Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pergi Ke Istana Kekaisaran


__ADS_3

Saat ini Madika dan Ariel sedang makan bekal yang di siapkan oleh Ariel.


beberapa saat kemudian tampak Natalia, Nina, dan Lili datang ke atas gedung tempat Madika dan Ariel yang sedang makan.


"kalian bawa bekal sendiri ya..." ucap Nina sambil mendekati Madika dan Ariel.


Nina langsung duduk di samping Ariel dan langsung mencicipi bekal yang ada di tangan Ariel.


Ariel sempat ingin menghentikan Nina, namun sia-sia jika harus menahan-nya karena kini makanan itu sudah masuk ke mulut Nina.


"ehm... asin sekali!" ucap Nina dengan wajah yang terlihat sangat kusut karena menahan asin-nya makanan yang di cicipi-nya itu.


Ariel yang mendengar ucapan blak-blakan dari Nina kini tampak ciut.


"benar-benar parah!" batin Ariel.


"benarkah?" ucap Lili yang kemudian mendekati Ariel dan mencicipi makan yang di buat Ariel.


Melihat tangan Lili yang kini meraih makanan itu membuat tubuh Ariel terasa gemetar dan diri-nya merasa agak malu dengan situasi-nya saat ini.


sementara itu, Natalia kini juga ikut mencicipi makanan itu. ia mengambil sendok di tangan Madika dan langsung menyendok makanan itu dan memakan-nya.


Saat makanan itu masuk ke mulut Natalia, tiba-tiba mata Natalia langsung melotot seolah sedang terkejut, dan tanpa mengunyah makanan itu Natalia pun langsung menelan-nya begitu saja.


Melihat reaksi Natalia itu kini membuat Ariel makin ciut dan tidak percaya diri.


Di sisi lain, Lili saat ini justru terlihat tidak pasang ekspresi yang aneh.


ia mengunyah makanan itu dengan santai seolah makan itu terasa biasa-biasa saja.


"menurut-ku rasa-nya cukup enak." ucap Lili dengan santai-nya.


Mendengar ucapan Lili itu, seketika mereka semua yang ada di situ langsung memelototi Lili dengan ekspresi bingung dan tidak percaya.


"ada yang salah dari mulut gadis itu!... mulut-nya pasti bermasalah!" pikir Madika dengan ekspresi yang terlihat jelek.


Kini Natalia langsung berjalan mendekati Lili dan menepuk bahu Lili dengan pelan sambil tersenyum manis namun kesan-nya terlihat mencekam.


"Lili, aku tahu kau punya masalah dengan lidah-mu, jadi ku harap kau tidak perlu memberi pendapat tentang makanan ini." ucap Natalia.

__ADS_1


"hei Riel, apa kau yang memasak ini?" tanya Nina blak-blakan.


"bukan dia yang memasak-nya.... aku yang memasak ini, aku kebetulan membuat banyak jadi ku buatkan juga untuk-nya." ucap Madika yang langsung menjawab pertanyaan Nina.


"hemp!!.... pantas saja!.... laki-laki memang tidak bisa di andalkan dalam urusan makanan." ucap Nina sambil buang muka dari Madika.


Sementara itu, Ariel kini hanya bisa menatap Madika dengan ekspresi yang tampak merasa bersalah.


namun Madika malah membalas tatapan Ariel dengan senyuman-nya yang tampak ramah.


"aku tidak suka terlalu banyak basa-basi." ucap Natalia secara tiba-tiba. "Madika, kakek menyuruh-ku untuk segera membawa-mu ke istana kekaisaran hari ini." ucap Natalia sambil menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada.


"tapi bukan kah tuan Samon menyuruhku datang besok?" tanya Madika memastikan.


"iya itu yang di katakan-nya sebelum-nya, tapi sekarang dia berubah pikiran lagi sampai-sampai menyuruh-ku untuk membawa-mu ke istana." ucap Natalia dengan nada bosan.


Mendengar penjelasan Natalia, Madika pun mulai bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi sampai-sampai tuan Samon memanggil-nya hari ini.


"apa terjadi masalah?.... apa aku pernah melakukan kesalahan?" batin Madika bertanya-tanya.


"jika kau sudah selesai makan temui aku di halaman depan." ucap Natalia yang kemudian langsung beranjak dari tempat itu tanpa menunggu jawaban dari Madika.


"hei!... tunggu dulu!.... bagaimana dengan pelajaran selanjut-nya?.... jam akademi belum selesai." ucap Madika berusaha meminta penjelasan.


Madika yang melihat Natalia yang pergi begitu saja kini hanya bisa menghela nafas dengan ekspresi malas.


"ya ampun." batin Madika.


>SKIP<


Saat ini di atas langit istana kekaisaran Balengga tampak sebuah pesawat pribadi sedang melesat ke arah gedung istana kekaisaran.


pesawat itu kini berada di dekat gedung dan kini ia mencoba untuk mendarat di salah satu puncak dari gedung istana kekaisaran itu.


tampak di atas gedung kekaisaran tersedia sebuah tempat pendaratan khusus untuk pesawat pribadi itu.


kini pesawat pun mendarat di tempat itu.


"kita sudah sampai di istana nona." ucap si pilot yang mengendalikan pesawat itu sambil menggunakan alat untuk berbicara pada Natalia yang ada di ruang belakang dari si pilot.

__ADS_1


Sementara itu, Natalia dan Madika yang saat ini berada di ruangan yang sama kini langsung keluar dari pesawat itu.


tampak pintu pesawat terbuka dengan sendiri-nya, dan sebuah tangga kini muncul dari pesawat itu.


mereka pun kini langsung turun dari pesawat.


Saat Madika melihat tempat itu, Madika sedikit tertegun.


ia melihat pemandangan yang sangat bagus di tempat itu.


di atas gedung istana ini ternyata masih memiliki gedung-gedung lain-nya yang berjejer.


susunan bangunan-nya yang begitu rapi dan sangat indah membuat otak Madika serasa segar saat melihat-nya.


"ayo ikut aku." ucap Natalia sambil berjalan mendahului Madika.


Madika pun kini mengikuti Natalia sambil melihat-lihat sekeliling-nya.


mereka kini berjalan di taman yang sangat indah yang ada di atas gedung itu.


kupu-kupu beterbangan di sekitar bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman.


warna-warni bunga menambah keindahan taman, dan di tambah dengan sebuah air mancur yang cukup besar di tengah-tengah taman menambah kesejukan tempat itu.


burung-burung tampak beterbangan mengelilingi air mancur dan kemudian hinggap di salah satu pohon yang ada di taman itu.


Madika tampak kagum dengan keindahan tempat itu.


"ternyata di atas gedung istana ini ada taman yang sangat indah." batin Madika.


Setelah melewati taman itu, kini mereka memasuki sebuah bangunan yang ada di sekitar tempat itu.


di dalam bangunan itu tampak ada beberapa pegawai yang sedang berjalan, dan ada pula beberapa ksatria yang sedang berjaga.


Saat Natalia dan Madika lewat di hadapan mereka, maka seketika itu pula mereka langsung memberi hormat pada Natalia dengan cara menunduk-kan kepala di hadapan Natalia.


Setelah cukup lama berjalan kini mereka tiba di sebuah ruangan khusus tamu.


di sana Madika di perintahkan oleh Natalia untuk menunggu.

__ADS_1


lalu Madika pun harus menunggu di tempat itu sambil melihat-lihat sekeliling-nya, hingga akhir-nya kini Madika di panggil ke ruangan lain karena tuan Samon ingin bicara empat mata dengan Madika.


kini seorang pelayang datang dan menuntun Madika untuk menemui tuan Samon di ruangan-nya.


__ADS_2