Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Nono vs Silo


__ADS_3

Saat ini, Nono dan Silo telah berada di atas arena pertarungan.


[peserta yang akan bertarung kali ini adalah Nono dari kelas 2 es tingkat atas level 18, melawan Silo dari kelas 3 es tingkat atas level 24.... baiklah tanpa banyak basa-basi lagi, pertarungan di mulai!!] ucap si pemimpin pertandingan dengan penuh semangat dan akhir-nya memulai pertarungan.


Mendengar pemimpin pertandingan yang menyatakan pertarungan di mulai, kini Silo pun langsung mengambil tindakan untuk segera menyerang.


Silo dengan cepat membuat sebuah belati es di kedua tangan-nya.


lalu ia melesat dengan cepat ke arah Nono sambil melemparkan satu belati di tangan kiri-nya itu ke arah Nono.


Saat belati itu melesat ke arah Nono, belati itu tiba-tiba bertambah banyak hingga jumlah-nya menjadi sepuluh.


Nono yang melihat serangan belati itu, kini langsung menghindari-nya dengan cepat sambil menciptakan pedang es untuk maju dan menyerang balik.


namun belum sempat Nono maju, kini Silo sudah berada tepat di hadapan Nono sambil mengayunkan belati-nya ke arah leher Nono.


Saat Silo mengayunkan belati-nya itu ke leher Nono, belati milik Silo tiba-tiba memanjang dan membesar. seketika belati itu pun menjadi sebuah pedang.


Nono yang melihat perubahan belati menjadi pedang itu kini tampak terkejut dan langsung mengayun pedang-nya untuk memblokir serangan belati Silo.


Kini pedang Nono pun langsung memblokir pedang Silo yang hampir mengenai leher-nya.


pedang mereka saling berhantaman dan menciptakan gelombang energi di sekitar-nya.


Saat serangan pedang Silo berhasil terblokir, Silo pun dengan cepat menggerak-kan tangan kiri-nya seolah sedang menarik sesuatu untuk mendekat, dan ternyata Silo sedang menggerak-kan sepuluh belati yang sebelum-nya di lemparkan-nya menggunakan tangan kiri.


Sepuluh belati itu kini melesat cepat ke arah Nono dan akan menusuk tubuh Nono dari belakang.

__ADS_1


Nono yang menyadari hal itu langsung menghentak-kan pedang-nya sehingga menghasilkan gelombang udara yang kuat pada pedang-nya serta membuat pedang Silo terhempas.


lalu dengan cepat Nono melompat untuk menghindari serangan belati itu.


belati-belati itu melesat dengan cepat.


namun dengan gesit Nono melompat sambil berputar di udara untuk menghindari serangan belati itu.


Tidak cukup sampai di situ, Silo yang melihat ada kesempatan untuk terus menyerang kini dengan segera melancarkan serangan berikut-nya.


ia dengan cepat menggunakan jurus tebasan es yang menghasilkan lengkungan es.


ia menyerang secara bertubi-tubi.


Nono kini berusaha untuk terus menghindar.


sesekali ia menebas lengkungan es milik Silo ketika sudah tak bisa menghindar.


Silo yang melihat hal itu kini dengan cepat menarik sepuluh belati-nya dan tiba-tiba sepuluh belati itu kembali menyatu.


ia kemudian melemparkan kembali sepuluh belati itu ke arah Nono yang sedang berusaha mendekat.


Kini belati itu kembali berubah jadi sepuluh, bahkan bukan hanya belati, kini Silo juga melemparkan pedang-nya. seketika itu pedang-nya juga berubah menjadi sepuluh.


Meskipun jumlah serangan yang bertambah banyak itu menyerang Nono, namun Nono tetap bergerak maju. ia melompat dan menghindar sambil melakukan salto dan beberapa gerakan yang lincah.


semua orang yang melihat hal itu tampak sedikit terkejut. hal itu di karenakan selama ini Nono tidak pernah melakukan pertarungan yang seperti ini.

__ADS_1


pertarungan yang selalu Nono tunjuk-kan adalah pertarungan di mana diri-nya akan selalu menang dengan mudah tanpa harus banyak bergerak seperti saat ini.


"ini pertama kali-nya Nono bertarung dengan cara seperti ini." ucap kepala akademi.


"apa maksud-mu?" tanya tuan Samon yang tampak penasaran dengan arah perkataan kepala akademi.


Lalu kepala akademi pun menoleh ke arah tuan Samon dan mulai menjelaskan. "berdasarkan apa yang kulihat selama ini, di setiap latih tanding, Nono selalu menang dengan cepat dan mudah." ucap-nya. "apa anda masih ingat di pertarungan pertama?.... saat itu Nono menggunakan jurus misterius-nya dan membuat orang yang terkena jurus itu jadi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menerima serangan-nya begitu saja tanpa ada perlawanan apa-apa." ucap kepala akademi menjelaskan dengan serius.


"hmm...." tuan Samon bergumam sambil mengingat kejadian yang di maksud oleh kepala akademi. "kau ada benar-nya juga, kenapa dia tak menggunakan jurus misterius-nya itu? apa jangan-jangan ada syarat tertentu yang harus di penuhi terlebih dahulu untuk mengaktifkan jurus-nya? atau mungkin lawan-nya saat ini tidak bisa termakan oleh jurus misterius-nya itu?" ucap tuan Samon bertanya-tanya.


"kami juga tidak tahu dengan pasti, hanya saja selama ini dia memang selalu bertarung dengan cara itu, dan saat di tanyakan tentang jurus misterius-nya itu, ia selalu menolak menjawab dan berkata bahwa itu adalah jurus rahasia dari keluarga mereka." balas kepala akademi dengan ekspresi yang juga tampak bingung dan masih bertanya-tanya akan misteri dari jurus milik Nono.


"entah apa pun jurus rahasia yang di miliki-nya, namun di depan kekuatan yang lebih besar dia pasti tidak akan bisa berbuat apa-apa.... lagi pula dari yang ku dengar semua siswa yang pernah melakukan latih tanding dengan-nya itu hanyalah siswa dengan level yang lebih rendah dari-nya.... mungkin saja syarat dari jurus-nya adalah tidak bisa melawan musuh yang level-nya lebih tinggi." ucap Natalia dengan nada yang sedikit acuh dan dingin.


Tuan Samon yang mendengar hal itu jadi sedikit penasaran. ia kemudian menatap Natalia.


"dari mana informasi itu kau dapat-kan?.... dia itu berbeda kelas dengan-mu, dan kau adalah murid baru, tidak mungkin bisa tahu segala-nya tentang dia." ucap tuan Samon bertanya.


"pertarungan ini di tujukan untuk mencari pengawal pribadi-ku bukan?" ucap Natalia sambil menoleh pada kakek-nya.


"hmm...." tuan Samon bergumam sambil mengangguk mengiyakan perkataan Natalia.


"nah jika memang begitu, maka tidak ada salah-nya jika aku harus mencari tahu seluk-beluk mereka.... bahkan dalam hal ini, mencari tahu tentang kemampuan mereka itu memang suatu hal yang harus di lakukan!" jawab Natalia dengan tegas.


Mendengar jawaban Natalia itu, kini tuan Samon dan kepala akademi hanya bisa diam.


"bocah ini ternyata cepat juga mengambil tindakan yang bahkan tak terpikirkan oleh tuan Samon." ucap kepala akademi dalam hati.

__ADS_1


Saat ini, tampak Nono sedang terdesak oleh serangan Silo yang terus di lancarkan secara bertubi-tubi.


"sial... ternyata memang sulit bertarung dengan cara seperti ini." batin Nono yang saat ini tampak melompat ke belakang sambil menyeka darah di pinggiran bibir-nya. "namun jika terus mengandalkan jurus itu, tentu-nya aku akan kesulitan jika berhadapan dengan lawan yang tak bisa termakan oleh jurus itu!" batin-nya sambil pasang ekspresi kesal sambil mengingat sosok seorang pria yang tidak termakan oleh jurus misterius-nya.


__ADS_2