Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kembali


__ADS_3

Saat ini Madika tampak sudah hampir mencapai batasan-nya.


pandangan Madika mulai semakin memburuk dan kepala-nya terasa semakin kesakitan serta terasa berat.


"sebelum aku kehilangan kesadaran sebaik-nya aku segera menyelesai-kan para Niverom yang masih tersisa." ucap Madika dalam hati.


setelah itu, Madika yang saat ini masih berada di pelukan Natalia kini langsung mengangkat tangan kanan-nya, setelah itu ia pun langsung menjentik-kan jari-nya.


seketika itu juga para Niverom yang saat ini terbaring lemah tak berdaya di atas tanah kini langsung meledak begitu saja karena sebelum-nya Madika sudah menanam-kan beberapa peluru angin di tubuh para Niverom itu.


Mendengar ledakan yang terjadi secara tiba-tiba itu, kini Natalia dan yang lain-nya langsung menoleh ke arah ledakan itu terjadi.


"mereka semua...." ucap salah satu siswa menggantung-kan perkataan-nya.


"meledak?...." sambung siswa lain-nya.


Sementara itu, Natalia, Nina, dan Lili yang melihat hal itu kini terlihat tidak terkejut karena mereka sudah tahu persis tentang hal itu.


"mungkin sebelum-nya Madika membiar-kan peluru angin di tubuh mereka dan ingin meledakan-nya dalam keadaan mepet." ujar Natalia mengira-ngira.


"ku serah-kan sisa-nya pada kalian." ucap Madika yang kemudian langsung pingsan begitu saja.


>SKIP<


Keesokan hari-nya.


Saat ini tampak di sebuah kamar yang begitu rapi dan bersih terlihat sosok madika yang sedang terbaring di atas sebuah ranjang yang terlihat cukup mewah.


Beberapa saat kemudian, Madika pun tampak mulai sadar-kan diri.


ia perlahan menggerak-kan jari tangan-nya dan kemudian ia perlahan membuka mata-nya.


Saat mata-nya terbuka, ia pun mulai melihat sekeliling-nya.


tempat ini cukup familiar bagi-nya karena selama ia menjadi seorang pengawal pribadi Natalia ia sering tidur di kamar ini.


kamar ini adalah salah satu kamar yang ada di kediaman Natalia, bisa di bilang itu memang kamar Madika.


Kemudian Madika pun bangun dan duduk di atas ranjang-nya itu.


ia merasa tubuh-nya masih sulit untuk di gerak-kan secara aktif.

__ADS_1


bahkan dada-nya pun tiba-tiba terasa sedikit sakit saat ia mencoba untuk berdiri.


hal itu pun membuat Madika terpaksa tetap duduk dulu untuk sementara waktu sambil menenang-kan diri.


"seperti-nya aku benar-benar terlalu berlebihan mengguna-kan kekuatan-ku kemarin." batin Madika.


Setelah beberapa saat Madika duduk, kini tampak pintu kamar Madika di buka dari luar, dan saat pintu itu terbuka, terlihat Natalia yang sedang berjalan masuk ke kamar dan menghampiri Madika.


Natalia yang melihat Madika sudah bangun dari tidur-nya kini langsung bergegas menghampiri Madika sambil tersenyum.


"akhir-nya kau sadar juga.... apa masih ada bagian tubuh-mu yang terasa sakit?" tanya Natalia yang kemudian duduk di samping Madika.


"ehm.... aku hanya merasa dada-ku sedikit sakit jika bergerak secara berlebihan." jawab Madika dengan jujur.


Natalia menyentuh menggenggam tangan Madika dan menatap-nya lekat.


"sebaik-nya kau istirahat saja dulu.... jangan terlalu memaksa-kan diri." ucap Natalia.


lanjut-nya, "berhubung kau sudah bangun biar ku panggil-kan pelayan-ku untuk membawa makanan untuk-mu."


Natalia kemudian berdiri dan hendak berjalan keluar dari kamar.


namun Madika langsung menarik tangan Natalia.


Natalia yang saat ini membelakangi Madika langsung menoleh ke arah Madika.


"sudah dua hari kau tidak sadar-kan diri...." Natalia sejenak menghenti-kan perkataan-nya dan wajah-nya terlihat sendu. "aku jadi khawatir saat kau tidak kunjung sadar.... karena itu aku sangat senang saat kau sudah sadar-kan diri sekarang." ucap-nya dengan tulus.


Madika pun hanya bisa tersenyum ramah menatap Natalia.


"terima kasih sudah menghawatir-kan ku." ucap Madika.


Natalia tidak menanggapi ucapan Madika itu, ia bingung, apa yang harus ia kata-kan pada Madika.


namun mendengar kata-kata Madika barusan malah membuat Natalia teringat dengan ucapan Madika saat datang menyelamat-kan diri-nya.


saat itu Madika seolah menyata-kan bahwa Natalia adalah kekasih-nya dan orang yang berharga bagi-nya.


hal itu pun terlintas di pikiran Natalia dan membuat wajah Natalia langsung memerah.


Natalia segera memalingkan wajah-nya dari pandangan Madika.

__ADS_1


"aku mau mengambil makanan dulu." ucap Natalia tanpa menatap Madika lagi.


Lalu Natalia pun langsung beranjak dari tempat ia berdiri.


Setelah beberapa saat kemudian, Natalia kembali dan membawa makanan yang sudah di siap-kan oleh pelayan yang ada di rumah-nya.


Lalu Natalia pun langsung duduk di samping Madika.


"biar ku suapi diri-mu." ucap Natalia sambil memegang sendok yang berisi-kan bubur.


"karena kau masih sakit jadi sebaik-nya kau makan makanan yang mudah di telan dan mudah di cerna." ucap Natalia lagi sambil menyodor-kan bubur yang ia sendok saat ini.


"hah.... terserah kau saja." jawab Madika sambil menghela nafas.


Setelah itu Madika pun makan dengan lahap.


sementara itu, Natalia kini hanya bisa tersenyum melihat Madika, namun, di dalam pikiran Natalia saat ini sedang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab-kan.


Sampai saat ini Natalia masih terus terpikir-kan tentang kekuatan yang di gunakan oleh Madika saat melawan para Niverom c@bul saat itu.


ia yakin kekuatan Madika saat itu mungkin berada di tingkat yang lebih dari tingkat Elite, atau mungkin bisa saja ada sebuah cara meningkat-kan kekuatan namun memiliki resiko besar pada pengguna-nya.


Natalia terus bertanya-tanya dalam hati, dan tidak bisa di pungkiri, ia kini benar-benar merasa penasaran dengan latar belakang Madika.


siapa sebenar-nya Madika? dari mana ia bisa mempelajari jurus-jurus yang sangat kuat itu?


Meski-pun pikiran Natalia sedang di penuhi oleh banyak pertanyaan, namun di sisi lain ia benar-benar merasa bersyukur karana saat itu Madika menyelamat-kan mereka, bahkan melihat pengorbanan Madika itu kini membuat perasaan Natalia pada Madika jadi semakin bertumbuh.


tanpa sadar Natalia kini perlahan mulai jatuh hati pada Madika.


"terima kasih." ucap Natalia tiba-tiba dan tanpa sadar.


"terima kasih untuk apa?" tanya Madika yang kemudian memakan bubur yang di suapi Natalia pada-nya.


Natalia yang mendengar balasan dari Madika kini langsung tersadar.


sejenak ia pun langsung berhenti menyuapi madika.


"aku berterima kasih karena kau sudah menyelamat-kan ku saat itu." ucap Natalia.


Madika hanya tersenyum mendengar ucapan Natalia.

__ADS_1


lalu Madika mengangkat tangan kiri-nya dan kemudian mengusap kepala Natalia dengan lembut.


"tidak perlu sungkan, lagi pula aku ini kan pengawal pribadi-mu, jadi itu sudah menjadi salah satu tugas-ku untuk melindungi-mu." jawab Madika sambil tersenyum.


__ADS_2