
Saat ini para ketua klan angin serta beberapa petinggi dari klan itu langsung pergi ke klan petir untuk melihat situasi di tempat itu.
Setelah cukup lama di perjalanan, mereka pun akhir-nya tiba di wilayah klan petir dan melihat bahwa pemukiman klan petir saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Hal itu di tandai dengan asap hitam tebal sedang bergerak naik dari area pemukiman.
"Ayo lihat lebih dekat lagi!" Ucap ketua klan angin itu dan langsung di angguk-ki oleh para petinggi yang ikut bersama-nya.
Lalu mereka pun langsung melesat ke tempat klan petir.
Begitu tiba di dekat pintu gerbang, mereka melihat tak ada satu pun yang berjaga di gerbang itu, lalu mereka pun langsung melompat ke atas tembok yang ada di gerbang itu untuk melihat situasi di dalam gerbang.
Begitu mereka semua berdiri di atas tembok itu, kini mereka melihat sebuah pemandangan yang cukup mengerikan karena kini hampir seluruh pemukiman telah habis terbakar.
Tak ada satu pun tanda-tanda kehidupan di tempat itu.
"I... Ini benar-benar tak di sangka!" Ucap ketua klan angin itu.
"Siapa sebenar-nya yang telah melakukan hal ini?"
"Tuan, bagaimana kalau kita jelajahi sedikit lebih dalam pemukiman ini... Siapa tahu kita menemukan suatu petunjuk." Ucap salah satu petinggi memberi saran.
"Uhmm... Kau benar! Untuk sekarang sebaik-nya kita coba pergi ke sana terlebih dahulu." Balas si ketua sambil menatap ke arah depan.
"Siap tuan." Jawab petinggi itu dengan patuh.
Saat ini, Ketua klan angin beserta para petingginya itu mulai terbang di udara mengguna-kan pedang yang bisa mereka kendali-kan di udara.
Mereka mulai terbang dan terus memantau dari ketinggian.
__ADS_1
Hingga akhir-nya mereka bertemu dengan dua ketua klan lain-nya serta para petinggi mereka masing-masing.
"Rupa-nya kalian juga ada di sini." Ujar ketua angin yang bernama Guson itu.
"Uhm.... Kami tiba di sini sedikit lebih cepat dari-mu... Akan tetapi kami sama sekali tak menemukan siapa-siapa lagi di sini kecuali mayat para pasukan petir yang sudah berserakan dimana-mana." Balas ketua klan es dengan ekspresi datar.
"Kami juga bahkan tak menemukan tanda-tanda ada-nya masyarakat sipil yang tak memiliki kekuatan di sini... Namun bisa di pasti-kan mereka semua sedang berada di suatu tempat karena tak ada jasad para masyarakat tanpa kekuatan di sini." Sanggah si ketua klan api.
"Uhm... Begitu ya... Ini benar-benar membingungkan, Siapa sebenar-nya pelaku dari kejadian ini?" Balas ketua klan angin.
"Siapa pun pelaku-nya... Ku harap ia bukan orang yang ingin membantai semua klan yang ada saat ini." Sanggah ketua klan api.
"Kau benar!" Timpal ketua es. "Jika orang itu menarget-kan klan kita, maka ada kemungkinan kita juga akan bernasib sama dengan klan petir saat ini."
******
Gua itu Madika temukan saat melakukan perjalanan ke klan petir sebelum-nya.
Di gua itu Madika tampak sedang bersemedi untuk memulih-kan energi Saga-nya.
Ia melakukan hal itu karena setelah membantai klan petir ia ingin pergi ke sekte Balumba untuk merebut kembali tongkat kaisar rotan api milik-nya yang telah di rebut oleh orang-orang dari sekte tersebut.
"Aku harus segera memulih-kan kekuatan-ku... Sangat gegabah jika aku pergi menyerang dalam keadaan kekuatan yang susah tidak maksimal karena baru habis bertarung." Ucap Madika dalam hati.
Energi Anton sebelum-nya memang tidak terlalu banyak terkuras, kira-kira dalam pertarungan itu ia hanya menghabis-kan kurang dari 30% energi Saga milik-nya, dan kini ia sedang mencoba memulih-kan kembali energi Saga-nya agar kembali ke keadaan 100% seperti sebelum ia menyerang klan petir.
******
__ADS_1
Saat ini, di sebuah ruang kosong yang sangat luas di salah satu bangunan besar sekte Balumba tampak seorang pria tua sedang berusaha menyatu-kan tongkat kaisar rotan api milik Madika.
Pria tua itu adalah ketua sekte sebelum-nya. Namun saat ini ia sudah pensiun menjadi ketua sekte dan diri-nya kini di angkat sebagai sesepuh di sekte tersebut.
Meskipun kakek tua ini memiliki tubuh kurus dan terlihat seperti orang yang lemah, namun jangan salah!... Karena hanya dengan satu jentik-kan jari saja ia bisa membuat seseorang di tingkat master ke bawah bisa terhempas dengan sangat mudah.
Pria tua itu adalah seorang pengguna Saga tipe angin, sama seperti Madika.
Namun untuk tingkatan si kakek itu saat ini berada di tingkat Epic level 71.
Ia belum lama ini menyelesai-kan sebuah ujian kenaikan level di usia-nya yang sudah sangat tua itu, yakni di usia seratus tahun lebih.
Setiap Ksatria Saga tingkat Epic memiliki sebuah ujian alami untuk bisa naik level.
Namun ujian itu hanya terjadi ketika si ksatria Saga itu hendak Menerobos level puluhan.
Contoh-nya si kakek tua dari sekte Balumba ini. Sebelum-nya ia berada di level 70, jadi, untuk bisa naik ke level 71, ia pun mengalami sebuah ujian yang secara sederhana-nya di sebut ujian naik level.
Ujian ini terjadi di alam bawah sadar si pengguna Saga tersebut, dan ujian itu berupa pertarungan melawan diri sendiri yang sudah berada di level yang satu tingkat lebih tinggi dari level si pengguna.
Sebelum naik level ke level 71, kakek ini sudah bertarung dan mengalah-kan diri-nya sendiri di alam bawah sadar-nya. Meski-pun berhasil menang, namun kakek tua ini mengalami cukup banyak luka dalam akibat pertarungan itu, karena di alam bawah sadar itu ia melakukan pertarungan mengguna-kan tubuh jiwa, dan saat jiwa itu kembali ke raga asli-nya dalam keadaan terluka, maka tubuh yang asli akan mendapati diri-nya mengalami luka dalam.
"Uhuk-uhuk!" Kakek tua itu terbatuk-batuk di tengah-tengah proses penyatuan tongkat kaisar rotan api. Bisa di lihat dari batuk kakek tua itu ada darah yang keluar dari mulut-nya. Ia lalu menyeka bibir-nya untuk menyingkir-kan sisa-sisa darah itu dari bibir-nya.
"Sial!... Keadaan tubuh-ku saat ini benar-benar sudah tidak memingki-kan lagi!... Sekarang aku benar-benar jadi sangat ragu bisa menerobos level 81 di kemudian hari!" Ucap kakek tua itu sembari terus mencoba menyatu-kan tongkat kaisar rotan api itu.
Ini-lah alasan mengapa hingga saat ini banyak orang yang sama sekali tak bisa melewati tingkat Epic dan naik hingga tingkat legendaris. Hal itu karena usia serta ujian yang selalu datang secara alami tanpa kita inginkan.
__ADS_1
Yang paling parah-nya lagi adalah ujian akhir. Di kata-kan di ujian itu seorang pengguna Saga akan berhadapan dengan sosok diri-nya sendiri yang sudah berada di tingkat legendaris.