
Saat ini tuan Samon tampak takjub pada jurus Madika. bahkan diri-nya terlihat seolah tidak ingin berpaling dari Madika yang sedang menyiapkan jurus-nya itu.
ia bahkan tidak peduli dengan Freon yang saat ini sedang menyiapkan jurus yang kuat dengan ukuran yang bahkan lebih besar dari peluru angin milik Madika, namun justru peluru angin Madika yang tampak kecil itu malah lebih berhasil menarik perhatian tuan Samon.
hal itu pun membuat kepala akademi langsung bertanya-tanya dalam hati-nya.
hingga akhir-nya Natalia pun menanyakan maksud dari perkataan kakek-nya barusan.
"apa ada yang spesial dari jurus yang di gunakan oleh Madika itu?" tanya Natalia.
"tentu saja ada.... yang spesial dari jurus itu bukan-lah peluru angin-nya, melainkan teknik penyatuan yang ia gunakan!" ucap tuan Samon menjawab.
"tapi bukan kah jurus-nya tampak biasa saja?.... yang berbeda hanyalah kecepatan penyatuan-nya saja, tidak ada yang istimewa dari itu." ucap kepala akademi memberi pendapat.
"jika kau berkata seperti itu, berarti pengetahuan-mu tentang dunia ksatria Saga masih kurang." ujar tuan Samon dengan nada menegur.
Mendengar teguran dari tuan Samon, kini kepala akademi pun melai berpikir dan mencari tahu apa yang sebenar-nya yang istimewa dari jurus Madika itu.
belum saja kepala akademi menemukan jawaban-nya, kini tuan Samon pun mulai menjelaskan tentang jurus tersebut.
"jurus penyatuan yang ia lakukan itu adalah jurus yang sulit untuk di pelajari, aku bahkan pernah mencoba jurus penyatuan yang sama dengan Madika, namun hasil-nya hanya kegagalan yang selalu ku dapatkan." ucap tuan Samon. lanjut-nya, "akan tetapi Madika berhasil menggunakan jurus penyatuan ini dengan baik.... coba perhatikan pola penyatuan serta apa yang mengalir di sekitar peluru angin yang di satukan itu!" ucap tuan Samon memberi petunjuk pada kepala akademi dan Natalia.
Lalu Natalia dan kepala akademi pun kini mulai meneliti jurus penyatuan yang di lakukan oleh Madika.
tak lama setelah itu tiba-tiba kepala akademi pun tampak terkejut.
__ADS_1
hal itu di karenakan diri-nya melihat bahwa saat Madika menyatukan peluru angin milik-nya, tampak dari kedua tangan Madika mengalir energi Saga dan melilit peluru angin yang sedang dalam proses penyatuan itu.
energi Saga yang mengalir seimbang dari tangan Madika itu tampak sangat transparan sampai-sampai hampir tak terlihat, apalagi jika di lihat dari jarak yang jauh.
"itu kan?!" ucap kepala akademi yang tampak terkejut sambil menoleh ke arah tuan Samon.
"hmm...." gumam tuan Samon sambil mengangguk dan mengelus janggut-nya menanggapi reaksi kepala akademi.
"teknik itu, kalau tidak salah, Saga yang mengelilingi peluru angin itu di fungsikan untuk meningkatkan kekuatan dari peluru angin yang di satukan!" ucap kepala akademi.
"ya benar..... teknik penyatuan berfungsi untuk memperkuat serangan dari jurus yang di miliki, sementara itu, Saga yang di alirkan itu juga memberikan tambahan kekuatan.... dengan kata lain, serangan yang sudah di perkuat dengan teknik penyatuan, di perkuat lagi dengan aliran Saga yang melingkar pada jurus yang sudah di perkuat itu!" jelas tuan Samon.
Tak lama setelah itu, kini jurus terkuat milik Freon telah selesai di siapkan, dan begitu pula dengan Madika.
Kini terlihat di atas Freon tampak lingkaran angin dengan sebuah tombak raksasa yang muncul dari dalam lingkaran angin itu.
Di sisi lain, saat ini jurus peluru angin yang sudah di satukan oleh Madika kini sudah siap. peluru angin yang ia perkuat itu tidak begitu besar, ukuran-nya kira-kira hanya sebesar dua kepalan tangan saja, namun aura yang ia pancarkan jauh lebih kuat dari yang di pancarkan oleh tombak angin milik Freon.
bahkan tampak sisa-sisa angin terlihat berhembus di sekitar peluru angin itu layak-nya lidah-lidah api yang sedang berkobar-kobar.
Freon yang melihat jurus peluru angin milik Madika yang sangat minim itu kini tampak tengah tersenyum tipis meremehkan jurus yang di gunakan oleh Madika.
"apa dia meremehkan tombak angin-ku hah?" batin Freon bertanya-tanya.
Lalu setelah itu Freon pun langsung menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan, setelah itu ia mulai menggerak-kan tangan-nya ke depan dengan posisi jari tunjuk dan jari tengah tegak lurus sedangkan jari lain-nya di tekuk.
__ADS_1
Seketika gerakan itu di lakukan, kini tombak angin milik freon langsung bergerak melesat ke arah Madika.
Saat tombak angin itu mulai bergerak, di ujung runcing mata tombak itu tampak terjadi sebuah tumbuk-kan energi udara yang menghasilkan gelombang angin melingkar yang bergerak meluas.
tumbuk-kan energi yang terjadi di udara itu tampak terjadi secara berulang sebanyak 5 kali, dan setiap kali tumbuk-kan energi terjadi, maka semakin cepat pula lesatan dari tombak angin itu.
Madika yang melihat tombak angin raksasa itu melesat cepat ke arah-nya kini langsung menggerak-kan tangan kanan-nya dengan santai.
lalu ia mendorong peluru angin-nya yang hanya sebesar dua kepalan tangan orang dewasa itu ke arah serangan tombak angin milik Freon.
Kepala akademi yang melihat kedua jurus yang kuat itu telah di lepaskan, kini ia pun langsung memerintahkan para guru yang bertugas untuk segera membuat perisai yang kuat agar efek dari serangan itu tidak berimbas kepada siswa-siswi yang sedang menonton.
Baru saja perisai itu selesai di buat, kini tombak angin raksasa dan peluru angin Madika langsung bertumbuh di udara.
kedua-nya saling berhantaman dan menghasilkan ledakan energi yang sangat kuat sampai-sampai tercipta gelombang angin yang sangat menekan dan bisa menghempaskan seorang manusia biasa jika terkena gelombang angin itu.
Melihat kedua jurus itu saling beradu, para penonton pun tampak makin tegang dan penasaran siapa yang akan memenangkan pertarungan kali ini.
Di sisi lain, banyak siswa yang khawatir jika Freon akan di kalahkan.
hal itu di karenakan selama ini Freon telah mendapat pengakuan dari banyak siswa bahwa diri-nya memiliki potensi untuk menggantikan posisi ketua OSIS saat ini.
bahkan ketua OSIS saat ini pun sempat mengatakan bahwa Freon memang memiliki kemungkinan untuk berkembang dan melampaui si ketua OSIS itu.
"Freon memiliki harga diri yang sangat besar, ia pasti tidak akan menyerah melawan siapa pun di akademi ini sampai diri-nya benar-benar di kalahkan hingga tidak berdaya." ucap kepala akademi.
__ADS_1
"meskipun Freon memiliki semangat yang begitu kuat, namun berdasarkan pandangan-ku, tombak Freon itu tidak akan lama lagi akan hancur karena serangan peluru angin Madika." ucap tuan Samon menanggapi perkataan kepala akademi.
Baru saja tuan Samon berkata seperti itu, kini tampak tombak angin milik Freon pun perlahan terdorong mundur dan mulai menunjuk-kan tanda-tanda keretakan.