Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kelas 1 Angin


__ADS_3

Saat ini Madika telah memasuki kelas-nya dan memberi salam kepada semua yang ada di kelas itu.


namun salam itu tidak langsung di jawab karena saat ini mereka semua malah terlihat terkejut melihat kedatangan Madika yang sangat mendadak.


tak lama setelah itu tiba-tiba Ariel langsung berlari ke arah Madika dengan ekspresi senang.


lalu ia langsung memeluk Madika dan menyembunyi-kan wajah-nya di antara dada Madika.


"dari mana saja kau selama ini?.... ku pikir aku tak akan pernah bertemu dengan-mu lagi!" ucap Ariel dengan suara yang terdengar sedikit serak seperti sedang menahan tangis.


Madika yang mendengar pertanyaan Ariel itu kini hanya bisa tersenyum tipis.


ia kemudian mengelus kepala Ariel dengan lembut.


"aku hanya tersesat di hutan saja kok.... tidak ada yang perlu di khawatir-kan." jawab Madika menyembunyi-kan kebenaran yang sesungguh-nya.


"bagaimana aku tidak khawatir kalau kau tersesat bersama kuntilanak menyeramkan itu!" ucap Ariel sambil sedikit menengadah ke atas dan menatap wajah Madika yang jauh lebih tinggi dari-nya.


kini wajah Ariel perlahan memerah, hal itu di karena-kan diri-nya merasa sedikit iri ketika melihat Madika selalu berduaan dengan Natalia, dan hal itu pun membuat diri-nya berharap agar diri-nya juga mendapat-kan kesempatan yang sama dengan Natalia.


namun sayang-nya itu tidak pernah terjadi pada-nya karena Madika selalu memperlakukan-nya seperti teman biasa.


"ehm.... tidak ku sangka kau sampai menyebut-nya kuntilanak.... seperti-nya julukan 'putri sadis pengendali petir api' akan berubah jadi 'kuntilanak mengerikan' hahahaha." ucap Madika sambil tertawa hambar.


Tak lama setelah itu kini teman-teman sekelas Madika sudah berkerumun di sekitar Madika dan langsung menyambut kedatangan Madika.


"syukur-lah kau baik-baik saja." ucap Langaeo sambil menepuk bahu Madika.


"sebelum-nya ku pikir kau sudah di makan oleh monster di hutan, jadi untuk berjaga-jaga selama ini aku sudah menyiap-kan pemakaman untuk-mu jika kau sudah di nyata-kan meninggal." ucap Asenataja sambil berkacak pinggang dan tersenyum usil ke arah Madika.


"dasar teman tak berakhlak." ucap Madika dengan ekspresi datar sambil menatap Asenataja.

__ADS_1


Gurauan Asenataja itu pun membuat teman-teman sekelas Madika langsung tertawa terbahak-bahak.


>SKIP<


Saat ini, jam pelajaran akan segera di mulai. sama seperti sebelum-nya, saat ini Madika dan Ariel duduk bersebelahan di satu meja.


tak lama setelah itu, pak Kulimu pun tiba di kelas.


lalu seluruh siswa di kelas pun langsung memberi salam pada pak Kulimu.


Saat ini pak Kulimu tampak sudah tidak terkejut lagi atas keberadaan Madika di kelas saat ini.


hal itu di karena-kan diri-nya telah mendapat informasi dari kepala akademi bahwa Madika dan Natalia telah kembali setelah lebih dari setahun di nyata-kan menghilang.


"selamat datang kembali Madika.... semoga hari-mu baik-baik saja untuk sekarang dan seterus-nya." ucap pak Kulimu menyambut Madika di kelas.


"terimakasih pak." jawab Madika sambil tersenyum tipis.


"karena Minggu lalu kalian sudah belajar tentang jurus pemanggilan hewan peliharaan dan kalian juga sudah mendapat-kan hewan peliharaan yang kalian ingin-kan, maka sekarang kita akan langsung melakukan latih tanding guna membangun kerjasama antara majikan dan peliharaan dalam menghadapi musuh yang ada di hadapan mereka..... dengan kata lain, latih tanding kali ini akan melibat-kan majikan dan hewan peliharaan." ucap pak Kulimu memberi sedikit penjelasan.


Mendengar penjelasan pak Kulimu, kini Madika pun langsung menoleh ke arah Ariel.


"jadi kalian semua sudah memiliki hewan peliharaan?" tanya Madika memasti-kan.


"uhm.... masing-masing kami di perboleh-kan memilih salah satu hewan peliharaan yang di sedia-kan oleh akademi, namun beberapa dari teman kelas kita sudah memiliki hewan peliharaan yang di berikan oleh keluarga mereka.... contoh-nya ketua kelas, ia mendapat-kan seekor serigala petir yang sangat kuat.... serigala petir itu di beri-kan oleh ayah-nya untuk-nya." ucap Ariel menjelas-kan sedikit situasi yang ada di kelas saat ini.


Sementara itu, Madika yang mendengar hal itu tampak sedikit mengangkat satu alis-nya.


"serigala petir?..... hmm.... menarik." ucap Madika sambil tersenyum tipis.


saat ini Madika sedang berpikir bahwa serigala petir milik Tepaonjo akan cocok jika di perhadap-kan dengan Askila dalam latih tanding ini.

__ADS_1


Sementara itu, kini pak Kulimu pun langsung menoleh ke arah Madika dan bertanya.


"Madika, apa kau sudah tahu tentang jurus pemanggilan serta sudah punya hewan peliharaan atau belum?" tanya pak Kulimu.


"tenang saja pak, aku sudah tahu dan sudah punya hewan peliharaan." jawab Madika.


Mendengar jawaban Madika kini pak Kulimu hanya bisa tersenyum tipis.


"bagus-lah kalau begitu." ucap pak Kulimu.


"seperti yang di harap-kan dari penerus kekuatan tuan Risiwuku, dia pasti tidak akan tertinggal dari teman-temannya." ucap pak Kulimu dalam hati.


tak lama setelah itu, tiba-tiba pak Kulimu merasa seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran-nya.


"hmm.... penerus kekuatan tuan Risiwuku ya.... hmm.... penerus tuan Risiwuku.... peneru...." seketika ucapan pak Kulimu dalam hati-nya itu langsung terhenti dan seketika itu juga wajah pak Kulimu langsung terlihat suram.


"hei Madika, cepat kemari! ada satu hal lagi yang harus ku tanya-kan pada-mu secara pribadi!" ucap pak Kulimu menyuruh Madika untuk maju ke depan dan berbicara dengan-nya.


Madika yang mendengar ucapan pak Kulimu kini hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian langsung berdiri dan berjalan mendekati pak Kulimu.


sementara itu, seluruh siswa di kelas itu tampak kebingungan ketika pak Kulimu menyuruh Madika maju ke depan.


Setelah Madika berada di dekat pak Kulimu, kini pak Kulimu pun langsung mendekat-kan wajah-nya pada Madika.


"hei jangan bilang hewan peliharaan yang kau maksud itu adalah naga kuno legendaris.... mahluk itu tak boleh asal di tunjuk-kan karena itu bisa saja membongkar identitas-mu yang sebenar-nya." ucap pak Kulimu dengan suara pelan membisik-kan pada Madika.


"tenang saja pak, naga kuno legendaris itu memang peliharaan-ku, tapi aku juga punya satu hewan peliharaan yang lain, jadi anda tidak perlu khawatir-kan identitas-ku." jawab Madika dengan santai-nya sambil berbisik.


Mendengar ucapan Madika, kini pak Kulimu pun langsung menghela nafas lega.


"baiklah, kalau begitu kita akan segera ke arena latihan sekarang juga." ucap pak Kulimu.

__ADS_1


"baiklah, semua-nya bersiap-lah untuk latih tanding kali ini.... sekarang kita langsung saja ke arena latihan untuk segera memulai latih tanding kali ini." ucap pak Kulimu mengajak semua murid kelas-nya untuk segera menuju ke arena dan bersiap untuk latih tanding.


__ADS_2