Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Berhadapan Dengan Serigala Petir


__ADS_3

Saat ini di hadapan Madika, Natalia, dan Bunggu tampak ada begitu banyak monster serigala petir yang sedang menatap mereka bertiga dengan penuh intimidasi.


di sisi lain, Madika dan Natalia yang saat ini sedang berada di dalam perisai tampak diam saja.


"Bunggu, perisai angin ini sudah ku buat secara khusus untuk mencegah Natalia mengetahui tingkatan-mu yang sebenar-nya.... jadi sekarang kau boleh gunakan kekuatan-mu yang sebenar-nya untuk melawan serigala petir itu, tapi ingat, jangan mengguna-kan jurus yang terlalu mencolok agar Natalia tidak mencurigai-mu!" ucap Madika memberi perintah pada Bunggu melalui perantara energi milik-nya.


"baik tuan, aku akan melakukan-nya sesuai dengan apa yang anda perintah-kan." jawab Bunggu dengan patuh.


Setelah itu Bunggu pun langsung berjalan ke depan Madika dan Natalia.


di sisi lain, Natalia yang melihat Bunggu yang saat ini maju seorang diri tampak sedikit ragu.


"apa dia bisa melawan serigala petir itu sendirian?" ucap Natalia dengan ekspresi ragu.


"tenang saja, aku menyuruh-nya bertarung dengan serigala petir itu karena aku tahu kalau dia pasti bisa mengalah-kan serigala itu." ucap Madika sambil tersenyum ramah pada Natalia.


Sementara itu, Bunggu yang saat ini berhadapan dengan serigala petir itu kini hanya diam sambil menatap serigala itu dengan tatapan tajam mengintimidasi.


di sisi lain, si serigala yang jumlah-nya sangat banyak itu kini terlihat waspada namun bersikeras untuk tetap melawan.


serigala itu terus menunjuk-kan taring-nya di hadapan Bunggu.


Tak lama setelah itu Bunggu pun langsung melepas-kan penyamaran tingkatan-nya.


seketika aura Saga tingkat legendaris langsung menerjang ke arah ratusan serigala petir itu.


Seketika seluruh serigala petir itu langsung diam dan ketakutan.


mereka tampak langsung menunduk saat Bunggu menunjuk-kan aura Saga tingkat legendaris milik-nya.


"hemm.... ternyata kau cukup paham dengan posisi-mu ya..... hahahaha mahluk rendahan seperti-mu memang sepatut-nya tunduk di hadapan-ku!.... hahahaha." ucap Bunggu sambil tertawa mengejek.

__ADS_1


Sementara itu, Natalia yang saat ini tidak tahu apa-apa tentang tingkatan asli yang di miliki oleh Bunggu kini hanya bisa terkejut dengan ekspresi tidak percaya karena diri-nya tidak menyangka bahwa Bunggu bisa membuat serigala petir itu tunduk di hadapan-nya.


"siapa sebenar-nya orang itu?" ucap Natalia bertanya-tanya.


"entah-lah." jawab Madika singkat namun tampak seperti mengarti-kan sesuatu.


Setelah itu, kini Bunggu yang bisa merasa-kan tingkatan dari serigala itu kini langsung terlihat mempertimbang-kan sesuatu.


"hm.... saat ini aku adalah satu-satunya peliharaan tuan Madika, bagaimana jika tuan Madika menambah satu peliharaan lagi.... lagi pula jika di lihat-lihat serigala ini seperti-nya pernah ku temui sebelum-nya, kalau tidak salah dia adalah salah satu serigala terkuat di hutan ini.... beberapa tahun yang lalu sejak terakhir kali aku menyusuri tempat ini aku sempat bertemu dengan-nya dan bertarung dengan-nya.... namun sayang-nya dia kabur ketakutan saat melawan-ku." batin Bunggu sambil mengingat kembali tentang serigala petir itu.


Beberapa tahun yang lalu, saat Bunggu sedang bosan dan ingin mencari kesenangan, ia sempat datang ke tempat ini karena ia sempat mendengar rumor tentang hewan monster yang sangat kuat di tempat ini.


ia mendengar rumor itu dari beberapa hewan monster yang ia temui di dekat gua yang ia jaga selama ini.


karena bosan selalu berada di gua, akhir-nya Bunggu pun memutus-kan untuk menyembunyi-kan gua yang ia jaga itu dengan cara menyegel-nya di sebuah ruang hampa agar tak ada yang bisa menemukan gua itu.


setelah itu Bunggu pun datang ke hutan ini untuk mencari hewan monster penguasa wilayah ini.


ia hanya bertemu dengan beberapa hewan monster yang lemah, dan salah satu dari hewan monster yang lemah di mata Bunggu adalah serigala petir yang saat ini ia temui bersama Madika dan Natalia.


Bunggu sempat bertarung dengan serigala petir itu.


ia sedikit bermain-main dengan si serigala petir yang tampak berusaha tidak gentar di hadapan-nya.


namun, saat semua jurus yang di keluar-kan oleh serigala petir itu bisa di atasi oleh Bunggu dengan mudah, kini serigala petir itu pun mulai gentar di hadapan Bunggu.


hingga akhir-nya Bunggu pun langsung menjentik-kan jari-nya. seketika serigala petir itu langsung tertekan oleh aura dari energi Nosa tingkat legendaris.


tekanan dari aura energi itu membuat serigala petir langsung tertunduk dan tak bisa bergerak ke mana-mana.


namun karena saat itu target Bunggu adalah si penguasa wilayah, akhir-nya Bunggu pun melepas-kan serigala itu begitu saja.

__ADS_1


"tidak ku sangka ternyata kau adalah serigala yang waktu itu." ucap Bunggu saat menyadari kembali kejadian saat diri-nya bertarung dengan serigala petir itu.


Setelah berkata seperti itu dalam hati-nya, kini Bunggu pun langsung berbicara dengan Madika melalui perantara energi milik-nya.


"tuan, bagaimana jika anda mengambil serigala ini dan menjadikan-nya sebagai hewan peliharaan." ucap Bunggu memberi saran pada Madika.


"serigala ini?" tanya Madika memasti-kan sambil pasang ekspresi kurang yakin.


"iya tuan." jawab Bunggu singkat.


"tapi aku sudah punya satu hewan peliharaan, jika aku menambah jumlah hewan peliharaan bisa-bisa dalam sehari aku harus mengeluar-kan banyak Saga untuk mempertahan-kan kontrak dengan hewan peliharaan..... itu rasa-nya agak sulit." ucap Madika menjelas-kan situasi yang ia pikir-kan.


Untuk melaku-kan kontrak dengan hewan peliharaan, maka seseorang harus membuat hewan monster yang akan di jadi-kan peliharaan itu setuju untuk menjadi hewan peliharaan.


setelah itu, baru-lah bisa membuat kontrak dengan hewan monster itu agar hewan monster itu akan selalu setia sampai mati kepada tuan-nya.


Kontrak hewan peliharaan bertujuan untuk menunduk-kan hewan peliharaan dengan ancaman kematian.


ketika hewan peliharaan itu mengkhianati tuan-nya, maka secara otomatis jantung hewan peliharaan itu langsung meledak dan hewan peliharaan itu pun akan mati dengan sendiri-nya.


dengan kata lain, hewan peliharaan akan di paksa untuk menjadi patuh terhadap tuan-nya dan tidak akan berani mengkhianati tuan-nya.


Sementara itu, saat Bunggu mendengar alasan Madika tentang mempertahan-kan segel itu.


kini Bunggu pun kembali membujuk Madika.


"tenang saja tuan, apa salah-nya kehilangan beberapa energi.... lagi pula dengan beberapa Saga itu kau bisa mendapat jaminan perlindungan yang jauh lebih mumpuni dari Saga anda yang terbuang setiap hari-nya." ucap Bunggu menjelas-kan dengan niat membujuk Madika.


Mendengar penjelasan itu, Madika pun tampak berpikir.


tak lama setelah itu Madika pun membuat keputusan untuk menerima tawaran dari Bunggu.

__ADS_1


"baik-lah, mari kita coba dapat-kan hewan ini!" ucap Madika yang tampak sedikit bersemangat.


__ADS_2