono yang merasa bangga pada diri-nya sendiri karena telah mengalahkan Madika.


__ADS_2