Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Melawan Kelompok Siwu


__ADS_3

Saat ini Madika menunjuk-kan pada Siwu bagaimana membuat aura Saga bisa memberikan efek tekanan yang sangat kuat.


Siwu dan keempat teman-nya pun langsung merasa-kan tekanan aura Saga dari Madika.


Seketika Siwu jadi terkejut karena tingkatan Madika ternyata sama dengan-nya hanya saja Siwu berada di level 46 sementara Madika berada di level 51.


"bagaimana bisa aura-nya menekan sekuat ini?!, padahal tingkatan kami sama!" batin Siwu yang kini kesulitan untuk bergerak.


Madika tersenyum licik menatap Siwu dan keempat teman-nya itu.


"apa cuma segini kemampuan kalian?" ucap Madika memancing amarah mereka.


"diam kau bocah!.... kau benar-benar sudah terlalu meremeh-kan kami!" bentak Siwu sambil berusaha untuk bergerak.


"tekanan aura seperti ini sama sekali bukan masalah bagi-ku!" bentak Siwu lagi.


Lalu Siwu pun langsung mengguna-kan energi Saga-nya.


ia memperkuat tubuh-nya mengguna-kan elemen petir milik-nya.


Seketika terjadi ledakan energi di tubuh Siwu dan ledakan energi itu berhasil membuat aura Saga Madika berhenti menekan diri-nya.


"jangan senang dulu hanya karena aura Saga-mu lebih kuat!" bentak Siwu yang kini langsung melesat ke arah Madika.


Siwu segera memuncul-kan sebuah cambuk petir di tangan kanan-nya.


kemudian Siwu melompat ke udara dan dengan segera ia menyerang Madika mengguna-kan cambuk-nya.


Cambuk petir Siwu itu langsung bergerak memancang ke arah Madika.


Madika tentu tidak diam saja.


dengan cepat Madika langsung memuncul-kan senjata energi tingkat delapan, yakni sebuah pedang ganda.


Kemudian Madika pun langsung menahan cambuk itu mengguna-kan satu pedang-nya, dan di saat yang hampir bersamaan Madika langsung melancar-kan serangan tebasan angin ke arah Siwu yang masih berada di udara.


Siwu menghindari sebuah tebasan angin dari Madika dengan cara memutar tubuh-nya saat di udara.


Setelah Siwu mendarat, tiba-tiba terlihat beberapa serangan tebasan angin melesat ke arah-nya.


Dengan refleks yang lumayan bagus, Siwu pun langsung mengayun-kan cambuk-nya secara bertubi-tubi untuk menangkis semua tebasan angin itu.

__ADS_1


"kalian jangan hanya diam saja!" bentak Siwu sambil menoleh ke arah teman-temannya. "cepat serang dia!"


Lalu dengan segera ke empat teman Siwu langsung bergerak.


Dua pria yang ada di belakang Madika kini dengan segera melompat ke udara dan langsung melancar-kan serangan tebasan angin serta serangan bola api ke arah Madika.


Madika yang menyadari hal itu langsung bergerak maju ke arah kedua pria itu sambil menghindari semua serangan mereka.


Setelah itu dengan cepat Madika melompat ke udara saat kedua pria itu juga masih berada di udara.


Madika kemudian segera menebas-kan pedang-nya saat dua pria itu berada di jangkauan-nya.


Ia memutar tubuh-nya di udara sambil menebas-kan pedang-nya kepada dua pria itu.


Kedua pria itu dengan segera menahan pedang Madika mengguna-kan pedang milik mereka.


namun karena kekuatan pedang serta kekuatan Madika jauh di atas mereka, kini kedua pria itu pun terhempas oleh serangan Madika.


"dia ternyata lebih kuat dari yang kita duga!" ucap salah satu pria yang terhempas itu.


Saat Madika mendarat ke tanah, tiba-tiba sebuah cambuk petir melesat ke arah-nya.


namun dengan cepat Madika langsung menghindari cambuk itu sehingga cambuk itu hanya menghantam tanah dan membuat kerusakan pada tanah itu.


Tak lama setelah itu, kini dua teman Siwu lain-nya langsung maju ke arah Madika mengguna-kan sebuah tombak dan sebuah kapak besar.


Tombak dan kapak itu adalah sebuah senjata energi tingkat tujuh dan tingkat delapan.


tombak itu memiliki elemen api, sementara kapak itu memiliki elemen es.


Pria pengguna kapak langsung menghantam-kan kapak-nya ke arah Madika.


namun dengan cepat Madika menghindari serangan itu dengan cara menunduk.


Namun tidak cukup sampai di situ, si pengguna kapak itu kini bertukar posisi dengan si pengguna tombak.


Si pengguna tombak yang sangat mahir itu kini bertarung dengan gesit-nya melawan Madika.


Dengan berbagai macam gerakan Madika dan pengguna tombak itu terus beradu serangan dan tangkisan.


Pada saat si pengguna tombak mengayun-kan tombak-nya dengan kekuatan penuh, kini Madika pun langsung menghantam-kan kedua pedang-nya ke tombak itu dengan sangat kuat.

__ADS_1


hal itu membuat si penembak langsung terdorong jauh ke belakang.


Namun saat si penembak terdorong ke belakang, si penembak itu langsung melompat ke udara.


seketika tombak di tangan pria itu langsung di penuhi dengan nyala api yang membara.


"terima ini!" ucap si penembak sambil melempar-kan tombak-nya ke arah Madika.


Selain tombak, ternyata saat ini Madika sedang di serang dari tiga arah.


dari udara, dari depan, dan dari belakang.


Dari depan Madika tampak es runcing dalam jumlah banyak melesat cepat dan di sertai dengan belati petir yang jumlah-nya juga tidak sedikit.


Serangan belati petir dan es runcing itu berasal dari Siwu dan pria pengguna kapak.


Sementara itu, dari belakang Madika tampak sebuah pedang angin yang sangat besar serta sebuah laser api melesat ke arah Madika.


Serangan laser api dan pedang angin itu datang dari dua pria yang di hempas-kan oleh Madika sebelum-nya.


Kini Madika di kelilingi oleh serangan dari Siwu dan kawan-kawanya.


meski-pun demikian, Madika tampak tidak gentar sama sekali.


"pas sekali!." ucap Madika sambil tersenyum karena saat ini ia tiba-tiba berniat untuk menguji 50% kekuatan dari tongkat kaisar rotan api yang sudah ia miliki.


Madika pun dengan cepat mencipta-kan perisai setengah lingkaran untuk melindungi diri-nya.


namun perisai itu tentu tidak akan bertahan lama, dan Madika juga menyadari hal itu.


Namun, tujuan Madika adalah untuk mengukur waktu saja agar kedua tongkat kaisar rotan api milik-nya segera menyatu dan bisa di gunakan.


Kini kelima serangan itu langsung menghantam perisai angin milik Madika.


perisai itu tampak bisa bertahan untuk sementara waktu.


Kemudian Madika pun dengan segera mengeluar-kan dua buah pecahan tongkat kaisar rotan api milik-nya.


lalu ia melepas kedua tongkat itu di udara kemudian mulai menyatukan kedua tongkat itu mengguna-kan bantuan energi Saga yang ia miliki.


Siwu dan kawan-kawannya tentu tidak tahu apa yang Madika sedang lakukan karena mereka tidak tahu apa-apa tentang tongkat kaisar rotan api itu.

__ADS_1


"serang terus!" teriak Siwu saat melihat perisai angin Madika mulai retak.


Lalu keempat teman Siwu pun langsung berteriak bersama memperkuat serangan dari jurus mereka masing-masing hingga akhir-nya terjadi sebuah ledakan yang cukup dahsyat di tempat Madika di serang oleh mereka.


__ADS_2