Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Ksatria Dan Niverom


__ADS_3

Saat ini di luar gua tepat-nya di tempat para ksatria yang sedang bertarung tampak situasi buruk sedang terjadi.


tempat itu tampak sangat kacau dan hancur. banyak tanah yang terbelah dua serta kawah-kawah yang masih menyala-nyala di sekitaran mereka.


pepohonan banyak yang hancur dan terbakar.


Sementara itu tampak di pihak para ksatria ada dua orang ksatria tingkat tinggi yang sedang terluka parah dan kedua-nya di temani oleh seorang ksatria yang juga setingkat dengan kedua-nya.


Di sisi lain, tepat de depan mereka tampak berdiri dua orang ksatria profesional serta ksatria tingkat elit yang siap untuk menghadapi para Niverom yang sedang berhadapan dengan mereka.


Tak lama setelah itu, si ksatria tingkat elit itu langsung maju dengan sangat cepat ke arah dua Niverom tingkat Aono.


lalu si ksatria tingkat elit itu langsung menyerang menggunakan Sambaran halilintar yang sangat kuat ke arah dua Niverom itu. namun serangan itu berhasil di hindari oleh mereka berdua.


Setelah itu ksatria tingkat elit itu langsung menoleh ke arah dua ksatria tingkat profesional.


"kalian berdua bisa urus tiga Niverom Alima itu?!" tanya ksatria tingkat elit dengan cepat.


"bisa!" ucap mereka berdua yang kemudian langsung melesat ke arah tiga Niverom tingkat Alima


Sementara itu, dua ksatria tingkat tinggi yang masih bisa bertarung kini ikut dalam pertempuran.


mereka berdua langsung melesat ke arah tiga Niverom tingkat Tolongu yang tersisa setelah pertarungan sebelum-nya.


Saat ini para ksatria itu mulai bertarung secara terpencar dan membagi tugas dalam pertarungan itu.


Sementara itu, ksatria tingkat elit yang saat ini berhadapan dengan dua Niverom tingkat Aono tampak kesulitan.


ia tampak sangat kerepotan dengan kombinasi dua Niverom itu. terlebih lagi semua Niverom bisa menggunakan dua elemen yakni api dan petir.


Karena merasa sangat kerepotan, ksatria tingkat elit itu pun memilih untuk menggunakan jurus yang jangkauan-nya luas.

__ADS_1


ia kemudian mengangkat tangan kanan-nya di udara, dan seketika munculah ribuan pedang halilintar yang tampak sedang melayang-layang di atas kepala-nya.


setelah itu ia mengayunkan tangan-nya ke arah para Niverom itu, dan seketika ribuan pedang itu langsung melesat cepat ke arah para Niverom.


Dua Niverom tingkat Aono yang melihat ribuan pedang itu langsung terkejut.


kedua-nya pun dengan refleks membentuk sebuah perisai api di depan mereka untuk melindungi diri dari serangan itu.


serangan itu pun menghasilkan sebuah ledakan yang sangat dahsyat sehingga kobaran api bermunculan di seluruh area itu.


bukan hanya itu saja, serangan itu kini membuat tanah menjadi hancur dan membentuk kawah yang besar.


karena serangan itu sangat kuat, kini perisai api milik Niverom itu tampak mulai retak karena terkena hantaman bertubi-tubi dari pedang halilintar.


sementara itu serangan pedang halilintar masih saja belum berhenti karena si ksatria tingkat elit masih terus mengaktifkan jurus-nya itu.


Di sisi lain, dua ksatria tingkat profesional serta tiga Niverom tingkat Alima langsung terkejut ketika mendengar suara ledakan yang sangat kuat dan bahkan menggetarkan tanah.


suara ledakan itu sangat mengerikan sampai-sampai membuat mereka sempat terhenti.


mereka semua terhenti sesaat karena mendengar serta melihat kepulan asap mengerikan di tempat pertarungan para tingkat elit.


"padahal masih tingkat elit tapi pertarungan-nya sudah sangat mengerikan seperti ini.... kira-kira bagaimana jika orang-orang yang berada di tingkat mutlak yang bertarung satu sama lain?" ucap salah satu ksatria tingkat tinggi itu.


Sementara itu, di tempat para ksatria tingkat profesional tampak salah satu dari ksatria tingkat profesional itu terlihat sedang khawatir.


"bahaya.... jika dia terus menggunakan teknik itu berulang-ulang, bisa-bisa Saga-nya habis lebih dulu dan dia pasti akan kalah!" ucap salah satu ksatria tingkat profesional itu sambil melihat ke tempat ksatria tingkat elit yang sedang bertarung.


"jangan mengabaikan-ku!" ucap salah satu Niverom tingkat Alima sambil melesat ke arah dua ksatria tingkat profesional itu.


kemudian Niverom itu mengangkat tangan-nya serta memunculkan tombak petir-nya di udara. lalu ia dengan cepat melemparkan tombak itu kepada ksatria tingkat profesional itu.

__ADS_1


Saat kedua ksatria tingkat profesional itu melihat tombak yang melesat ke arah mereka, mereka pun langsung melompat ke belakang.


lalu tombak yang melesat itu pun langsung menghantam tanah serta menghasilkan ledakan di sertai percikan api dan petir di udara.


Asap yang sangat pekat kini menutupi area yang di hantam oleh tombak itu, dan kini salah satu Niverom itu mendarat tepat di area hantaman tombak-nya.


saat ini tombak petir-nya milik Niverom itu sudah tak ada lagi di tempat hantaman-nya. hal itu di karenakan tombak itu meledak saat menghantam tanah itu.


Tak lama setelah itu dua Niverom lain-nya datang menghampiri salah satu Niverom itu.


"jangan terlalu sembrono! kita tak tahu kemampuan lawan kita yang sebenar-nya!.... ingat, tingkatan energi seseorang bukanlah ukuran sebenar-nya dalam pertarungan nyata... bisa saja kemampuan bertarung-nya lebih besar dari tingkat Saga-nya!" ucap salah satu Niverom tingkat Tolongu yang baru datang itu.


"iya-iya.... aku tahu!" balas Niverom yang menyerang itu dengan ekspresi yang tampak sedikit kesal.


Sementara itu, di tempat pertarungan dua ksatria tingkat tinggi saat ini tampak area di sekitaran mereka terbakar oleh api.


sementara mereka berdua sedang berdiri saling membelakangi dan di kelilingi oleh api.


"sial!.... mereka benar-benar menyebalkan! padahal mereka itu hanya setara tingkat atas!" ucap salah satu ksatria tingkat tinggi.


"meskipun begitu, tapi kenyataan bahwa mereka lebih kuat dari kita itu tak bisa di bantah-kan!" balas teman-nya yang berdiri membelakangi-nya.


"mereka itu hanya menang elemen saja! jika saja mereka tak punya dua elemen sudah jelas kita yang menang!" bantah-nya dengan kesal.


"ya kau memang benar sih." balas teman-nya itu.


Tak lama setelah itu, salah satu Niverom tingkat Tolongu itu menyerang menggunakan lima pedang api yang melesat cepat ke arah mereka berdua.


saat melihat pedang itu, salah satu dari mereka langsung menggunakan perisai angin untuk melindungi mereka berdua dari serangan pedang api.


di saat yang bersamaan teman-nya kini langsung menyerang Niverom itu menggunakan es runcing yang menjulang tinggi ke atas tepat di arah Niverom itu.

__ADS_1


Baru saja es runcing itu di lancarkan, tiba-tiba tampak sebuah serangan petir yang di lancarkan oleh salah satu teman Niverom itu langsung menghancurkan serangan es milik ksatria itu.


"sial@n!" ucap-nya dengan ekspresi kesal.


__ADS_2