Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Terbongkarnya Kejahatan Karu


__ADS_3

Saat ini, Madika yang telah menunjuk-kan lencana emas yang merupa-kan simbol seorang wakil raja kini tampak langsung di segani oleh para penduduk kota Kayau.


Seluruh penduduk kini hanya bisa menunduk-kan kepala di hadapan Madika yang masih terbang melayang di udara.


Sementara itu, Karu yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi kini tampak makin panik.


Hingga akhir-nya kini Madika pun mulai buka suara.


"hari ini aku datang untuk menyampai-kan pesan tertulis dari raja Andreas Taunaroso." ucap Madika sambil mengeluar-kan sebuah gulungan surat dari raja Andreas yakni ayah-nya Natalia.


Kota Kayau saat ini adalah kota yang berada di wilayah kerajaan Sumba, yakni kerajaan yang yang di pimpin oleh ayah Natalia yang bernama Andreas Taunaroso.


Kota ini sudah cukup lama di percaya-kan kepada keluarga Nemosu untuk mengurus-nya dan menjadi-kan kota ini sebagai wilayah-nya.


Namun, kini Madika datang ke kota ini dan di tangan Madika kini terdapat sebuah surat yang berisi-kan sebuah keputusan dari raja Andreas mengenai kepemimpinan yang di jalankan oleh keluarga Nemosu di kota ini.


"berdasar-kan isi surat dari raja, di sini di nyata-kan bahwa keluarga Nemosu yang telah memimpin kota ini cukup lama kini telah membelot dari kebijakan raja Andreas, mereka bahkan sudah banyak melakukan aksi kejahatan dengan memanfaat-kan kekuasaan yang mereka miliki saat ini..... mulai dari perdagangan manusia, penyebaran senjata-senjata ilegal, penindasan terhadap orang-orang lemah, dan mereka juga membiar-kan para bandit berkeliaran bahkan mereka malah mempekerja-kan bandit untuk melakukan pekerjaan kotor untuk mereka." ucap Madika yang terus membaca isi surat tersebut.


Saat ini Madika masih belum selesai membaca, isi surat itu cukup panjang dan di dalam surat itu benar-benar semua masalah internal yang ada di kota Kayau di bahas tuntas dan terperinci.


Hingga akhir-nya kini semua tuduhan palsu yang di buat oleh Karu untuk memfitnah Tago, Liga, dan para rekan-nya kini malah berbalik arah dan menyerang Karu.


Karu pun kini hanya bisa menganga dengan ekspresi kesal di wajah-nya.


kekesalan-nya tak lagi bisa ia tahan, ia kini mulai melakukan tindakan pembelaan diri dari segala tuduhan yang ada di dalam surat itu.


"isi surat itu pasti palsu!!.... semua-nya pasti palsu!! aku tidak melakukan hal seperti itu!!" teriak Karu dengan ekspresi wajah penuh emosi.


"surat ini di tulis langsung oleh raja Andreas, beliau bahkan sudah melakukan berbagai cara untuk mencari tahu, bahkan beliau juga sudah pernah mengirim orang ke tempat-mu.... namun pada akhir-nya beberapa orang yang di kirim itu berakhir naas karena kau menyiksa mereka dengan cara menguliti mereka hidup-hidup." ucap Madika sambil menatap Karu dengan tatapan dingin namun memiliki aura yang mengintimidasi.


Mendengar ucapan Madika itu, sontak semua orang di tempat itu semakin terkejut karena Karu ternyata benar-benar sudah rusak sampai ke akar-akarnya.

__ADS_1


"menjijikkan sekali!"


"dia benar-benar tak punya hati!"


"sial!!! kenapa aku percaya pada-nya sebelum-nya?!"


"benar-benar tidak manusiawi!!"


"lebih baik kau mati saja!!"


"dasar pemimpin yang tidak becus!!"


Berbagai ungkapan kekesalan dan kekecewaan masyarakat kini terdengar.


kegaduhan mulai terjadi lagi di tempat itu, kini seluruh masyarakat terus menghujani Karu dengan kata-kata pedas dan terus mencela perbuatan yang tidak manusiawi yang Karu perbuat selama ini.


Sementara itu, Karu yang kini terus di hina oleh para masyarakat itu pun langsung marah besar.


"sial@n!!!" teriak Karu.


Melihat Karu yang berteriak seperti itu, kini Madika pun hanya menggeleng-kan kepala-nya, lalu ia mulai mengeluar-kan satu gulungan lagi.


"bersamaan dengan surat barusan, tuan Andreas juga telah mengirim-kan sebuah surat kuasa serta surat perintah untuk-ku." ucap Madika sambil membuka gulungan surat itu dan langsung mengarahkan-nya ke arah Karu yang masih menatap diri-nya dengan kesal.


"surat kuasa ini di berikan pada-ku, dan berdasar-kan perintah dari surat ini, aku di berikan hak untuk melakukan eksekusi mati di depan umum hari ini juga, dan yang akan di eksekusi mati adalah, Karu serta semua orang yang telah ikut serta dalam tindak kejahatan yang di perbuat-nya." ucap Madika dengan ekspresi dingin namun terkesan menakut-kan.


Mendengar hal itu, seketika wajah Karu langsung berubah.


ia tampak sedikit syok mendengar-nya, namun karena kini diri-nya sendiri sudah ketahuan melakukan semua itu, kini Karu pun langsung berhenti mengunakan topeng penuh kebohongan-nya itu.


"muahahahaha!!"

__ADS_1


Karu pun kini mulai tertawa menggelegar, ia kini sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi selanjut-nya, toh semua sudah terbongkar, jadi tak perlu lagi berpura-pura baik di depan semua orang.


"kau benar!... aku memang melakukan-nya.... lantas kenapa hah?!.... apa kau berpikir hanya dengan menjadi perwakilan raja kau bisa mengendalikan diri-ku hah?!" teriak Karu dengan tatapan tajam ke arah Madika.


Madika hanya diam saja, ia tampak tidak peduli dengan ocehan yang di keluarkan oleh Karu.


"hanya dengan kemampuan tingkat Elite mu itu kau pikir kau bisa melawan ku hah?!!..... hahahaha jangan mimpi kau sial@n!!" bentak Karu dengan penuh emosi.


"hahahaha.... jadi kau mengira aku tak akan bisa menghabisi mu ya?" ucap Madika yang kini menatap Karu dengan ekspresi meremeh-kan.


Sementara itu, Karu yang melihat tatapan Madika yang tampak sedang merendah-kan diri-nya kini membuat ia semakin emosi terhadap Madika.


"sialan kau!!.... tidak akan ku biar-kan kau hidup di dunia ini!" teriak Karu yang kini langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan hingga akhir-nya terbentuk seekor macan petir raksasa yang tampak memiliki sayap.


Macan petir itu terbang di udara tepat di atas kepala Karu.


"terima ini!!" teriak Karu dengan penuh emosi sambil melesat-kan serangan itu.


Kini macan petir raksasa itu berlari di udara dan langsung menerjang Madika yang cukup jauh di depan-nya.


Madika yang melihat hal itu kini langsung tersenyum licik menatap ke arah jurus macan petir Karu itu.


"Domain Badai Kehancuran!" ucap Madika dengan suara yang terdengar oleh semua orang yang ada di tempat itu.


Seketika Madika dan seluruh orang yang memiliki hubungan kerjasama atas kejahatan yang di lakukan oleh Karu kini lenyap seketika seolah di telan oleh bumi.


Hal itu pun membuat jurus macan petir Karu yang melesat ke arah Madika sebelum-nya tampak terus bergerak lurus hingga akhir-nya menghilang begitu saja bagaikan abu yang di tiup oleh angin.


Hal itu di karena-kan Madika telah membawa Karu masuk dalam wilayah domain milik-nya, akan tetapi ia masih membiarkan jurus Karu itu berada di luar domain sehingga tanpa harus menghindar pun kini jurus Karu pasti tidak akan mengenai diri-nya.


"di.... dia pakai domain-nya yang kemarin." ucap Emi dengan ekspresi terkejut saat melihat Madika tiba-tiba lenyap bersama dengan Karu dan para bawahan Karu lain-nya.

__ADS_1


__ADS_2